Hidup dengan penuh kesadaran. Bersyukur
dan menikmati setiap ibadah, rutinitas, makanan, pertemuan-pertemuan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Tahu bahwa hidup di bumi tidak akan selamanya. Tahu tapi tidak sekedar tahu,
sehingga lelah tidak sekedar lelah, sebab niat tidak sekedar niat.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Tidak membiarkan hari berlalu dengan kesia-siaan. Berusaha membuat to do list
untuk dilakukan. Juga, tujuan-tujuan kehidupan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Belajar berkenalan dengan diri sendiri, tahu apa yang dibutuhkan, berusaha
meredam ego dari segala yang diinginkan—sebab sadar bahwa tidak semua hal di
dunia ini bisa kita miliki. Selalu kembali pada perenungan tentang mati. Tahu
bahwa usia diri sudah sepertiga dari rata-rata usia manusia yg hidup di bumi.
Tidak.. tidak. Hampir setengahnya mungkin.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Tahun ini banyak pelajaran, juga air mata yang bertumpahan, perjuangan demi
perjuangan, pertanyaan demi pertanyaan, bahkan ada satu hari dimana kebahagiaan
terjadi bersamaan dengan pemakaman yang tercinta. Juga, tentang selamanya
kehilangan dan tinggal kenangan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Bukan kehidupan kalau hanya ada kebahagiaan. Bahkan dalam kebahagiaan pun ada
ujian; kita diuji apakah kita tetap mampu bersyukur atau tidak, entah dengan
luka maupun kebahagiaan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Tahun ini banyak sekali hal yang 'baru bisa pertama kali' dalam hidup untuk
kulakukan; berkuda, renang, naik kereta 12 jam, melihat Blue Fire dari dekat,
bertemu monyet-monyet Baluran, sepedaan menyusuri sawah Bantul sampai ke
pantai, belajar bersama anak-anak di sekolah dasar. Juga, mencerna ilmu-ilmu yang
bertebaran di lingkungan, acara-acara, obrolan dalam pertemuan, juga
momen-momen di luar dugaan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Mempertimbangkan pilihan, mengambil keputusan, mengetahui apa yang
dipertanggungjawabkan.
Hidup dengan penuh kesadaran.
Semoga Allah senantiasa menjadi tujuan.
With Love,
Nina
Bdg, 24 Januari 2022
Kontemplasi setahun ke belakang
