Rabu, 09 Januari 2019

Menulis Kebaikan Via Blog, Cara Mudah Berbagi Energi Positif di Era Digital!


Jika saya pada akhirnya memutuskan untuk menuliskan ini berarti saya memutuskan pula untuk kembali mengenang diri saya yang dulu. Melalui perjalanan menulis dalam sebuah blog, berarti terekam pula berbagai jejak dan pribadi tentang diri dan hidup saya. Pada perjalanan menulis melalui blog ini pula, saya melihat bagaimana tulisan-tulisan saya terus tumbuh menjadi lebih banyak dan mengalir hingga menyentuh banyak orang. Hal-hal sederhana yang menyenangkan hati seorang narablog atau blogger ialah saat orang-orang meninggalkan jejak mereka di kolom komentar dengan tanggapan yang baik, penuh rasa antusias dan kehangatan.

Dengan menulis melalui media blog, saya merasa percaya diri atau tidak minder karena saya tidak mengetahui siapa saja yang pernah datang lalu membaca tulisan-tulisan saya, dengan pula tersedianya kolom komentar anonim bagi mereka yang tak ingin diketahui kehadirannya namun ingin meninggalkan jejak. Selain dari itu, saya bisa mengenal orang-orang luar biasa yang menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan-tulisan sederhana saya, terlihat dengan jejak bernama yang mereka tinggalkan di setiap tulisan atau berupa pesan-pesan yang masuk melalui sosmed pribadi saya terkait postingan yang saya tuliskan.

Banyak orang yang akhirnya berpaling dari kebiasaan menulisnya karena jenuh dan bingung pada apa yang hendak mereka tulis. Sebenarnya, di dunia ini banyak sekali yang bisa kita tulis, kita bukanlah kehabisan ide, hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara memulai untuk menuliskan ide tersebut. Setidaknya hal itu yang saya rasakan saat mulai mengenal blog pada tahun 2012, kala itu saya masih duduk di bangku SMA. Dengan berapi-api, saya menuliskan banyak hal pada kala itu. Sebagai anak muda, saya pikir wajar bila apa yang saya tulis kala itu adalah segala tumpahan dari kegundahan hati. Ya, saya memulai blogging pada masa dimana saat itu ‘semua orang pasti mengalami patah hati’, setidaknya itu yang terpikir oleh saya. Lalu, mencari pelarian dengan mengoleksi berbagai video stand up comedy dari sang idola, saat itu adalah Kemal Palevi. Hampir setiap malam saya menonton berulang kali penampilannya. Akhirnya, Kemal Palevi berhasil menjadi bahan dalam tulisan yang saya ikuti dalam suatu blog competition. Hingga suatu hari tidak disangka saya ditunjuk menjadi liaison organizer untuk mendampingi Kemal Palevi saat ia menjadi bintang tamu suatu acara di kota saya. Tentu dengan senang hati, kala di mobil waktu itu, saya ceritakan pada Kemal bahwa ia pernah membalas mention saya dan bersedia membaca blog saya.
 
Dok. pribadi

Pada awalnya, blog adalah wadah bagi saya untuk melatih diri dalam menulis. Akan tetapi, rupanya keputusan saya untuk menjadi seorang blogger mengantarkan saya pada pertemuan dengan orang-orang yang luar biasa dan berbagai momen yang tak terlupakan.

https://rumahinspirasi.com

Tak bisa dipungkiri bahwa join ke suatu komunitas blogger membuat saya bertemu dengan para blogger hebat yang ramah-tamah. Setiap setahun dua kali kami melakukan kopdar regional, biasanya untuk memperingati ulang tahun komunitas atau mengadakan buka puasa bersama. Kala itu, saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA, sementara blogger yang lain kebanyakan telah lanjut kuliah, maka hari itu saya dan seorang teman datang dengan masih menggunakan seragam pramuka. Momen yang manis, begitu saya mengenang.

