Kamis, 03 April 2014

Langkah-langkah Membuat Buku



Kali ini gue mau membagi sedikit ilmu. Sejak dulu, gue suka menulis, suka banget malahan, kira-kira sejak kelas 4 SD. Karena orangtua gue sangat mendukung, maka mereka mengikutkan gue dalam suatu les, les menulis lebih tepatnya. Di sana, gue diajari berlatih menulis cerita oleh seorang penulis. Jadi, setiap hari Minggu, gue pergi ke Depok naik kereta dari Bogor hanya untuk mengikuti les itu. gue sih asik aja.
Sekarang, gue udah kelas 1 SMA dan gue juga udah pindah ke kota Makassar di Sulawesi Selatan. Kemarin tiba-tiba nemu sebuah map yang dulu selalu gue pake kalau les menulis, dan isi mapnya masih utuh. Berikut ini ada beberapa langkah dalam membuat buku yang gue dapat dari salah satu note gue dari map itu.
Langkah-langkah membuat buku :
-                      Membuat draft
Kita bisa menulis apa saja yang terlintas di pikiran kita. Tidak takut salah, tidak memikirkan ejaan, yang penting isi kepala keluar dalam bentuk tulisan. Perasaan emosi yang kita rasa juga bisa dituangkan dalam bentuk tulisan, termasuk segala rasa dan ekspresi kita.
-                      Memilih bentuk karangan
Kita baru akan menentukan bentuk karangan apa yang cocok untuk draft kamu. Misalnya, ungkapan hati cocok dituangkan dalam bentuk puisi, pengalaman hidup dalam bentuk cerpen atau novel, kata-kata jenaka dalam bentuk komik, dan lain sebagainya.
-                      Menyunting
Kita perlu memotong naskah yang panjang, kemudian mengganti kalimat yang dianggap bertele-tele agar enak dibaca.
-                      Koreksi
Kita baca lagi, mungkin saja ada pemakaian ejaan atau tanda baca yang kurang tepat.
-                      Menerbitkan
Artinya mengcopy lebih dari satu agar bisa dibaca banyak orang. Kita bisa memberi kesempatan kepada teman kita untuk membacanya seraya meminta pendapatnya. Jangan lupa kirim ke penerbit dan jangan berpikir negatif dengan hasilnya. Jika satu penerbit menolaknya, bukan berarti penerbit yang lain bertindak sama. Tak ada salahnya mencoba lagi, tak ada yang salah dengan kegagalan. Selamat membuat buku! :)

Busy and Tumblr



Hai Readers! Udah berapa abad gue enggak ngepost, ya? Haha, oke ini lebay. Akhir-akhir ini emang lagi benar-benar sibuk. Tugas-tugas sekolah yang seperti bikin laporan, makalah, drama, dan lain-lainnya itu bercampur dalam satu waktu. Belum lagi remedial-remedial ulangan harian yang sifatnya IPA. Otak gue enggak pernah connect sama IPA. Gue enggak pernah satu arah dan satu kata dengan si IPA, dan kesimpulan yang menyedihkannya adalah gue enggak jodoh dengan IPA.

Kalimat yang terlontar dari mulut gue dan sejumlah orang di kelas gue yang enggak suka dengan angka ketika mereka melihat papan tulis yang penuh dengan coretan angka..

“ITU DI PAPAN APAAN, YA?”
“ITU SEJENIS APA, SIH?”
“BEGITUAN KENAPA MESTI DIPELAJARI, SIH?”
“INI DIPELAJARI UNTUK APA?”
“ITU GUNANYA APA DI DALAM HIDUP KITA?!”

Dan terakhir..

“HOAAAAAAM..” *mata sayu* *ngantuk melanda* *angin menerpa* *ketiduran*

Belum lagi ada persiapan untuk lomba, mesti bikin ini bikin itu, bikin proposal, beli ini beli itu. Enggak cuma sampai di situ, ada deadline yang perlu dikejar, seminar-seminar yang mesti diikuti, kalau enggak diikuti malah nyesal. Pfftt pake banget, kan? Nah, di saat-saat yang kayak gini sebenarnya semua orang butuh ‘seseorang’ yang selalu mau mendengar keluh kesahnya, butuh ‘seseorang’ yang ingin memberinya pendapat dan saran, butuh ‘seseorang’ yang bisa membuatnya selalu semangat dan enggak bikin nge-down, but Wru ? Someone oh someone, *ini ngomong apaan sih._.*

