24/12/14

Samudra di Tengah Dunia [Chapter 1]


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
 Meski seringkali kau malah asyik sendiri
 
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya
(Malaikat Juga Tahu – Dee Lestari )

Awalnya aku sempat terkejut ketika ia memintaku untuk menemaninya hari ini. Sudah lama sekali aku dan dia menjaga jarak, tetapi kami sama-sama tak tahu alasan mengapa kami membuat jarak. Orang-orang yang membuat kami menjadi seperti ini. Sudah lama aku tak melewati hari bersamanya. Ya, dulu kami sering pergi bersama, bukan karena terjadi sesuatu yang spesial di antara kami. Tetapi, karena ia menganggapku sebagai temannya. Sementara aku berbeda, aku memandangnya karena aku menyukainya. Dulu, ia memiliki seorang kekasih, dan aku bukanlah seorang perusak. Aku tak pernah mengatakan apapun, dan waktu terus berjalan menjadikan kami berdua sebagai teman. Hanya teman.

Tetapi, sekitar hampir setahun yang lalu, kekasihnya berpaling pada temannya sendiri. Aku tahu dia begitu terkejut, aku tak kalah terkejut. Awalnya aku cukup senang, memikirkan mungkin aku bisa mendapatkannya. Tetapi, begitu aku melihat hari-harinya yang berubah, aku mengerti bahwa ia begitu kehilangan. Aku tak tahu harus berbuat apa, karena jarak di antara kami sudah tercipta dengan jelas. Aneh rasanya bila menyapanya, tetapi aku tahu dari caranya melihatku, dia berkali-kali berusaha untuk menyapaku namun selalu diurungkannya niat itu.
“Mari kita buat jarak, mungkin dua minggu?” begitu katanya pada setahun yang lalu. Aku terkejut dengan perkataannya yang membuat keputusan seperti itu. Tetapi, aku mengerti mengapa ia melakukan ini.
“Baiklah, hanya dua minggu.” Kataku. Ia mengangguk lalu pergi. Namun, hingga kini aku merasa dua minggu itu tak kunjung berakhir. Tetapi, hari ini berbeda. Ia kembali.

20/10/14

How To Move On?

Guys, what do you think about move on? HAHAHA, maap gue terlalu frontal, ya? yang gagal move on pasti tahu banget tentang move on, kan? :3 HAHA, udah tahu aja masih gagal movel on :’D enggak usah dipaksainlah. Semakin kalian ingin melupakannya, semakin kuat ia dalam pikiran kalian. 

Sebenarnya gue punya tips cepat move on :3 tapi gue malas ngetiknya, ada sih tapi di konsep tertulis. Tapi, di postingan ini gue cuma mau ngetik 1 hal saja, 1 hal yang gue rekomendasikan buat kalian untuk menjawab pertanyaan How to move on? Ya, meskipun hal ini enggak bisa menjamin juga sih kalian bisa langsung move on.

Ini dia gue persembahkan kepada kalian wahai para kaum gagal move on….

23/09/14

Masha And The Bear Season 2


Kalian pada tahu nggak film anak-anak Masha And The Bear di Antv? Teman-teman gue pada suka sama film itu, loh :D lucu emang, apa lagi ketawanya si Masha, hihihihihi. Enggak ngerti deh kenapa film ini banyak digemari sama teman-teman gue, padahal kita udah SMA kelas 3, tua banget ya HAHA.

Masha And The Bear

Masha ini punya teman seorang beruang, eh maap seekor beruang maksudnya. Beruang itu kan binatang buas akan tetapi si Masha ini benar-benar enggak takut justru menjadikan si beruang ini sebagai temannya, jadilah judul sebuah film yaitu Masha And The Bear. Masha punya ciri kuhus dari penampilannya yaitu dia pakai semacam penutup kepala atau kerudung tapi poninya kelihatan :D haha duh Masha…

Sekarang ada Masha And The Bear season 2 loh :D HAHAHAHAH ijinkan gue memperkenalkannya, treng teng teng teng teng….

