Jumat, 31 Juli 2015

Surat Untuk Mamaku Sayang


Assalamualaikum, ma?

Ma, aku kangen rutinitas kita di rumah mungil kita.
Ma, aku kangen suaramu yang membangunkanku di pagi hari untuk shalat subuh berjama’ah denganmu.
Ma, aku kangen suara do’amu untukku di atas sajadah.
Ma, aku kangen omelanmu dan kau selalu bertanya mengapa alarm handphone tak bisa membangunkanku padahal kau sudah membelikanku handphone yang begitu canggih.
Mama bilang, anakmu ini harus bangun pagi, mama bilang kebanyakan bencana sering terjadi di pagi subuh, maka merugilah orang yang tak terbiasa bangun subuh.
Mama bilang, anak gadismu ini harus bangun pagi, katanya supaya enggak malu-maluin jika di masa depan nanti bila sudah bersuami dan memiliki mertua.
Mama bilang, mama tak akan menjodohkanku dengan siapapun, mama membebaskanku memilih yang baik untukku, putri kecilmu yang kini beranjak dewasa ini teramat bodoh dalam memilih. Ma, biarkan Allah saja nanti yang pilihkan satu untukku.



Ma, maafkan aku yang suka tak ingin diatur penampilannya dan bersikap sok dewasa, padahal apa yang mama perintahkan selalu lebih baik untukku dari apa yang kuatur sendiri.
Ma, maafkan aku kalau dulu ketika kita masih serumah aku sering meninggalkanmu dan lebih sering pergi dengan teman-temanku. Aku harap mama memaklumi bahwa pada kala itu aku benar-benar dalam masa pencarian jati diri dan waktu itu aku hanya seorang anak SMA yang tahu bergaul dan mencari eksistensi dalam pergaulan.
Ma, maaf kalau pernah merasa dibohongi olehku. Aku cuma mau semuanya baik-baik saja. Aku cuma mau mama enggak marah sama aku.
Ma, maafin aku ya pernah bentak-bentak mama. Aku enggak bermaksud begitu, cuma suaraku aja yang agak meninggi. Aku nyesal berbicara dengan nada tinggi seperti itu di depan malaikat berhati lembut sepertimu, ma, sampai-sampai mama ketakutan melihatku.
Ma, maafin aku ya kalau aku suka dorong pintu kekencengan. Itu beneran kekencengan, ma. Aku bukan marah sama mama. Mama harus tahu itu.

Sabtu, 04 Juli 2015

One Day With Kemal Palevi

Hello.
Jawab dong.
Loyo amat.
Emang situ puasa? sama.

Numpang nulis diary lagi, ya.
Masih ingat enggak sama postingan gue yang #MimpiKawancut ? wkwkwkwk khayal bener dah itu. Iya, yang gue ceritanya berumah tangga sama Kemal Palevi.
Huek.
Ya ampun, biasa aja kali Kemalicious.
Ngimpi lo ya!
Ya emang kok:( hastagnya aja #MimpiKawancut
Enggak Kemal juga kali!
Duh, buat seru-seruan, kok:(

Okay, wait. Berikut ini beberapa persiapan acara kita.

Poster kita

Gedung kita

Kostum kita