Rabu, 26 Agustus 2015

Just Trying to Forget My Sadness

Many people say I am a frequent vacation, taveling, everywhere. But, they don’t know that I 'm just trying to forget my sadness. They think this and they think that, but they don’t  know what I feel and what I had in my mind.

No, no, is not because of love, heartbreak, or anything like that. It is more painful than that, this is a dream collapsed. No, no, not collapse, it's just not time to materialized.

Although I remain grateful, because I'm still healthy and not deficiency anything. Thankyou Bandung for cheer up me.


“WE ALL HAVE PROBLEMS. We all have times when we feel like killing ourselves. But, there are just simply bad days just like there are good days. And it takes both to make a person.” - @Dianarikasari

Senin, 10 Agustus 2015

Pecinta Seni? Saatnya Kamu ke Museum Affandi!

Mana suaranya pecinta seni? Khususnya seni lukis. Gue mau merekomendasikan salah satu museum yang amat luarbiasa. Museum ini berasa di Jl. Laksda Adisucipto no. 167, Jogjakarta. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 s/d 16.00 WIB, kecuali saat hari libur nasional.

Museum ini menampilan beraneka ragam lukis karya pelukis Affandi. Lukisan-lukisannya selalu mampu membuat yang melihatnya menganga. Sebelumnya, gue minta maaf, kalau yang gue share kebanyakan foto selfie gue. Maaf, yak.




Sabtu, 08 Agustus 2015

Suka Tempat Bersejarah? ke Taman Sari Water Castle, dong!


Hi, kalian yang lagi berlibur di Yogyakarta! First, welcome in Yogyakarta. I know you akan segera fallin in love with this city. Sudah di Yogyakarta dan bingung mau kemana? Okay, ini adalah postingan yang pertama untuk tempat wisata di Yogyakarta yang gue rekomendasikan pada kalian.

Bagi kalian pecinta sejarah dan suka datang ke tempat-tempat bersejarah, boleh nih datang ke sini, buat yang cuma mau liat-liat dan jalan-jalan doang juga silahkan. Semoga tertarik ya, hihi.


Tempat bersejarah ini namanya “Taman Sari Water Castle”. Tempat ini berada di tengah-tengah daerah pemukiman penduduk. Hanya dengan membeli tiket Rp 5.000 per kepala, kalian sudah bisa masuk dan melihat-lihat sepuasnya.


"Kutinggalkan dia karena DIA"


Assalamualaikum muda-mudi. Makin hari, berusaha makin dewasa. Bukan beradegan dewasa, tetapi berpikir secara dewasa.

Waktu jaman-jaman masih sekolah dulu (yaelah baru aja lulus tahun ini), kadang merasa enak ya punya kekasih, ada yang ngasih perhatian. Padahal bego, kan kita punya orangtua, punya saudara, punya teman dan sahabat, itu secara umumnya, belum lagi yang bergaulnya kemana-mana.

Punya kekasih, enak, soalnya ada yang beliin coklat, ada yang ngasih boneka, ada yang pakein jaket, ada yang mayungin, ada yang ngeboncengin, pokoknya udah deh si cewe kayak ratu bener. Itu pacaran atau pembantu sama majikan coba.

Coklat mah beli sendiri aja, tuh cokkie-cokkie banyak di warung. Boneka minta aja sama bokap lo. Emang lo enggak punya tangan sampai-sampai mesti dipakein jaket dan dipayungin segala. Diboncengin? Hmm cowo lo tukang ojek? Lo bayar berapa?

Pernah enggak sih mikir,
“dosa enggak, ya?”
“Ini tuh salah. Ini tuh enggak bener.”
“gue tuh enggak boleh kayak gini.”
“Nanti kalau masuk neraka gimana?”
“Emangnya gue ini siapa bisa nahan pedihnya api di neraka?”

Dan pemikiran-pemikiran kacau lainnya yang membungkam mulut bahkan hati kita. Sedih enggak sih mikir kesalahan-kesalahan kita di masa lalu?

Yuk, berhijrah. Move up bukan move on. Kali ini gue rekomendasikan buat perempuan-perempuan muslimah, akhwat-akhwat, dan ukhti-ukhti sekalian, ini adalah sebuah buku yang berisi tentang kisah nyata yakni curahan hati manusia-manusia yang akhirnya meninggalkan kekasihnya karena DIA. Bukan hanya itu saja, buku ini juga menceritakan kisah-kisah ketika sahabat-sahabat nabi melamar wanita yang mereka cintai dan mendapatkan berbagai respon yang berbeda. Lantas bagaimana kisah-kisah tersebut? Baca buku ini aja, yuk.

