Sumber gambar : My Gallery
“Kamilah yang menghamparkan bumi, dan kami pula yang menegakkan
gunung-gunung, serta menumbuhkan segalanya dengan imbang” (QS. Al Hijr: 19)
Alhamdulillah,
pada tanggal 14 April kemarin saya berkesempatan menginjakkan kaki di puncak
Prau setelah mengalami drama sakit dahulu, hehe. Awalnya sempat hampir batal
karena menjelang keberangkatan saya sakit, namun ternyata begitu kerasnya
kemauan untuk sembuh sehingga atas izin-Nya saya tetap berangkat dan
masyaAllah, Allah perlihatkan pada saya bagaimana kuasa-Nya mampu menggerakkan
kedua kaki saya hingga sampai di puncak dan memandang takjub pada bumi
ciptaan-Nya meski hanya dari satu sisi kecil, yakni puncak Prau. Perjalanan saya
menuju puncak Prau bisa teman-teman baca dalam postingan saya yang berjudul “Menginjakkan
Kaki di Puncak Prau!” beberapa postingan sebelum postingan ini.
Saya tipe
personal yang memiliki jarak lari pendek, tentu sangat terengah-engah ketika
mendaki meski tak berlari. Memulai pendakian pada pukul sembilan malam, tentu
saya kedinginan. Membawa ransel setinggi kepala, tentu bukan hal yang ringan
bagi saya apalagi saya baru saja sembuh. Tetapi, malam itu tiada saya berucap
bahwa saya ingin kembali, pantang bagi saya kembali, sebab kaki saya sudah
melangkah sejauh ini, pun mata saya yang menahan kantuk luarbiasa dibuat melek
terpesona dengan langit malam kala itu yang bertaburkan bintang. Pelan-pelan
bibir saya tersenyum bisu di tengah nafas yang memburu.
Kejutan belum
selesai rupanya, saya dibangunkan oleh angin yang mengetuk-ngetuk kemah saya
hingga jendela kemah tersingkap dan terlihatlah sunrise yang menawan. Sungguh,
saat itu rasanya tidak ingin pulang! Ingin membangun rumah saja di sana!
Secara tidak
langsung pengalaman mendaki ini menguatkan saya untuk terus berjuang dalam
menghadapi berbagai persoalan hidup yang datang. Seperti halnya saat menghadapi
jalan mendaki demi mencapai puncak, saat saya memutuskan untuk terus naik
hingga puncak meski seluruh tubuh telah lelah, seluruh peluh telah tumpah. Sesekali
saya menengok ke belakang dan tersadar sudah sejauh apa saya melangkah, sudah
sampai di titik mana saya berada dan pijakan saya saat itu terus menguatkan saya,
hati terus menyemangati, lalu seolah berbisik, “sedikit lagi, sedikit lagi! Sudah
hampir sampai!”
Hidup tak akan
pernah lepas dari berbagai persoalan, tak mengenal usia, laki-laki atau perempuan,
waktu, dan tempat, hidup terus saja menawarkan masalah, namun hidup juga
menawarkan berbagai kisah dan pengalaman yang kiranya pandai-pandailah kita
sebagai manusia melihat, berpikir, lalu mengambil pelajaran untuk kita pelajari
dan bersiap menghadapi masalah - masalah berikutnya.
“Gunung tidak membuat kita melupakan masalah. Gunung hanya membuat kita
merasa bahwa segala masalah tidak lagi berarti.” – Kawannya Fiersa Besari

Semoga bisa berjuang dengan gunung-gunung lain ya Mbak , kata orang , selalu ada pelajaran berharga setelah proses pendakian :D
BalasHapusSayangnya aku belum pernah naik gunung :(
Aamiin Aamiin. Ini aja aku ketagihan hihi.
HapusIya mbak, semoga kita termasuk orang-orang yang mudah mengambil pelajaran dari setiap proses pendakian maupun proses kehidupan. Aamiin :)
Mendaki, yuk! :D
Hwaaa.. Quotes nya itu lho bikin kangen aja naik gunung lagi
BalasHapusYuk :'D
Hapus