Senin, 28 Oktober 2013

#MimpiKawancut "Menapaki Karir Bersama Yang Dicintai"



Hai, udah 5 bulan nih gue enggak ngeblog, rasanya gimana gituuuu. Terakhir kali gue ngeblog yaitu sebelum gue pergi ke Bali untuk menjadi presenter dalam salah satu program tv “Jelajah Nusantara” bersama mbak Nadine Chandrawinata. Selama gue menjadi presenter, selama itu pula sudah banyak kota-kota dan pelosok-pelosok nusantara yang gue kunjungi. Selain bersama mbak Nadine dan para crew, gue juga selalu didampingi oleh suami tercinta. Ini foto yang gue ambil di belakang layar ketika gue jelajah nusantara di Bali, foto ini bersama suami gue..

Ke Bali didampingi suami :p

Kalian kenal wajah suami gue? Yap, dia adalah Ahmad Kemal Palevi, juara 3 Stand Up Comedy Indonesia season 2 dan dia adalah comic favorit gue! Kenapa gue bisa kawin sama dia? Jadi ceritanya begini, gue punya tetangga namanya Riandy, dia anak stand up comedy Bogor. Riandy memperkenalkan Kemal ke gue ( emang sih, gue yang minta ). Tetapi, siapa sangka sesudah perkenalan itu, Kemal minta nomor gue. Nomor gue cuy! Bukan pin BB atau uname Twitter, tetapi dia langsung minta nomor. Sebagai cewek yang baik, ya gue kasih aja. Siapa tahu dia lagi enggak ada kerjaan jadi dia pengen ngucapin “Selamat pagi” buat gue gitu, mbloooo. Setelah itu, Kemal rajin banget main ke rumah Riandy. Rumah Riandy adalah tempat nongkrong gue sama anak-anak tiap hari. Belakangan gue baru tahu bahwa ternyata Kemal cuma speak aja main ke rumah Riandy buat bisa ngeliat gue, itu gue tahu setelah gue dilamar Kemal.

Di foto tadi Kemalnya agak gemukan, ya? Yaiyalah, gue sering masakin dia makanan favoritnya, semur jengkol cuy. Menanggapi berat badan yang kian bertambah, Kemal cuma bilang, “orang gemuk itu enak dipeluk, nanti yang ngerasain kehangatannya juga kamu sendiri.” Aziiiik aziiiik josss, gue dibikin nge-fly sama Kemal.

Pagi ini, gue dan Kemal lagi jogging. Di sini udaranya segar banget, kita lagi di Austria. Gue datang ke sini untuk mempromosikan produk Indonesia, produk busana desain rancangan gue. Selain menjadi seorang presenter, gue juga menjadi desainer busana dan gue sudah banyak mendirikan butik dengan nama “Nina Palevi” secara suami gue namanya Kemal Palevi. Di Indonesia, butik gue tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali. Sedangkan di luar negeri, sudah ada di Malaysia dan Singapura. Sekarang sedang proses mendirikan butik di Korea Selatan. Doain ya biar lancar terus! Aamiin!

Ini ruang santai di dalam salah satu butik gue

Oh iya, yang selanjutnya adalah foto kami berdua sehabis jogging tadi. Maaf ya kalau pakaian gue agak enggak matching, soalnya tadi gue masih ngatntuk, tapi tangan gue udah ditarik-tarik sama suami tercinta *hueek*. Jadi, belum sempat dandan, rapi-rapi, belum sempat mandi juga sih, kita udah keluar buat jogging. Foto ini diambil oleh pejalan kaki yang enggak sengaja beruntung bisa motret kita berdua, HAHA. Tapi, emang gue sih yang minta tolong sama pejalan kaki itu.

