Sebenarnya saya
sudah tumbang dari hari selasa pekan lalu. Tapi, Kamisnya akhirnya keluar juga
dari sarang karena kebelet beli buku. Kembali mendekam di sarang dan baru
keluar lagi Minggu sore untuk COD antar pesanan jilbab dan sekalian pergi ke pasar.
Sisa-sisa hari
libur ini jadi kurang berfaedah karena sakit. Ngomong-ngomong, liburan saya
panjang sekali, dari lebaran sampai ketemu lebaran lagi. WQWQ. Jadi, hari-hari
terakhir liburan saya bakal pulang kampung lagi dan membuat ketidakfaedahan ini
segera berakhir!
Jadi, seorang
teman laki-laki saya pernah bilang, “kamu itu cewe, ada masanya kamu berdiam
diri di tempat tidur dan sakit perut.”
Mungkin kodratnya
perempuan memang begitu. Sebenarnya saya sudah lama tidak seperti itu alias
tetap penuh energi di hari-hari yang you know lah what I mean, tapi minggu ini
saya merasakan yang dia katakan. Seharian cuma bisa di tempat tidur, gerak
dikit nggak enak, bangun dari tempat tidur malah sakit kepala. Jam makan
terlewati. Lampu sampai malam nggak dinyala-nyalain. Iyalah, bangun aja susah. Gimana
ya, dilema gitu. Saya malas tidur, tapi mau ngapa-ngapain juga nggak bisa,
sampai akhirnya ketiduran, kebangun, terus ketiduran lagi.
Banyak orang
yang berlalu lalang di dalam hidup kita. Tetapi, tidak semuanya bisa peduli
seperti yang kita harapkan. Orang-orang mungkin tahu saya paling tidak suka
ditanya-tanya. Jadi, tidak ada yang bertanya juga saya kenapa di hari itu.
sampai seseorang yang saya harapkan akhirnya pulang. Saya tinggal di asrama,
dan tiap orang memiliki rasa peka dan peduli yang berbeda-beda.
Orang ini baru
saja pulang bekerja, kelelahan sudah pasti saya tahu. Saya menebak begitu dia
masuk ke kamar saya, pastilah dia bertanya, satu, “kamu kenapa?” kedua, “sudah
makan belum?”