LOL

Ini sih bukan Masha And The Bear, tapi Masha And Nina xD HAHAHAHA

Selfie Please, But Not si Selfie!


Hai, udah lama enggak posting di blog ini! Iya, gue tau kok, kalian kangen. Maksudnya, kangen sama tulisan gue. Gue sering ngepost kok, tapi di blog gue yang satunya, blogalay gue. Enggak ngerti juga kenapa gue memilih untuk punya dua di blog. Kalau kalian membaca blog gue yang satunya, kalian akan melihat gue dari sisi yang benar-benar beda alias kalian bakal liat ke-alay-an gue. Yang penting, apapun yang gue tulis adalah apa yang emang gue mau tulis bukan copas, yeaaaay.

Selamat datang di label baru di blog Nina Mentari :D label bernama ‘Something that makes you laugh’. Enggak tahu kenapa tiba-tiba kepikiran tentang ini, mungkin karena dalam hidup kita sebenarnya emang banyak hal-hal lucu yang bisa ditulis dan dishare, ya supaya yang ketawa bukan kita saja, tetapi orang lain juga :D so, enjoy for reading it, guys!

Kali ini ada cerita lucu dari seorang teman gue, sebut aja namanya Pimen. Kalian tahu kan jejaring sosial baru yang namanya Ask.fm? jejaring sosial yang memungkinkan kita untuk kepo sekepo-keponya ke teman kita, musuh kita, doi kita, siapapun itu. Yah, sekarang udah berubah sih dari Ask.fm menjadi Judge.fm karena saking banyaknya tukang kepo yang sekaligus merangkap menjadi tukang judge yang naudzubillah mengarah ke fitnah….

Nah, di dalam Ask.fm itu kan ada beberapa istilah. Istilah PAP digunakan untuk meminta si punya akun mengupload foto mereka. PAP ini terbagi menjadi banyak, pap ya bukan pup. Ada namanya PAP ootd, PAP puberty, PAP selfie, dan lain lain.

 "Pap mirror selfie"

11/07/14

Nokia Lumia 1520 Untuk Kita Semua


Hai, ada kabar gembira untuk kita semua! :D Bukan kabar tentang kulit manggis kini ada ekstraknya, loh. Kabar gembira untuk kalian yang senang bermain  gadget, kini ada Nokia Lumia 1520 yang bisa kalian nikmati berbagai fiturnya. Nokia Lumia 1520 ini memiliki fitur yang mampu memudahkan kita dalam berkomunikasi seperti Internet Explorer 10, dan aplikasi sosial media seperti Facebook, LinkedIn, dan twitter ada dalam Nokia Lumia 1520.

Kemarin, teman gue ada yang pamer Nokia Lumia 1520. Wajar aja dia pamer, Nokia Lumia 1520 keren banget. Pantas, akhir-akhir ini dia lancar banget internetan. Teman gue ini senang banget berselancar di dunia maya terutama Youtube. Kalian bisa saling sharing video melalui Nokia Lumia 1520 ini, tentunya dengan fitur-fitur hebat yang ada di dalam Nokia Lumia 1520 ini. Kalian dapat sharing video melalui Youtube, Youtobe Picasa, dan lain sebagainya.

Masih mau tahu lagi kehebatan dari Nokia Lumia 1520 ini? Nah, gue tambah lagi informasinya, ya. Nokia Lumia 1520 ini memiliki Hotspot Wi-fi. Jadi, kita enggak perlu bingung kalau enggak punya paket internet atau kuota internet sudah habis. Langsung aja capsus ke tempat yang menyediakan layanan hotspot gratis seperti warkop atau kafe.

Menariknya lagi Nokia Lumia 1520 ini memiliki menu anti-mainstream, enggak seperti menu handphone pada umumnya. Soal ukuran, kalian tenang saja, Nokia Lumia 1520 ini diciptakan seramping mungkin dengan ukuran panjang hanya 162 mm, tebalnya 8,7 mm, lebarnya 85,4 mm, dan beratnya 209 g.