It’s in Indonesia, Guys! [End]

Dari awal gue sudah bilang kan, ketika kita berkunjung ke pantai Bira, akan ada banyak tempat menarik lainnya yang bisa kita temui. Jadi, hari itu ketika kami pulang, kami berencana untuk mampir ke pantai Apparalang. Sebenarnya bukan pantai, sih. Lebih mirip tebing-tebing. Jalan yang dilalui untuk ke sana juga cukup berat dan jauh masuk ke pelosok. Tetapi, ketika kalian sudah sampai di ujung tebing, kalian akan tahu hasil yang kalian dapatkan. Usaha pergi ke sana dengan medan yang sulit, terbayar dengan suguhan pemandangan yang luar biasa. Ini masih di Indonesia, loh!



Ayam Bakar Alakadarnya [7]

Lelah seharian bukan berarti malam dilewati hanya dengan istirahat. Sayang loh, sudah jauh-jauh ke Bira hanya untuk tidur, wkwk. Malam menjelang, gue dan yang lainnya menyiapkan peralatan kami. Menurut lu, peralatan apakah yang kami siapkan?

Eng i eng... ini dia peralatan bakar membakar, wetz. Yoi, kita mau membakar. Bakar ayam tepatnya. Bergegaslah kami membawa bahan dan peralatan ke pinggir pantai. Ala-ala anak pramuka, kami mulai membuat api unggun. Kami juga menggelar tikar, bermain gitar, bermain kejar-kejaran, mengukir tulisan-tulisan di pantai yang mungkin nanti juga hilang terbawa ombak, dan juga berfoto agar moment ini tertangkap dengan baik dan menjadi abadi dalam ingatan kami masing-masing, aiiih sedap.



Amazing Sunset! [6]


Satu moment yang jangan sampai kalian lewatkan begitu saja adalah ketika sunset tiba. I found amazzzzing sunset at this place. And i want say take me back!!! 



Enjoy an Afternoon with Banana Boat [5]


Sore harinya enaknya ngapain, yah? Kayaknya seru ya main banana boat. Yuk ah main banana booth dulu! Yuhuuu!!!

Pelampungnya dikencangin ya, udah siap? Pegangan erat-erat, ya.  Ketika banananya sudah mulai ditarik dengan kencang oleh kapal, jangan lupa ya untuk berteriak, yippiiiii!!! Hati-hati sama ombaknya, wusssshhhh!! Setelah beberapa kali banana memutar mengarungi samudera, eaaa, siap-siap ya untuk dilemparkan ke laut. Tenang aja, kan sudah make pelampung. Dan..... satu.. dua.. tiga.. byurrrr!!! Basah semuanya...



Senin, 03 Agustus 2015

Pulau Tanpa Penghuni & Kembaran Pantai Bira yang Memukau! [4]

Wah, rasanya masih pengen main sama penyu-penyu imut di penangkaran penyu tadi. Waktu yang semakin siang, membuat gue dan yang lainnya bergegas. Eits, jangan langsung balik ke pantai Bira, ya. Dekat dari penangkaran penyu tadi, terdapat sebuat pulau tanpa penghuni! So, gue dan yang lainnya bermaksud untuk menghuni pulau tersebut, ya sekitar 5-10 menit ajalah, ‘cause cuaca yang begitu terik membuat suasana menjadi silau dan tak nyaman untuk berlama-lama.



Main Sama Penyu? Siapa yang Enggak Mau! [3]

Sudah puas snorkeling, sekarang saatnya bermain dengan penyu-penyu lucu di penangkaran penyu, tentunya masih di Bulukumba. Penyu termasuk hewan yang cukup langka dan hampir punah. Lantas, gimana rasanya kalau kalian berkesempatan bermain dengan hewan langka yang satu ini?



It's Time to Snorkeling! [2]

Postingan-potingan berikutnya yang merupakan kelanjutan dari postingan ‘Welcome to Bira!’ akan gue beritahu kegiatan-kegiatan apa saja yang jangan sampai kalian lewatkan ketika sudah tiba di pantai Bira.


Kegiatan yang satu ini enggak bisa dilewatkan begitu saja. It’s time to Snorkeling! Yeay! Intip yuk gimana keseruan teman-teman yang tengah menikmati indahnya alam bawah laut di Bulukumba!



Minggu, 02 Agustus 2015

Welcome to Bira! [1]

Siapa bilang pantai-pantai eksotis di Indonesia hanya ada di Bali? Di Indonesia bagian lainnya juga banyak kok pantai eksotis lainnya. Bagi yang sudah pernah ke Bali atau bosan dengan Bali dan ingin mencoba pantai lainnya, gue rekomendasikan pantai yang satu ini. Cekidot.

Pantai Bira namanya. Terletak di daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jadi, bagi yang tinggal di luar pulau Sulawesi, kalian perlu otw ke Makassar dulu. Dari Makassar, dengan menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam barulah kalian akan sampai di daerah Bulukumba.


Pantai Bira dikenal sebagai pantai eksotis dengan pasirnya yang berwarna putih, sunset yang menawan, dan sunrise yang begitu indah. Yuk guys, intip kemegahan alam di Pantai Bira!