Selamat Pagi Austria :) kita belum mandi :p

Selama gue menjadi desainer, gue selalu menjalin kerjasama dengan mbak Dian Pelangi. Itu loh desainer dan model cantik ternama. Jadi, gue sudah sering ke luar negeri bersama mbak Dian, suaminya, dan suami gue. Sekarang, Kemal juga aktif menjadi fotografer. Tiap gue jadi model, Kemal sendiri yang jadi forografernya. Kita serasi banget kan, ya…. Doain ajalah biar cepat punya momongan. Kemal enggak sabar banget, katanya. Bahkan gue sama Kemal sudah beli rumah buat keluarga kecil kita.
Rumah untuk keluarga kecil kita :)
 
Kembali ke yang tadi, mbak Dian banyak membantu gue dalam menjadikan gue sebagai desainer yang profesional. Berikut ini adalah foto gue bersama mbak Dian ketika kita berlibur akan melakukan promosi produk di luar negeri. Tapi, waktu itu gue lagi bersin-bersin, jadi pake cadar. Cadarnya unyu, kan? Warna pink soalnya, HAHA.

Bersama mbak Dian Pelangi, haiiii mbak Dian :)

Sekarang sebenarnya gue juga bersama mbak Dian ke Austria ini. Tapi, kita pisah kamar hotel. Dia sama suaminya, gue sama suami gue *yaiyalahhh*.

Seharusnya gue joggingnya bersama mbak Dian, tapi dasar si Kemal enggak sabar, kita akhirnya jogging duluan. Maafin kita ya, mbak Dian…

Gue akui, fashionnya mbak Dian keren abizzz bizzz bizzz. Dia sudah banyak banget ngerancang berbagai busana. Akhir-akhir ini gue rajin mendesain, beberapa diantaranya adalah baju pengantin yang cukup simple, mau lihat? TADAAAAA….



Gimana desain gue?
 
Selain menjadi desainer dan presenter, pekerjaan gue sebagai penulis tetap gue jalani. Itulah enaknya menjadi penulis. Penulis bisa menjadi apa saja, karena menulis itu seperti pekerjaan sampingan. InsyaAllah bulan depan novel ke-17 gue yang berjudul “Titisan Cinta” akan diterbitkan oleh penerbit Bukune. Sebenarnya, hampir keseluruhan isi dari novel itu adalah kisah cinta gue, tapi gue buat aja dalam suatu novel.

Selain itu, komunitas blogger yang gue ikuti sejak masih SMA dulu yakni komunitas Kancut Keblenger sudah banyak membantu gue dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan gue ketika masih menjadi seorang blogger pemula dulu. Komunitas gue ini sering kasih tips seputar ngeblog dan informasi tentang dunia kepenulisan. Komunitas gue ini enggak luput menjadi salah satu faktor pendorong kesuksesan gue.

Bukan hanya itu, 2 bulan lagi gue bakal meluncurkan film. Bersama rekan kerja gue, Raditya Dika, gue akan membuat sebuah film yang di dalamnya terdapat konflik tentang keluarga, teman, cinta, konfliknya adalah konflik yang tak biasa, semuanya bercampur satu pokoknya. Doain ya biar sukses pembuatannya!

Selama bekerjasama dengan Radit, gue sering mengalami kecanggungan. Secara, radit itu mantanan sama gue. Lo bisa bayangin lo kerjasama sama mantan lo untuk membuat suatu film yang “wahhh”. Gue sih enggak nyesal putusin dia, soalnya Radit sibuk banget sama pekerjaannya, gue selalu diabaikan. Gue enggak tahan, akhirnya gue putus.

‘Dan Kemal datang merubah segalanya menjadi lebih indah, Kemal bawa cintaku setinggi angkasa membuatku merasa sempurna…’ #AdaAderalewat

Waktu gue putus dari Radit, gue emang sempat nangis-nangis enggak karuan, emang tuh kampret banget bikin gue nangis. Tapi, saat itu juga Kemal datang menyediakan bahunya buat gue *eaaaa* sampai akhirnya dia kepincut sama gue terus kawin, deh. Gue enggak tahu apakah Radit galau ataupun enggak waktu dia tahu gue dilamar sama Kemal, tapi setahu gue beberapa hari setelah gue kawin, Radit menyutradarai sebuah FTV galau.

Ini adalah waktu dimana gue, Radit, dan crew yang lainnya meeting beberapa minggu yang lalu.