Dok. pribadi

Jenderal kami waktu itu adalah kak Cacink, blog-nya didominasi ilustrasi. Ia adalah seorang illustrator sekaligus storyboard artist dan juga comic artist. Beliau menjadi author dari @komikbaper dan @lunadanbarry. Pada akhirnya jenderal kami yang dipanggil jenderal Cacink itu menikah dengan sesama illustrator pula yang kini menjadi author dari @komiknyinyi. Selain itu, ada pula kak Fadli yang menjadi komikus dalam akunnya yang terkenal @tahilalats. Sementara itu, seperti Kak Rera dan Kak Nada, keduanya sukses menjadi owner suatu olshop yang diminati oleh ribuan followers, dan teman-teman yang lain yang kesuksesannya tidak dapat saya ceritakan satu-persatu. Dalam hati dan ingatan saya, mereka adalah orang-orang dengan karya-karya yang hebat dan hati yang merendah.

Seiring berjalannya waktu, saya menyadari apa yang saya tulis kebanyakan terlalu berlebihan untuk dicurahkan dalam blog, sebagai media publik. Kemudian, mulailah saya mengontrol tulisan-tulisan saya hanya dalam bentuk karya sastra seperti puisi, cerpen, cerbung, yang sebenarnya hampir semuanya berasal dari kisah pribadi yang saya miliki, namun dikemas dan dipoles dengan sedemikian rupa sehingga meskipun terinspirasi dari kisah pribadi, kerap kali apa yang saya tuliskan tidak sedalam atau bahkan tidak sedangkal apa yang saya rasakan.

Hingga pada suatu hari, saat usia saya bertambah, seseorang berdoa untuk saya, “Selamat ulang tahun ya, semoga menjadi penulis yang memotivasi dan menginspirasi serta bermanfaat bagi pembacanya. Aamiin.”
  
Sejenak merenung, akhirnya lahirlah beberapa label baru dalam blog saya, seperti All About Life yang menceritakan hal-hal kecil berharga yang seringkali tak sengaja saya temukan di jalan dan kebanyakan orang tidak menyadarinya, ada pula label Catatan Untuk Diri Sendiri berupa tulisan untuk menyentil diri sendiri sebagai pengingat tentang hal-hal yang kebanyakan orang lupa, juga label Writing Motivation yang menceritakan kisah-kisah penyemangat untuk tetap menulis dalam keseharian karena menulis mampu menjadi salah satu terapi jiwa, yakni dengan menumpahkan segala emosi dan perasaan ke dalam rangkaian kata-kata, walau seperti apapun hasilnya, kerap kali menimbulkan perasaan lega usai menuliskannya.

Bahkan jika saya sudah kehabisan ide untuk menulis, membuat review buku atau film menjadi pilhan saya. Dengan membuat review dari buku-buku yang baik, saya berharap pembaca tertarik membaca buku-buku yang baik tersebut atau saya bermaksud menggambarkan sedikit tentang isi buku-buku itu pada mereka yang tidak punya banyak waktu untuk membaca buku sehingga saya menyajikan untuk mereka langsung tentang pokok-pokok kebaikan apa saja yang disampaikan dalam buku tersebut atau pun dari suatu film.

Kebanggaan kecil lainnya, sebagai seorang blogger yang biasa saja dan mengagumi blogger-blogger hebat di luar sana menjadi begitu sangat bahagia saat salah satu blogger panutan karena tulisan-tulisannya menginspirasi saya, beliau memberikan jejak manis pada salah satu tulisan saya di blog, artinya waw dia mengunjungi blog saya! Apa lagi saya tahu betul bahwa beliau adalah perempuan dengan jam terbang amat sibuk. Saya memanggilnya Mbak Prima, beliau merupakan salah satu Finalist World Muslimah Award 2014 sebagai perwakilan dari Indonesia. Suatu hari yang mengejutkan dalam hidup saya ialah akhirnya saya bertemu dengannya, terlebih ia lah yang menghubungi saya dan mengajak bertemu. Dengan penuh rasa terhormat, saya bersedia menerima tawarannya menjadi first reader dari buku yang akan diterbitkannya kala itu.