Kalian enggak perlu khawatir jika tersesat di tengah jalan, karena dengan memiliki Nokia Lumia 1520 ini akan membantu kalian dengan fitur HERE Drive+, yakni HERE Maps yang dapat membantu kalian untuk sampai ke tempat tujuan.

Dear Hello Kitty Addict

Kak Ziiizuuu :3
 

Namanya Khadijah Nur Azizah, nama yang begitu istimewa. Kak Zizu aku biasa memanggilnya.

Aku mengenalnya sekitar 2 tahun yang lalu ketika kami bertemu di acara Makassar  International Writer Festival. Acara itu diadakan di sebuah tempat bersejarah di kotaku, tepatnya di Fort Rotterdam. Sebuah benteng yang berada di dekat pantai dengan bangunan unik nan kokoh, tempat berkumpulnya manusia yang ingin menikmati hari dengan menghirup udara bebas sebab terkadang hidup membosankan dengan keberisikan orang-orang yang berpura-pura peduli namun entah bagaimana bisa pada celah bagian belakang mereka saggup membeberkan keburukan kita.

Kalimatku terlalu panjang, ya? begitulah mungkin ketika aku mengeluarkan segala hal dalam pikiranku yang luarbiasa bukan main banyaknya. Otak manusia mampu memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, sayangnya seringkali lupa apa yang pernah selalu menjadi terpikir kemudian hal itu hilang entah kemana dibawa pergi angin nakal. Seperti aku yang kini telah hilang dalam pikiran pria yang kucintai itu. Maaf, aku seharusnya membicarakan gadis cantik bernama Zizu ini, bukan hatiku yang sedang terombang-ambing puingnya di tengah laut luas, seseorangpun tak mungkin bisa menemukannya.

06/07/14

Agar Ramadhan Tak Sia-Sia





Agar Ramadhan kita enggak sia-sia, gue mencoba untuk menuliskan 10 Sunah Harian di bulan Ramadhan, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan yaaaa, apa lagi yang sadar banyak dosanya cepet-cepet tobat, ini bulan Ramadhan loh, dimana ampunan lagi banyak-banyaknya diberikan oleh Allah :)

1.       QIYAMULLAIL/TARAWIH
“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamulail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang shalih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat kepada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa.” (HR at Tirmidzi)


2.       QIRA’AH AL-QUR’AN
“… Jibril senantiasa menemui beliau di setiap malam dari bulan Ramadhan, bertadarus Al-Qur’an bersama beliau..” (HR Bukhari dan Muslim)


3.       MAKAN SAHUR DAN SEGERA BERBUKA
“Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR an Nasaa’I dan Ahmad)
“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka” (Muttafaqun Alaihi)


4.       MELAKSANAKAN SHALAT-SHALAT SUNNAH
“Dan seorang hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan yang ibadah sunah sehingga Aku cinta kepadanya.” (HR Bukhari)

Comeback



Aku  pikir aku sudah benar-benar melepaskannya. Tetapi, dari seberapa sering ingatanku mengenangnya, dari seberapa sering aku masih merindukannya, dari seberapa sering mataku mencari sosoknya, dia ternyata belum hilang, masih membekas.

Aku tiba di Seoul kemarin pagi. Harapan untuk benar-benar bisa melupakannya begitu besar di benakku, tetapi semuanya hilang begitu bayangnya nyata berada di depan mataku. Ia memang tak melihatku, tak menyadari keberadaanku, tetapi mataku tak mungkin salah melihat sosoknya hanya karena aku masih sering memikirkannya. Dia benar-benar nyata. Ada di depan mataku.

Segera kualihkan pandanganku, dan kembali ke arahnya. Dia benar masih ada di sana, baru saja keluar dari taksi dengan kopernya. Entah aku menyesal karena kembali bertemu dengannya atau sangat bahagia menyadari ia berada tak jauh dariku.

