Minggu, 25 Juni 2017

[All About Life] : F i r a s a t



“Banyak orang yang telah lewat

Mereka hanya melewatiku di tempat ini

Dimana aku?” – Ost. Goblin



Awalnya saya hanya menonton Goblin saja sampai di suatu titik, apa-apanya tentang Goblin mengingat saya tentang sebuah perjalanan hidup seorang wanita yang memiliki firasat tentang kehadiran seorang kekasih. Pria itu menjadikannya sebagai cinta pertama, hal itu yang membuatnya menatap tak percaya, bahkan setelah puluhan tahun, wanita itu selalu menjadi yang terindah untuk pria itu. Bagaimana mungkin, cinta pria itu selalu sama bahkan waktu sudah berlalu begitu banyak.


“Siapa kau?

Suka cita yang tak bisa kusembunyikan.” – Ost. Goblin



Pria itu selalu berada di sana, menjaga jarak berdirinya dari wanita itu. Pria itu tak melambai, hanya menatap. Wanita itu dengan segala tanya di benaknya berdiri di sana memunggungi pria itu. Di dunia ini ada orang-orang yang sudah cukup berbahagia meski hanya bisa memandangi punggung orang yang mereka cinta. Wanita itu tenggelam dalam firasatnya, dan pria itu dalam hati suatu hari akan menyelamatkan wanita itu dari segala firasat yang terlajur merisaukan hatinya.


“Bahkan di dalam mimpiku

Aku mencari ke seluruh dunia

Dimana kau dicengkeram

Kau di mana?” – Ost. Goblin



Pria itu pernah hadir, seperti angin yang berhembus di petang hari melewati pematang ladang sawah, seperti rembulan yang menjaga jarak dari bumi, seperti langit malam yang tak membiarkan kau menyentuh bintang-bintangnya. Dan wanita itu, cukuplah merasakan angin yang berhembus itu saja, cukuplah berpura-pura mampu memeluk rembulan itu, cukuplah tersita matanya sebab memandangi bintang-bintang di langit sepanjang malam.


“Aku akan menemukanmu

Aku akan mengenalimu

Dimanapun kamu berada

Seperti apapun kamu

Akan aku kenali.” – Ost. Goblin



Tetapi, wanita itu tak ingin membenarkan firasatnya tentang suatu hari itu. Menurutnya, suatu hari itu tak perlulah ia bayangkan sekarang dengan pengharapan yang nantinya terasa begitu panjang, karena jika firasatnya benar, maka akan dibenarkan saat hari itu juga, bahkan bukan sedetik sebelumnya. Sebab apa? Semua akan benar bila ucapan janji itu terucap di hadapan Tuhan. Bukan janji bisu diantara keduanya.


Maka dari itu heranlah ia dengan mereka yang sering membayangkan, dengan mereka yang membangga-banggakan, dengan mereka yang melawan takdir Tuhan dalam arti yang tidak sebenarnnya.


Jika firasatnya benar tentang suatu hari itu, maka wanita itu akan bungkam bibirnya, menangis kedua matanya, bahkan jauh sebelum hari itu, hatinya sudah gemetar. Lalu, ditengoknya kembali sebuah catatan di buku hariannya.


“Aku sudah mencintaimu sejak kemarin, hari ini, bahkan esok. Untukmu, yang bahkan belum kuketahui namanya.”



Seperti halnya Goblin, Goblin sudah mencintai Ji Eun Tak, jauh sebelum ia bertemu dengan gadis itu, jauh sebelum ia menemukan gadis itu. Tetapi, ia sudah mencintai gadis itu, siapapun gadis itu, dimanapun gadis itu.


“Aku akan mengingatmu

Aku akan melihatmu

Walau kau tak berada di sana

Walau setelah bertahun-tahun

Aku tak akan lupa

Bahkan untuk semua kata-kata dan ekspresi wajahmu.” – Ost. Goblin



Firasat itulah yang membuatnya mengabaikan yang lain. Firasat itu seolah-olah menuntunnya untuk menuju pada satu jalan. Maka, bukan ia tak peduli, bukan ia bersifat abai, tetapi sekali lagi, firasatnya yang membuatnya terlihat abai. Membuatnya tak bisa terkesima pada hal lainnya. Karena kebaikan pria itu, menyilaukan hatinya. Maukah kuberitahu apa kebaikan pria itu? Cara dia mencintai tanpa menjatuhkan, cara dia mengagumi tanpa menodai, cara dia datang tanpa banyak kata.


“Aku suka semua jalan yang akan kita lalui bersama

Aku suka semua pemandangan yang akan kita lihat bersama

Aku suka semua pertanyaan yang akan kita tanyakan malu-malu

Dan semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu

Semua saat-saat itu, aku mencintaimu.” – Ji Eun Tak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar