Jumat, 11 Juli 2014

Nokia Lumia 1520 Untuk Kita Semua


Hai, ada kabar gembira untuk kita semua! :D Bukan kabar tentang kulit manggis kini ada ekstraknya, loh. Kabar gembira untuk kalian yang senang bermain  gadget, kini ada Nokia Lumia 1520 yang bisa kalian nikmati berbagai fiturnya. Nokia Lumia 1520 ini memiliki fitur yang mampu memudahkan kita dalam berkomunikasi seperti Internet Explorer 10, dan aplikasi sosial media seperti Facebook, LinkedIn, dan twitter ada dalam Nokia Lumia 1520.

Kemarin, teman gue ada yang pamer Nokia Lumia 1520. Wajar aja dia pamer, Nokia Lumia 1520 keren banget. Pantas, akhir-akhir ini dia lancar banget internetan. Teman gue ini senang banget berselancar di dunia maya terutama Youtube. Kalian bisa saling sharing video melalui Nokia Lumia 1520 ini, tentunya dengan fitur-fitur hebat yang ada di dalam Nokia Lumia 1520 ini. Kalian dapat sharing video melalui Youtube, Youtobe Picasa, dan lain sebagainya.

Masih mau tahu lagi kehebatan dari Nokia Lumia 1520 ini? Nah, gue tambah lagi informasinya, ya. Nokia Lumia 1520 ini memiliki Hotspot Wi-fi. Jadi, kita enggak perlu bingung kalau enggak punya paket internet atau kuota internet sudah habis. Langsung aja capsus ke tempat yang menyediakan layanan hotspot gratis seperti warkop atau kafe.

Menariknya lagi Nokia Lumia 1520 ini memiliki menu anti-mainstream, enggak seperti menu handphone pada umumnya. Soal ukuran, kalian tenang saja, Nokia Lumia 1520 ini diciptakan seramping mungkin dengan ukuran panjang hanya 162 mm, tebalnya 8,7 mm, lebarnya 85,4 mm, dan beratnya 209 g.

Kalian enggak perlu khawatir jika tersesat di tengah jalan, karena dengan memiliki Nokia Lumia 1520 ini akan membantu kalian dengan fitur HERE Drive+, yakni HERE Maps yang dapat membantu kalian untuk sampai ke tempat tujuan.

Dear Hello Kitty Addict

Kak Ziiizuuu :3
 

Namanya Khadijah Nur Azizah, nama yang begitu istimewa. Kak Zizu aku biasa memanggilnya.

Aku mengenalnya sekitar 2 tahun yang lalu ketika kami bertemu di acara Makassar  International Writer Festival. Acara itu diadakan di sebuah tempat bersejarah di kotaku, tepatnya di Fort Rotterdam. Sebuah benteng yang berada di dekat pantai dengan bangunan unik nan kokoh, tempat berkumpulnya manusia yang ingin menikmati hari dengan menghirup udara bebas sebab terkadang hidup membosankan dengan keberisikan orang-orang yang berpura-pura peduli namun entah bagaimana bisa pada celah bagian belakang mereka saggup membeberkan keburukan kita.

Kalimatku terlalu panjang, ya? begitulah mungkin ketika aku mengeluarkan segala hal dalam pikiranku yang luarbiasa bukan main banyaknya. Otak manusia mampu memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, sayangnya seringkali lupa apa yang pernah selalu menjadi terpikir kemudian hal itu hilang entah kemana dibawa pergi angin nakal. Seperti aku yang kini telah hilang dalam pikiran pria yang kucintai itu. Maaf, aku seharusnya membicarakan gadis cantik bernama Zizu ini, bukan hatiku yang sedang terombang-ambing puingnya di tengah laut luas, seseorangpun tak mungkin bisa menemukannya.

Rabu, 09 Juli 2014

Mereka Pasangan Idaman Banget!



Jiwa sharing gue bangkit lagi. Kali ini enggak tahu kenapa pengen sharing tentang pasangan-pasangan idaman dan harmonis menurut gue. Pasangan-pasangan yang bakal gue bahas adalah pasangan yang setiap gue liat mereka (liat di foto maksudnya, bukan ketemu langsung) hati gue ikut bahagia.