Ia hari ini menggunakan jeans biru dengan baju atasan biru muda, rambutnya digerai, ia sangat cantik, seperti pertama kali dulu ketika aku jatuh cinta dengannya. Ia sangat cerdas, semua orang tahu itu. Seringkali ia mendapat penghargaan, mungkin prestasinya yang membuat ia bisa berada di sini, untuk kuliah.

Mungkin aku tak akan berani menyapanya, setelah aku membuatnya berair mata. Aku akan pergi.
***

Menurutku, Seoul tidak sekecil yang kubayangkan. Di sini banyak tempat kuliah, semoga aku tak satu tempat kuliah dengannya. Aku tak akan membuatnya terkejut dengan kehadiranku di sini. Aku tak akan merusak mimpinya. Ya, tetapi aku sudah merusak hatinya.

Kuteruskan langkah menuju universitas yang sejak dulu ingin sekali kuinjakkan kaki melangkah di sana. Tiba-tiba saja aku kaku, sebab dia ada di sana tengah sibuk dengan bukunya, seperti sedang mencatat sesuatu. Ah, mungkin ia tak akan memperhatikanku. Aku terus melangkah, dan aku berhasil melewatinya. Aku rapuh lagi mengingat aku pernah menyayat hatinya. Kupikir aku akan lega setelah melepasnya, tetapi ini justru membuat sebagian jiwaku berteriak-teriak memanggil namanya. Aku sudah hampir gila karena hal itu.

Sudah beberapa bulan berlalu. Ia belum menyadari bahwa ia masih menjadi bagian dari hari-hariku, terlebih ketika aku mengetahui kenyataan bahwa kami satu tempat kuliah. Ia belum tahu tentang aku, ia selalu sibuk dengan mimpinya.

Setengah tahun hampir berlalu, ia mungkin benar-benar sudah tak mengenaliku. Kini, aku selalu berani melangkah tiap kali harus melewatinya, tiap kali dia berada di depan mataku, tentu saja ketika ia tengah sibuk sendiri. Ia tak akan memperhatikanku.

“Tetap di situ!” Langkahku terhenti. Suaranya? Ia memanggilku? Ia mengenaliku? Aku berbalik. Ah, akhirnya ia memanggilku.
“Jadi, benar yang selama ini kulihat, kau memang ada di sini. Melanjutkan kuliah di sini? Kenapa? “ mimiknya begitu sendu, aku rapuh kembali. Tak tahu harus berkata apa. Aku membungkam.
“Apa begini caramu agar aku sulit untuk menghilangkanmu dalam benakku?!!” nadanya semakin tinggi. Ia tak peduli dengan orang-orang di sekeliling kami. Toh, orang-orang di Seoul tak akan mengerti dengan bahasa yang kami gunakan. Aku masih bungkam.
“Mengapa harus susah-susah seperti ini? Kau tak ada di sini juga tak akan membuatku mudah melupakanmu.” Nadanya mulai merendah.
“Aku merindukanmu.” Tak kusangka kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku.
Kemudian airmatanya jatuh. Aku tak bisa lagi menghitung sudah berapa seringnya aku membuat itu terjatuh.  Ia menyekanya dan pergi.
Andai ia tahu, ini bukan sesuatu yang disengaja, mungkin takdir tak ingin aku berpisah dengannya.
***

Hallo Ramadhan!



Gue kangen masa-masa bulan Ramadhan waktu gue masih SD dulu.

Waktu malam hari yang seharusnya digunakan sebagai waktu untuk shalat taraweh, gue malah keluyuran, mukena gue tinggalin aja di mesjid. Setiap malam enggak pernah lupa bawa duit, untuk jajan. Entah beli cimol, cilok, siomay, batagor, es krim, es cendol, ataupun  es cingcau. Semuanya gue suka. tapi, enggak semuanya gue beli, duit mana cukup. Anak SD gitu loh, cuma berapa sih uang jajannya.