Sejak awal perjalanan menjadi seorang blogger, berbagai lomba blog saya ikuti sebagai bentuk dedikasi saya terhadap hobi menulis yang saya miliki, mulai dari bertema surat cinta hingga impian. Dengan berbagai partisipasi tersebut, blogwalking menjadi hal yang menyenangkan di dunia para blogger dengan meninggalkan berbagai jejak dalam setiap tulisan. Kami saling mendukung dan berbagi energi positif dalam menulis. Suatu hari pada pertengahan kuliah, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri mengikuti suatu proyek tantangan menulis kebaikan selama 30 hari sepanjang bulan Ramadan yang diadakan oleh Muslimah Sinau. Saat itu, saya hanya berpikir untuk menantang diri saya, apakah saya bisa konsisten menulis kebaikan setiap hari sepanjang Ramadan di sela jadwal kuliah dan ibadah yang pasti padat. Kala itu, setiap hari saya memosting satu tulisan ke blog, hingga pada berakhirnya proyek ini, saya terpilih menjadi satu-satunya peserta terbaik dengan kekonsistenan dan kesesuaian tulisan saya dengan tema-tema yang disusun oleh proyek menulis tersebut.

 
Dok. pribadi

Saya mengenal diri saya sebagai sosok yang kian sibuk saja, tetapi hal ini tidak lantas membuat saya lupa dengan kebiasaan tulis-menulis, apapun, sebab, mencurahkan segala penat atas kesibukan yang tiada henti membuat saya merasa semuanya baik-baik saja, semuanya mampu untuk saya jalani karena berbagai halnya adalah pilihan saya sendiri. Tulisan saya adalah sebagai penyemangat diri, kehadiran pembaca menjadi salah satu motivasi untuk terus menulis kebaikan lewat apa saja yang saya alami, saya dengar, atau saya rasa. Jika ditanya pernah bosan, pernah malas, pernah ingin berhenti? Iya, pernah. Tetapi, selalu ada saja orang-orang yang datang dan membangkitkan diri saya kembali untuk menulis.    Begitupun dengan ide-ide yang mengalir, seolah saya memang ditakdirkan untuk menampungnya, memeliharanya dalam bentuk rangkaian cerita penuh makna, hingga semoga mampu menjadi kebaikan yang abadi.

Seseorang pernah menulis sebuah pesan status, ‘Jangan membuang-buang waktu seseorang dengan hanya untuk melihat postinganmu yang tidak bermanfaat’  Lalu, terdengar ungkapan dari dalam hati saya, ‘Jika itu kebaikan, mengapa tak kita sampaikan?’

Sebagai seorang blogger, meski dengan blog sendiri juga bisa berpenghasilan, tetapi resolusi 2019 saya adalah ingin coba merambat ke berbagai web yang lebih luas untuk membuat informasi dan cerita yang berkualitas, semisal kaskus, yang dimana dengan duduk-duduk manis sambil menulis mampu menghasilkan, sehingga membuat diri menjadi lebih mandiri sebagai seorang gadis, dengan itu belajar menabung agar masa depan tidak miris dan semoga kelak segera menemukan seseorang yang dengannya saya bisa menulis lebih banyak lagi hal-hal baik yang manis dan berbagi banyak kebaikan dengan menulis sebagai blogger yang loyalis.

_______________________________________________________________________________________________

Tulisan ini diikut sertakan dalam Kompetisi Blog Nodi
dengan tema:
“Bangga Menjadi Narablog di Era Digital”



Rabu, 02 Januari 2019

Memuliakan Wanita



“Semakin baik agama seseorang, semakin dia paham bagaimana memuliakan seorang wanita, karena sebaik-baik tuntunan dan cara untuk memuliakan wanita hanya tuntunan dari Allah swt. Cita-citanya bukan sekedar mulia di dunia, tetapi juga di akhirat.” - @ghaitsaicaa


((Yang seringkali aku takutkan))


Setidaknya, kau perlu tahu. Bahwa ia memperhatikanmu. Setiap apapun yang kau putuskan untuk kau tunjukkan, ia melihatmu. Ada saatnya ia tak menampakkan jejak apapun, dan ada kalanya pula ia ingin kau menyadari bahwa matanya sedang melirik.

Setidaknya, kau perlu tahu. Jangan salah mengambil langkah, karena ia bisa saja berbalik arah. Kau tak pernah tahu bagaimana Allah menguasai hati dan pikirannya.

Setidaknya, kau harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan.


 -Shafiranoorlatifah-

Yang Tak Terbayangkan



“Terkadang orang yang tak terbayangkan adalah orang yang mampu melakukan hal yang tak terbayangkan.” – The Immitation Game