Senin, 23 Januari 2017

Catatan 20 Tahun

Yang pernah jatuh akan berdiri lagi..
Sama seperti manusia kebanyakan, aku pernah jatuh dan patah. Aku pernah hampir menyerah pada mimpi, pada hal-hal yang mungkin tak pantas dalam genggamku, pada dia yang pernah membuatku jatuh setengah mati, pada kejadian-kejadian yang mungkin kenangannya sulit untuk aku hindari.

Meski begitu, tiap kali jatuh, kucoba berdiri lagi. Tiap kali gagal, kucoba yakini suatu saat akan ada mimpi yang akan membersamaiku. Tiap kali aku diminta pergi, aku tak beranjak dari tempatku berdiri. Ketika takdir membawaku pada suatu rentetan kejadian yang kuanggap ajaib karena tak pernah terpikir sekalipun ini akan ada dalam skenario di hidupku. Lalu, firasatku membenarkan. Hatiku akan memastikan diriku jika suatu saat ada yang membuatku jatuh lagi, ia akan membantuku berdiri, tak akan lagi memintaku untuk pergi, tak akan lagi, tak akan lagi.

Terimakasih untuk yang jatuh padaku. Berdo’alah agar Allah lindungi kamu dari lemahnya jiwa yang jatuh hati agar kamu tak rasakan bagaimana patah hati akan mempersulit hari-harimu sendiri. Kau akan kesulitan makan, minum, tidur, dan melakukan aktifitas normal lainnya. Kau akan menjadi tak normal, bahkan enggan memandang dirimu sendiri di dalam cermin di kamarmu.

Terimakasih untuk selalu mendukung apa yang aku lakukan, termasuk ucapan terimakasih karena mengunjungi tulisan-tulisanku. Untuk mengetahui tentang seseorang khususnya di jaman sekarang, bukankah sangat mudah? Ketika kau tak berhenti membaca tulisannya kau akan memahami sendiri sang penulis itu, kau akan menyelami isi pikirannya bahkan hatinya. Lantas, masih maukah melakukan cara-cara yang tak elegant? Bukankah lebih tepat sasaran jika langsung meminta hatinya melalui Sang Penciptanya?

Yang patah tumbuh yang hilang berganti..
Seperti mimpi semalam. Seperti yang aku tuliskan dalam lembaran-lembaran agenda bisuku. Mimpi dengan sendirinya melukiskan dirinya. Keyakinan selalu menang bahwa Allah akan gantikan. Meski kala itu, langkahku terbelenggu dan mataku tak sanggup membendung, aku tahu, aku harus memilih. Meninggalkan hal baik untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dari sebuah perjalanan yang ikhlas, aku belajar banyak hal bahwa kau harus berani memilih, menjalani pilihan, dan menghadapi risiko dari segala pilihanmu.

Bukankah setiap manusia memiliki pilihan? Bukankah setiap manusia memiliki hak atas dirinya sendiri? Bukankah setiap manusia bisa memberontak? Untuk hati dan jiwanya sendiri. Setiap manusia adalah sama, sama-sama ditiupkan ruh ke dalam jiwanya, perihal ia memiliki wajah tampan atau cantik, bukankah itu hanya sebagian kecil bonus dari Sang Pencipta?

Lalu, di antara manusia-manusia itu Allah takdirkan untuk bertemu. Pertemuan diciptakan adalah untuk kau hargai. Jadi, aku ingin meminta maaf pada semua yang tak bisa melangkah bersamaku mungkin karena beberapa alasan yang tak bisa aku kemukakan. Tanpa mereka tahu, mereka selalu punya tempat di hatiku. Siapapun mereka. Tak kenal jarak atau waktu. Karena tiap orang yang hadir di dalam hidupku, jauh atau dekat, lama atau sebentar, selalu memberi kesan dengan cara mereka sendiri. Mungkin aku dingin terhadap mereka, tetapi mereka akan selalu hangat di dalam hati, di kenanganku. Tiap orang yang hadir adalah keputusan-Nya, adalah takdir dari-Nya. Mereka dihadirkan bukan sekedarnya saja, tetapi membawa pelajaran yang kadang manusia buru-buru tak ingin mengerti. Padahal, jikalau mereka memiliki waktu sebentar saja untuk memikirkan takdir yang tengah berjalan, mungkin rasa bijak akan hinggap.

Rabu, 18 Januari 2017

Dialogue [ 2 ]





“Jadi, kamu sudah berubah, ya? Kamu belajar keras meraih semuanya? Kenapa kamu melakukan ini? Aku tak pernah memaksamu untuk memaksakan dirimu sendiri.”
“Tidak ada yang bisa dilakukan selain belajar karena kamu tidak ada di sini.”



Dialogue [ 1 ]





“Kamu tahu tidak kenapa waktu itu aku menyarankanmu untuk tidak selalu mengupload fotomu?”
“Kenapa? Kamu cemburu jika ada pria lain yang melihat fotoku?”
“Bukan begitu. Apa hakku kala itu bahkan kini?”
“Lalu kenapa?”
“Aku takut.”
“Takut kenapa?”
“Takut jatuh hati berkali-kali padamu.”



Kamis, 12 Januari 2017

Tahukah?




“Aku sedang sibuk menata hati
Menyusun segala mimpi
Dan merangkai masa depanku nanti
Jangan sekedar datang
Hanya untuk membuyarkan imajinasi
Tahukah kau?
Betapa sulitnya aku
Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi?” - Dafauzia




Sumber gambar: Tumblr.com