Selain itu, sehabis sahur, waktu masih SD dulu, gue jarang tidur lagi. Seperti kebiasaan generasi 90’an, yang kalau ngajak main pasti nyamperin ke depan rumah terus neriakin nama kita, “AGEEEEE MAIN YUUUK!!!”  yagitudeh, waktu masih kecil gue sering dipanggil Age. Bukan age bahasa inggris yang artinya umur loh ya-_-

Nah, tiap selesai sahur, semua anak biasanya pada keluar untuk ngajak teman-teman yang lain shalat subuh. Selesai shalat subuh, kita simpan mukena di rumah, ambil jaket, dan mulailah berpetualang.

Dulu, sebelum gue tinggal di kota, gue tinggal di daerah pinggiran yang masih asri. Tepatnya pinggiran kota Bogor. Perumahan gue masih asri. Masih ada hutan-hutan kecilnya, sawah, empang, tanah menanjak, bukit-bukit. Kita semua kalau berpetualang bakal jauh banget apa lagi kalau lewat jalan tembusan. Dalam petualangan yang biasa kita lakukan adalah nyari air terjun untuk sekedar nyemplungin kaki, padahal ternyata baru gue sadari bahwa yang pernah gue datangin itu bukan air terjun, tapi selokan kecil dengan air yang enggak terlalu kotor jadi gue enggak tahu kalau itu got, najis:(

23/06/14

Kalian Ngangenin!


Kalian yang gue maksud bukan kalian! :p kalian ini adalah beberapa makanan dan minuman yang bakal gue bahas, makanan-makanan dan minuman-minuman ini adalah makanan yang ngangenin! Gue udah lama enggak makan makanan-makanan dan minuman-minuman ini :9 makanan-makanan dan minuman-minuman sederhana yang meninggalkan setiap kelezatan di lidah para pencicipnya, nyummyyyy! :3

Pertama, ada ini nih, rujak bebek. Bukan ‘bebek’ yang temannya si ayam, tapi coba baca bebek dari sudut huruf e yang berbeda. Istilah lainnya dibejek. Rujak bebek ini menggunakan daun pisang sebagai wadahnya. Aih, sedappp.

Rujak bebek

Berbagai macam buah dibejek  sampai hancur. Kalau mau pedas, cabenya dibanyakin. Kalau enggak mau pedas, yaudah enggak usah pakai cabe. Rasanya pedas-pedas gimana gitu…

Terus selanjutnya ada ini, nih. Masih mirip sama kayak yang tadi. Tapi, yang kali ini adalah es rujak serut. Bayangin buah-buah diserut-serut, kemudian dimasukkan dalam plastik dan disimpan di freezer sampai membeku, nikmat banget dimakan siang-siang tepat matahari lagi panas-panasnya, segerrrrr benget :9

 Es rujak serut


Yang berikutnya adalah favorit gue banget, tahu gejrot, bro! oh tidaaaaaak aku ngiler bangeeeet terhadap makhluk yang satu ini :9

Tahu gejrot

18/06/14

El Dan Keberandalannya [The End]



Dia selalu sibuk dengan bisnisnya, akupun juga begitu dengan urusan di kantorku dan usaha butikku, tetapi ia selalu menyempatkan diri untuk bertemu denganku. Setiap weekend kami selalu keliling kota, kadang naik motor scoopy-nya, kadang juga dengan Honda jazz milikku.