Gue benar-benar ngejar deadline. Kak Gege Mappangewa ( penulis novel Lontara Rindu ) pernah bilang ke gue, katanya sebuah novel itu belum terselesaikan jika belum dikirim meskipun sudah mencapai endingnya. Artinya, kita harus berani ngirim novel kita, jangan takut ditolak karena semua orang yang berhasil pasti pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Kak Krishna Pabichara ( penulis novel Sepatu Dahlan ) juga pernah bilang ke gue, katanya kalau pengen jadi penulis karena pengen jadi orang terkenanal, jangan jadi penulis, tetapi jadi artis saja. Kalau pengen jadi penulis karena pengen dapat banyak uang, mending jadi pengusaha saja, begitu katanya. Karena sebenarnya seseorang menulis karena dia ingin mendapatkan kepuasan batin.  

Ehm, ngomong-ngomong ada yang punya tumblr, enggak? Ada yang mau tumblrnya di follow? Gue baru join tumblr. Enggak baru-baru amet, sih. Follow tumblr gue ya >> http://haaainina.tumblr.com/

Buat orang-orang yang suka dengan dunia fotografi, wajib punya akun tumblr, tuh! Berikut ini beberapa gambar yang gue ambil dari tumblr, enjoy it!






OBRAK ABRIK BINDER




Zaman sekarang hampir setiap orang punya gadget, punya akun di jejaring sosial, dan sudah jarang yang menuliskan kisahnya dalam buku catatan atau binder, bahkan kertas pengingat yang di tempel seperti kurang berguna karena lebih banyak yang menggunakan alarm pengingat untuk mengingat kegiatan atau suatu tanggal yang penting dan lain-lain.

Binder gue masih ada sampai sekarang, dan gue bingung mau di apain itu binder. Kadang gue enggak rela banget nulis di situ karena kertasnya bagus banget. Merek Harvest dan Adinata adalah kesayangan gue. Jadi, kalau mau nulis palingan di bagian kertas putih. Binder gue tebel, padahal enggak semua isinya itu penting.

Ini adalah cover dari binder gue, agak freak ya? Ini gue desain sendiri. Kalau lo mau, lo bisa bikin di kertas yang seukuran dengan cover binder lo kayak gini. Di cover ini gue tulis semua cita-cita gue : jurnalis, penulis, fotografer, desain interior, dan penyiar radio. Di bagian sudut bawahnya gue tempelin gambar anak perempuan dengan wajah optimis.


Berikutnya adalah isinya. Di bagian belakang cover itu ada tempat untuk menyimpan sesuatu. Biasanya gue nyimpen perangko dan kolesi stiker di situ. Beberapa foto juga gue simpan di situ.


Selain itu juga ada beberapa quote kalau gue galau terus nulis di kertas warna pakai spidol, ujung-ujungnya diselipkan ke situ. Kayak contoh di bawah ini, gue enggak jelas nulis apa. Gue kehilangan kontak sama seseorang, dan tiba-tiba saja tangan gue menuliskan tulisan yang bernada, “How Are You?”



Di setiap binder pasti ada kertas pembatasnya. Ada satu kertas pembatas yang spesial banget karena gue bikin sesuatu di belakangnya, ini nih..



Kaito Kid benar-benar memikat, sampai gue nulis beginian. Little crazy : “Hi, I’am Nina, and you? I would go around the world with someone I love. Maybe with Kaitou? <3 You Rock Kaitou!! I Love You!! He is so amazing! KAITOU KID.” -_____-

Selanjutnya pada cover bagian belakang, gue tempelin beberapa bentuk negara yang pengen gue jelajahi, ini cuma beberapa. Seperti : Amerika, China, Perancis, dan Inggris. Amerika gue lambangkan dengan patung liberty, China dengan the great wall, Perancis sudah pasti dengan si kokoh Eiffel, dan Inggris dengan jembatannya, lupa nama jembatannya yang jelas di bawahnya itu udah pasti ada sungai Thames. Ini bukan sekedar mimpi tapi perencanaan untuk masa depan *ciah-ciah*





Dan di bagian samping binder, gue pajang alamat tumblr gue dan alamat blog gue. Jadi, kalau bindernya hilang, yang menemukan bisa mengubungi gue lewat tumblr atau blog. Tapi, mudah-mudahan bindernya enggak akan hilang dan semoga enggak ada yang niat untuk mencuri binder kesayangan gue ini :*



Semoga ada yang terinspirasi dengan tulisan gue kali ini, mungkin di tulisan berikutnya gue bakal ngepost tentang hal-hal apa saja yang bisa lo pajang di mading kamar lo, see you!:)