Kadang canggung kalo kerja bareng mantan :p

Secanggung-canggungnya gue sama Radit, lebih canggung Radit. Di dalam foto aja Radit diam dan sok serius, sementara gue bisa tersenyum di bangku gue, HAHA. Untungnya Kemal orangnya woles, jadi dia santai aja gue meeting bersama Radit, selama itu ada hubungannya dengan pekerjaan. Meskipun Kemal itu absurd, doain aja supaya rumah tangga kami enggak absurd tapi sakinah, mawaddah, dan warahmah. Aamiin. Big Thankslah buat Kemal karena selalu mendampingi istrinya dalam berkarir, HAHAHA.


Thanks Kemal <3

Apapun cita-cita dan keinginan elo, semuanya bisa tercapai asal ada KEMAUAN yang ditambah dengan semangat, usaha, dan do’a. Jangan lupa juga untuk selalu minta restu dan do’a dari orangtua kalian, ya :) meskipun nanti sudah sukses, enggak ada salahnya kalau kita tetap belajar dan terus belajar dari orang lain :)

Eh, udah dulu yah, perut gue sama perutnya Kemal udah bunyi-bunyi enggak jelas, keroncongan nih. Kita mau cari sarapan yang lezat dulu, yaa. Thanks sudah mampir ke blognya Nina Mentari.

#NB
Postingan ini diikutsertakan dalam proyek lomba #MimpiKawancut yang diadakan oleh Kancut Keblenger, bagi yang mau ikutan bisa lihat persyaratannya di sini dan dapatkan merchandise keren dari Kancut Keblenger atau @kancutkeblenger !! :)

Sumber gambar :

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jangan Menyepelekan 'Iseng'

Hai..hai gue lagi sedih. Dengar-dengar bokap gue mau pindah rumah lagi, tapi gak tau tepatnya kapan. Gimana perasaan elo ketika elo udah jatuh cinta pada suatu kota, lo udah bisa beradaptasi dengan kota itu, bahkan kota itu punya banyak kenangan dan tiba-tiba bokap lo ngomong, “kita bakal pindah, nak..” jegerrrrr!!!

Waktu itu gue iseng baca inbox nyokap gue. Iya, gue tahu gue enggak sopan, tapi palingan inboxnya cuma pemberitahuan tentang pertemuan-pertemuan, rapat-rapat, atau resep masakan atau resep memperhalus wajah. Tapi, nyokap gue pernah marah kayak gini, “Kamu lagi ngapain? Baca-baca inbox yaa?!” nyokap ngomong dengan nada marah, gue sampai kaget. Padahal gue cuma liat gallery fotonya yang kebanyakan foto-foto alay gue dan adek gue. Belakangan gue baru tahu ternyata nyokap gue selalu menjadi tempat curhatan teman-temannya, dan you knowlah curhatannya ibu-ibu tentang kayak misalnya penyakit serius yang mereka alami atau tentang mereka yang udah enggak kuat, pengen cerai aja.

Kembali ke inbox nyokap yang gue baca tadi, ada smsnya bokap gue, dia ngomong gini, “Kok tiba-tiba ayah takut ya nanti kita dipindah ke kota besar  kayak Jakarta.”

Gue langsung masang muka heran, bokap gue kenapa takut? Padahal rumah pertama kita ada di Jakarta dan enggak lama setelah itu, bokap beli rumah di Bogor. Baru-baru ini nyokap dan bokap gue enggak setuju balik ke Bogor, katanya Bogor sudah padat banget. Padahal gue sayang sama rumah gue yang di sana, gue kangen sama boneka-boneka gue, kangen sama mainan-mainan gue yang sekarang entah berada dimana. Katanya sih disumbangkan ke Tk gitu. Lo tahu enggak anak Tk kalau main boneka kayak gimana? Dilempar-lempar? Ditonjok-tonjok? Dilepas mata bonekanya? Dicacut-cabutin bulunya? :((

Waktu gue pindah rumah, bokap gue cuma mengijinkan gue bawa satu boneka aja, SATUUUU AJA WOY! Padahal bonekanya ada seabreg. Bokap itu enggak suka punya banyak barang, barang-barang itu enggak begitu penting, kalau penting nanti beli aja lagi, begitu katanya. Bahkan gue pernah jengkel waktu gue mau pergi liburan, gue packing baju-baju gue, dan setiap baju gue itu pasangan kerudungnya beda-beda, warna-warni, hampir semua warna gue bawa. Awalnya bokap gue acuh aja, tapi enggak taunya ketika mendekati hari H bokap malah ikut campur tangan. Bokap buka koper gue, dan apa yang terjadi? Dia keluarkan kerudung-kerudung gue, gue dilarang bawa banyak-banyak. Kesel.