Hingga suatu hari ia datang dengan membawa kejutan.
“Coba tebak, ini kotak apaan?” aku melihat kotak kecil yang dibawanya. Sudah jelas itu sebuah kotak cincin.
“Itu kotak cincin, emang kenapa? Mau dijual? Butuh duit?” candaku. Mimiknya yang tadi serius berubah menjadi jengkel.
Please, gue serius, Raisa.” Katanya. Deg, dia membuatku deg-degan, ngapain sih nyebut namaku segala?
“Gue juga serius, El, lu butuh duit atau gimana?”
“Gue mau ngelamar cewek.” Ujarnya sambil berbisik.
“Oh, cewek? Doyan juga lu sama cewek.”
“Kok lu gitu, sih?” dia bertambah jengkel.
“Oke oke, ceweknya itu siapa?”
“Nah, itu dia gue bingung siapa. Kalau lu mau enggak?”
“Hah??” dia pasti bercanda, itu pikirku. Dia masih menunggu reaksiku. “Mau enggak lu?”

Dia apa-apaan, mengatakannya semudah itu, seperti menawarkan es krim kepada seorang anak kecil berkuncir dua.
“Enggak mau gue, lu mau jadi imam gue? Shalat aja lu enggak becus.” Dia sedikit tercengang mendengar omonganku, mungkin aku terlalu frontal. Masih kuingat pada beberapa tahun yang lalu, ketika waktu Ashar tiba.
“Gue mau shalat Ashar nih, lu mau temenin enggak? Belum shalat juga kan lu?” tanyaku pada Keenan yang saat itu tengah bersama El. El melirikku, mungkin heran kenapa aku hanya mengajak Keenan saja. “Apa liat-liat? Mau ikutan shalat juga?” setahuku dia jarang shalat, makanya aku hanya mengajak Keenan saja. El tertawa. “Shalat? Haha, kapan lu pernah liat gue shalat?” El kurang ajar. “Tapi ayo deh, gue imamin lo!” ujarnya sambil tertawa. Aku menjutekinya. Kini, entah apa yang ada di pikirannya, apa maksudnya ia membawakanku kotak cincin itu.

15/06/14

El Dan Keberandalannya [Chapter 2]



Dia sangat nakal, kan? Dan kenakalannya itu mempengaruhi 2 orang temanku yang culun. Aku mendapati mereka bertiga merokok di pinggir jalan.
“Heh, elu! Lu ajarin apa anaknya orang?!” bentakku dengan ganas. Seperti biasanya, ia hanya diam menatapku dengan alisnya yang tak biasa. Mulai saat itu, aku mulai menjaga jarak darinya. Cowok nakal ini bisa saja mempengaruhiku, atau aku sendiri yang terpengaruh olehnya. Beberapa kali aku menolak tebengannya.
“Nih, rokok nih.” Dia menyodorkanku dengan senyum lebar.
“Apaan sih? Gila lo!” seruku dengan ketus.
“Lo nginep di sini enggak, bro?” tanya Keenan.
“Gimana yah, bro? ini nih, ada bidadari mau diantar pulang dulu, kasian udah malam.” Jawabnya sambil melirikku.
“Idih, siapa yang mau diantar pulang sama elu?! Enggak usah, gue pulang sendiri aja. Gue mandiri kok.”
“Beneran bisa pulang sendiri?” tanyanya, seolah-olah aku tak akan baik-baik saja bila tak bersamanya. Aku hanya mengangguk yakin.
“Yaudah sana, pulang sendiri.” Katanya dengan nada cuek. Huh, kupikir tadi ia mengkhawatirkanku jika pulang sendiri, ternyata sama sekali tidak.
Suatu hari aku terkejut dengan kabar buruk tentangnya.
“El!” teriakku siang itu, ia tengah merokok di pinggir jalan.
“Lu bolos lagi?”
“Bolos?” ia tertawa keras. “Pura-pura enggak tahu lo.”
“Jadi? Berita itu emang benar?”
“Berita yang mana sih? Enggak usah sok simpati kayak gitu, gue tahu elu senang udah enggak satu sekolah lagi sama gue.”
“Maksud lu apa? Lu tuh kenapa? Kenapa sampai di keluarin dari sekolah? Lu gila, lu keterlaluan, kerja pr aja enggak becus lu, sekarang malah merokok di sini, sok dewasa banget tau enggak lu!”
“Diem aja deh kalau enggak tahu apa-apa.”
“Gue tahu hidup lu. Gue tahu latar belakang keluarga lu. Gue tahu lu pernah nangis gara-gara nyokap lu, ngaku lu!”
Dia terdiam sejenak.
“Lu tahu apa, Raisa? Hah?!!!”
Aku bergidik.
“Meskipun bokap lu kasar ke elu dan nyokap lu, meskipun dia ninggalin kalian berdua, lu seharusnya enggak boleh kayak gini. Tolol banget sih! Lu harusnya buktikan ke bokap lu, bahwa lu bisa jaga nyokap lu, bisa menjadi pria yang lebih baik dari dia!!!! Ngerti enggak sih, lu?! Dasar bocah!”
Dia diam, menatap jalanan.
“Yeee bocah ngatain bocah! Terserah lu aja.” Ucapnya pelan kemudian meninggalkanku.