Ini bukan pasangan kekasih, karena yang namanya hubungan seperti itu belum jelas ujungnya mau dibawa kemana, setuju enggaaaaak? Yang gue bahas adalah pasangan suami-istri. Langsung aja yukk…

1.Dude Herlino dan Alyssa Soebandono


Pasangan yang menikah pada 22 Maret 2014 lalu, bikin hati gue adem banget tiap liat mereka. Mereka punya pribadi yang mirip kalau kata gue. Garis mukanya juga mirip, sinar matanya juga mirip. Mereka sering dapat job bareng, mereka sering jalan-jalan bareng. Kentara banget kalau mereka saling mencintai bangeeeet. Dua-duanya bukan seleb yang macam-macam. Longlast ya!

2.Irwansyah dan Zaskia Sungkar


Pasangan ini menikah pada 15 Januari 2011. Wah, udah cukup lama yah. Ah, itu tanggal pas gue dicampakkan #ehcurhat. Mereka romantissss bangeeeet. Keduanya sering bepergian bersama, menikmati hari bersama. Bahkan, sebelumnya gue enggak pernah menduga kalau Irwan bakal berjodoh dengan Zaskia, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Acha. Gue bilang juga apa, hubungan sebatas kekasih itu belum jelas ujungnya. Congrats buat Zaskia yang berhasil memenangkan hati Irwansyah, cieee. Keep romantic, ya!

Minggu, 06 Juli 2014

Agar Ramadhan Tak Sia-Sia





Agar Ramadhan kita enggak sia-sia, gue mencoba untuk menuliskan 10 Sunah Harian di bulan Ramadhan, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan yaaaa, apa lagi yang sadar banyak dosanya cepet-cepet tobat, ini bulan Ramadhan loh, dimana ampunan lagi banyak-banyaknya diberikan oleh Allah :)

1.       QIYAMULLAIL/TARAWIH
“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamulail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang shalih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat kepada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa.” (HR at Tirmidzi)


2.       QIRA’AH AL-QUR’AN
“… Jibril senantiasa menemui beliau di setiap malam dari bulan Ramadhan, bertadarus Al-Qur’an bersama beliau..” (HR Bukhari dan Muslim)


3.       MAKAN SAHUR DAN SEGERA BERBUKA
“Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR an Nasaa’I dan Ahmad)
“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka” (Muttafaqun Alaihi)


4.       MELAKSANAKAN SHALAT-SHALAT SUNNAH
“Dan seorang hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan yang ibadah sunah sehingga Aku cinta kepadanya.” (HR Bukhari)

Comeback



Aku  pikir aku sudah benar-benar melepaskannya. Tetapi, dari seberapa sering ingatanku mengenangnya, dari seberapa sering aku masih merindukannya, dari seberapa sering mataku mencari sosoknya, dia ternyata belum hilang, masih membekas.

Aku tiba di Seoul kemarin pagi. Harapan untuk benar-benar bisa melupakannya begitu besar di benakku, tetapi semuanya hilang begitu bayangnya nyata berada di depan mataku. Ia memang tak melihatku, tak menyadari keberadaanku, tetapi mataku tak mungkin salah melihat sosoknya hanya karena aku masih sering memikirkannya. Dia benar-benar nyata. Ada di depan mataku.

Segera kualihkan pandanganku, dan kembali ke arahnya. Dia benar masih ada di sana, baru saja keluar dari taksi dengan kopernya. Entah aku menyesal karena kembali bertemu dengannya atau sangat bahagia menyadari ia berada tak jauh dariku.

Ia hari ini menggunakan jeans biru dengan baju atasan biru muda, rambutnya digerai, ia sangat cantik, seperti pertama kali dulu ketika aku jatuh cinta dengannya. Ia sangat cerdas, semua orang tahu itu. Seringkali ia mendapat penghargaan, mungkin prestasinya yang membuat ia bisa berada di sini, untuk kuliah.

Mungkin aku tak akan berani menyapanya, setelah aku membuatnya berair mata. Aku akan pergi.
***

Menurutku, Seoul tidak sekecil yang kubayangkan. Di sini banyak tempat kuliah, semoga aku tak satu tempat kuliah dengannya. Aku tak akan membuatnya terkejut dengan kehadiranku di sini. Aku tak akan merusak mimpinya. Ya, tetapi aku sudah merusak hatinya.

