Berawal dari
sebuah sinetron berjudul “Bayangan Adinda”, hati gue jatuh di pemain utama
perempuan bernama Alyssa Soebandono dalam sinteron tersebut. gue yang saat itu
berumur 6 tahun, masih polos-polosnya dibuat jatuh hati sama Alyssa. Gue bukan
seorang lesbi, yah. Gue jatuh hati sama aura yang terpancar dalam dirinya,
wetzz. Artis ini orangnya sederhana, dan enggak ribet, itu yang gue liat.
Ditambah dia cantik pula.
Amanda dan Adinda
Sinetron ini
sedih banget. Sinetron ini menceritakan tentang dua orang anak yang kembar, namanya
Adinda dan Amanda. Keluarga mereka keluarga yang sangat bahagia. Suatu pagi,
ketika sang mama tengah di dapur, dan sang papa tengah baca koran sambil minum
kopi, sementara itu Adinda dan Amanda tengah di luar bermain sepeda. Mereka
berboncengan. Ceritanya kan harmonis banget gitu. Tiba-tiba lagi
senang-senangnya gitu kan, eh ada mobil yang melaju kencang dan menabrak sepeda
mereka. Otomatis mereka juga tertabrak, kan mereka yang bawa sepedanya. Hehe.
Innanillahi
wainna illaihi rajiun. Keduanya bersimbah darah. Tetapi, yang tertolong cuma
Amanda. Adinda meninggal dunia. Semenjak itu, Amanda kesepian. Jelas,
hari-harinya dulu selalu sama-sama dengan
Adinda. Tetapi, di kemudian hari ternyata Arwah Adinda bergentayangan.
Mungkin ia tidak tega melihat Amanda yang kesepian. Dengan ala-ala keanehan di
dalam sinetron, Adinda hadir kembali sebagai arwah atau bayangan yang di
sepanjang jalan cerita ia akan selalu membantu Amanda ketika menghadapi
berbagai kesulitan. Gue ingat salah satu episodenya, ada temannya Amanda yang
diculik. Saat itu Adinda membantu Amanda untuk meloloskan temannya. Ceritanya
yang bisa lihat Adinda itu cuma Amanda. Pokoknya gitu deh, itulah sebabnya
judul sinetronnya “Bayangan Adinda”.
Akhirnya,
semenjak hari itu, setiap gue nemu muka dia di majalah atau di koran, langsung
deh gue gunting tuh majalah atau koran, terus gue tempel wajah Alyssa cantik di
koleksi kertas-kertas gue. itu gue lakukan bertahun-tahun. Awalnya gue enggak
tahu nama aslinya, sampai pada akhirnya gue lihat dia. Lihat di majalah
maksudnya. Di situ tertera nama aslinya. Gue senang banget bisa tahu. Gue
selalu mengumpulkan foto-fotonya sampai suatu hari gue kenalan sama yang
namanya google. Waktu itu gue kelas 5 Sekolah Dasar. Gue kaget. Sialan, ternyata
di google ada banyak banget fotonya Alyssa. Yaiyalah. Jehhlass. Gue kesal
banget, banget, banget. Gue yang selama ini susah payah ngumpulin fotonya dari
majalahnya orang, dari korannya tetangga gue, sampai pernah gue minta izin ke
bokapnya teman gue buat minta korannya. Huft. Akhirnya gue berhenti. Sakit,
sis. Gue akhirnya berusaha kenal Alyssa lebih jauh. Meski cuma lewat google,
makasih dah google.