El Dan Keberandalannya [Chapter 1]




Mobilku berhenti tepat di depan sebuah kafe. Sosok kecil dan imut yang dulu kukenal itu sudah duduk tenang menungguku di salah satu kursi kafe. Ia terlihat memperhatikanku dari kursinya. Mungkin ia sedikit terperangah, langganan ojeknya dulu kini telah menjadi seseorang yang berani membawa mobil sendiri.

Kini, dia nampak tak imut seperti dulu, tetapi dia memancarkan pesonanya yang lain. Ketampanannya tak berubah. Raut alisnya yang tak biasa, hidung mancungnya, dan bibirnya yang sedikit menghitam, sebab ia seorang perokok. Tubuhnya tegap tak terlalu berisi, namun lekuknya benar-benar seperti memamerkan otot-ototnya, meski sekarang ia tengah menggunakan jas rapi. Tinggiku dengannya hampir sama, hanya saja dirinya lebih tinggi beberapa centimeter.

Awalnya tak pernah di benakku muncul kata “imut” untuk dirinya. Tetapi, suatu kali ketika kami tengah berboncengan, iya, dulu dia sempat menjadi tukang ojekku, aku berteriak, “Lu kurus banget!” teriakku.

“Hah? Gue bukan kurus! Gue imut!” protesnya.
“Gue enggak suka cowok kurus! Enggak enak dipeluk!” gurauku.
“Alah, sekarang cewek enggak ngeliat muka sama body, asal dompet tebel, cewek pasti mau.” Ujarnya dengan pede.
“Tapi, gue bukan cewek kayak gitu!”
“Ih yaudah sih, yang penting dompet gue tebel. Ingat ya, gue imut bukan kurus!”
“Iya iya, avatar lu nipu banget! Ototnya gede banget! Itu kan efek kameranya aja, aslinya kerempeng lu!”
“Namanya juga fotografer, bermain dengan efek.”

Ya, meski kami kala itu baru duduk di kelas 2 SMA, ia berpenghasilan sendiri sebagai seorang fotografer, makanya ia selalu percaya diri mengatakan bahwa dompetnya tebal.

Dia masih memperhatikanku sampai kami berhadapan. Dia tersenyum tipis.
“Hai mba, lu udah banyak berubah. Makin kece , apa lagi sekarang udah jadi hijabers gitu.”
“Hai bang, lu juga, alisnya makin badai aja. Berandalan kok pakai jas?” ledekku.
“Emang enggak boleh? Gue kan pebisnis profesional, cuy.” Pamernya.