Kuteruskan langkah menuju universitas yang sejak dulu ingin sekali kuinjakkan kaki melangkah di sana. Tiba-tiba saja aku kaku, sebab dia ada di sana tengah sibuk dengan bukunya, seperti sedang mencatat sesuatu. Ah, mungkin ia tak akan memperhatikanku. Aku terus melangkah, dan aku berhasil melewatinya. Aku rapuh lagi mengingat aku pernah menyayat hatinya. Kupikir aku akan lega setelah melepasnya, tetapi ini justru membuat sebagian jiwaku berteriak-teriak memanggil namanya. Aku sudah hampir gila karena hal itu.

Sudah beberapa bulan berlalu. Ia belum menyadari bahwa ia masih menjadi bagian dari hari-hariku, terlebih ketika aku mengetahui kenyataan bahwa kami satu tempat kuliah. Ia belum tahu tentang aku, ia selalu sibuk dengan mimpinya.

Setengah tahun hampir berlalu, ia mungkin benar-benar sudah tak mengenaliku. Kini, aku selalu berani melangkah tiap kali harus melewatinya, tiap kali dia berada di depan mataku, tentu saja ketika ia tengah sibuk sendiri. Ia tak akan memperhatikanku.

“Tetap di situ!” Langkahku terhenti. Suaranya? Ia memanggilku? Ia mengenaliku? Aku berbalik. Ah, akhirnya ia memanggilku.
“Jadi, benar yang selama ini kulihat, kau memang ada di sini. Melanjutkan kuliah di sini? Kenapa? “ mimiknya begitu sendu, aku rapuh kembali. Tak tahu harus berkata apa. Aku membungkam.
“Apa begini caramu agar aku sulit untuk menghilangkanmu dalam benakku?!!” nadanya semakin tinggi. Ia tak peduli dengan orang-orang di sekeliling kami. Toh, orang-orang di Seoul tak akan mengerti dengan bahasa yang kami gunakan. Aku masih bungkam.
“Mengapa harus susah-susah seperti ini? Kau tak ada di sini juga tak akan membuatku mudah melupakanmu.” Nadanya mulai merendah.
“Aku merindukanmu.” Tak kusangka kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku.
Kemudian airmatanya jatuh. Aku tak bisa lagi menghitung sudah berapa seringnya aku membuat itu terjatuh.  Ia menyekanya dan pergi.
Andai ia tahu, ini bukan sesuatu yang disengaja, mungkin takdir tak ingin aku berpisah dengannya.
***

Hallo Ramadhan!



Gue kangen masa-masa bulan Ramadhan waktu gue masih SD dulu.

Waktu malam hari yang seharusnya digunakan sebagai waktu untuk shalat taraweh, gue malah keluyuran, mukena gue tinggalin aja di mesjid. Setiap malam enggak pernah lupa bawa duit, untuk jajan. Entah beli cimol, cilok, siomay, batagor, es krim, es cendol, ataupun  es cingcau. Semuanya gue suka. tapi, enggak semuanya gue beli, duit mana cukup. Anak SD gitu loh, cuma berapa sih uang jajannya.

Selain itu, sehabis sahur, waktu masih SD dulu, gue jarang tidur lagi. Seperti kebiasaan generasi 90’an, yang kalau ngajak main pasti nyamperin ke depan rumah terus neriakin nama kita, “AGEEEEE MAIN YUUUK!!!”  yagitudeh, waktu masih kecil gue sering dipanggil Age. Bukan age bahasa inggris yang artinya umur loh ya-_-

Nah, tiap selesai sahur, semua anak biasanya pada keluar untuk ngajak teman-teman yang lain shalat subuh. Selesai shalat subuh, kita simpan mukena di rumah, ambil jaket, dan mulailah berpetualang.

Dulu, sebelum gue tinggal di kota, gue tinggal di daerah pinggiran yang masih asri. Tepatnya pinggiran kota Bogor. Perumahan gue masih asri. Masih ada hutan-hutan kecilnya, sawah, empang, tanah menanjak, bukit-bukit. Kita semua kalau berpetualang bakal jauh banget apa lagi kalau lewat jalan tembusan. Dalam petualangan yang biasa kita lakukan adalah nyari air terjun untuk sekedar nyemplungin kaki, padahal ternyata baru gue sadari bahwa yang pernah gue datangin itu bukan air terjun, tapi selokan kecil dengan air yang enggak terlalu kotor jadi gue enggak tahu kalau itu got, najis:(