Suatu hari gue ikutan kuis, malam-malam di twitter. Gue enggak punya harapan untuk menang, gue iseng, gue enggak tahu mau ngapain di twitter, jadi iseng ikut-ikutan itu kuis. Bahkan, gue enggak tahu kalau menang dapat hadiah apa. Namanya juga iseng.

Kuis itu diadakan oleh akun twitter suatu komunitas blog yang gue ikuti, komunitas Kancut Keblenger. Jadi, pertanyaan kuisnya itu begini, “Jika elo bisa jadi Raditya Dika dalam sehari, lo mau ngapain?”

Gue iseng ngetweet dan jawab pertanyaannya. Kalau enggak salah gue menjawab dua kali, Ini jawaban gue..




Ketika sudah puas twitteran, gue tidur dan enggak memikirkan gue menang atau kalah, bodo amat. Besoknya ketika pulang dari sekolah, gue main twitter lagi ( yeaaaah, kecanduan kali ya._. )

Dan tiba-tiba gue melongo liat mention..



Apa? Gue menang? HAHAHAHAHA

Adminnya mention gue lagi,



Di situ gue mulai bingung, ini maksudnya apaan? Nonton bareng adminnya? Baru aja gue mau ngirim nama dan no. hp lewat email eh gue mikir lagi? Nonton bareng? Kalau gue di Sulawesi trus ini nonton barengnya di Jawa? Berarti enggak bisa dong, ya? Nontonnya besok? Kan besok gue sekolah -_- gue panik, dan gue kesal sama diri gue sendiri kenapa gue iseng banget ikutan itu kuis.

Gue heran, jawaban gue emangnya lucu ya? -__-



Akhirnya gue mengutuki diri gue sendiri. Gue stalk tuh akun, dan ternyata emang diutamakan yang berada di wilayah Jabodetabek, hiks.



Dan semakin gue ngestalk ke bawah, gue makin patah hati. Ngestalk itu emang enggak enak, hiks. Dan gue menemukan tweet ini..



Anjirrrrrr……
Hikzzzzzzzzzzz….

Masalahnya bukan apanya, itu Raditya Dika cuy !! gue juga pengen nyoba rasanya nonton bareng sama orang yang punya followers bejibun ituuuuu !!

Bahkan katanya bukan cuma bareng Raditya Dika, tetapi sama penulis-penulis, sama editor, sama adminnya tuh Kancut, dan masih banyak lainnya. Hulalaaaaaaa bukan rejeki gue kali ya :|

Akhirnya besoknya gue mention ke adminnya, gue bilang aja tiket gue kasih ke yang lain aja, hiks. Enggak ikhlas banget gue. Tapi mau gimana lagi? Akhirnya gue bertekad suatu hari nanti gue harus bisa bertemu sama Raditya Dika untuk belajar banyak hal sama dia, tentang dunia menulis dan perfilman.

Dan adminnya menjawab dengan lesu..



Ketika detik-detik pertemuan itu akan tiba, adminnya ngetweet lagi..



Udah deh, remuk hati gue. Potek-potek. Huhuuuuuuu :|

Dan sekarang gue baru sadar, betapa enaknya tinggal di bagian dekat-dekat pusat negara kayak Jakarta. Gue kangen Bogor. Kalau gue masih di Bogor mungkin gue bakal datang. Maafin gue yaaa Mincut :’) Gue iseng dan enggak tahu kalau itu hadiahnya ternyata…ah sudahlah<///3

Tetapi, dimanapun kita tinggal, di sanalah mungkin tempat terbaik untuk kita. Tempat dimana banyak terjadi kisah dalam hidup kita yang enggak bisa begitu saja untuk kita lupakan. Mungkin Tuhan membuat jalan hidup gue dengan berpindah-pindah tempat agar gue kenal dengan banyak orang, seperti saat ini. Mereka semua berharga dalam hidup gue.