Ya, dulu ia adalah seseorang yang kukenal seperti berandalan, amat nakal. Selama aku berteman dengannya, aku hanya mendapat kesan polos dari sikapnya. Tetapi, suatu hari aku menemukan akun instagramnya. Dari sanalah aku mendapatkan kesan nakal. Berbagai macam fotonya dari mulai yang ditindik memakai anting-anting di telinganya layaknya preman, lalu menggunakan tato meskipun bukan yang permanen, hingga posenya yang terbanyak adalah ketika ia tengah merokok. Tak tanggung-tanggung fotonya bersama mantan kekasihnya juga ada di sana. Mereka berpose berpelukan, berciuman, dan saat itulah aku merasakan jijik dan ilfeel yang amat sangat, meski harus kuakui gadis yang bersamanya itu amat sangat cantik.
“Gila lu, anaknya orang udah lu apain?!”
“Biasa aja keles, pasti lu belum pernah begitu, kan? Makanya lu norak..”
“Lu kali yang kagetan sama yang namanya gaul! Salah gaul lu!”
“LU YANG NORAK!” 

03/06/14

Wisata Kuburan di Tana Toraja



Hallooo? Mungkin ada yang mau tahu tentang situs-situs penguburan di Tana Toraja, atau ada yang sedang mencari resensi? Kali ini gue mau ngeposting situs-situs penguburan di tana toraja yang gue sempat kunjungi. Pertama, situs penguburan Lemo.

 Welcome to lemo

 Tebing lemo

Perkuburan Lemo oleh masyarakat Tana Toraja dianggap memiliki fungsi sebagai rumah para arwah. Mayat-mayat disimpan di tengah bebatuan yang curam. Selain itu, ada puluhan makam unik yang berjejer di dinidng batu dilengkap dengan patung berupa manusia lengkap dengan diberi pakaiannya layaknya manusia yang masih hidup. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni, dan ritual.

Lokasi Baby Grave

04/04/14

Langkah-langkah Membuat Buku



Kali ini gue mau membagi sedikit ilmu. Sejak dulu, gue suka menulis, suka banget malahan, kira-kira sejak kelas 4 SD. Karena orangtua gue sangat mendukung, maka mereka mengikutkan gue dalam suatu les, les menulis lebih tepatnya. Di sana, gue diajari berlatih menulis cerita oleh seorang penulis. Jadi, setiap hari Minggu, gue pergi ke Depok naik kereta dari Bogor hanya untuk mengikuti les itu. gue sih asik aja.
Sekarang, gue udah kelas 1 SMA dan gue juga udah pindah ke kota Makassar di Sulawesi Selatan. Kemarin tiba-tiba nemu sebuah map yang dulu selalu gue pake kalau les menulis, dan isi mapnya masih utuh. Berikut ini ada beberapa langkah dalam membuat buku yang gue dapat dari salah satu note gue dari map itu.
Langkah-langkah membuat buku :
-                      Membuat draft
Kita bisa menulis apa saja yang terlintas di pikiran kita. Tidak takut salah, tidak memikirkan ejaan, yang penting isi kepala keluar dalam bentuk tulisan. Perasaan emosi yang kita rasa juga bisa dituangkan dalam bentuk tulisan, termasuk segala rasa dan ekspresi kita.
-                      Memilih bentuk karangan
Kita baru akan menentukan bentuk karangan apa yang cocok untuk draft kamu. Misalnya, ungkapan hati cocok dituangkan dalam bentuk puisi, pengalaman hidup dalam bentuk cerpen atau novel, kata-kata jenaka dalam bentuk komik, dan lain sebagainya.
-                      Menyunting
Kita perlu memotong naskah yang panjang, kemudian mengganti kalimat yang dianggap bertele-tele agar enak dibaca.
-                      Koreksi
Kita baca lagi, mungkin saja ada pemakaian ejaan atau tanda baca yang kurang tepat.
-                      Menerbitkan
Artinya mengcopy lebih dari satu agar bisa dibaca banyak orang. Kita bisa memberi kesempatan kepada teman kita untuk membacanya seraya meminta pendapatnya. Jangan lupa kirim ke penerbit dan jangan berpikir negatif dengan hasilnya. Jika satu penerbit menolaknya, bukan berarti penerbit yang lain bertindak sama. Tak ada salahnya mencoba lagi, tak ada yang salah dengan kegagalan. Selamat membuat buku! :)