“Banyak orang yang telah lewat
Mereka hanya melewatiku di tempat ini
Dimana aku?” – Ost. Goblin
Awalnya saya
hanya menonton Goblin saja sampai di suatu titik, apa-apanya tentang Goblin
mengingat saya tentang sebuah perjalanan hidup seorang wanita yang memiliki
firasat tentang kehadiran seorang kekasih. Pria itu menjadikannya sebagai cinta
pertama, hal itu yang membuatnya menatap tak percaya, bahkan setelah puluhan
tahun, wanita itu selalu menjadi yang terindah untuk pria itu. Bagaimana
mungkin, cinta pria itu selalu sama bahkan waktu sudah berlalu begitu banyak.
“Siapa kau?
Suka cita yang tak bisa kusembunyikan.” – Ost. Goblin
Pria itu selalu
berada di sana, menjaga jarak berdirinya dari wanita itu. Pria itu tak
melambai, hanya menatap. Wanita itu dengan segala tanya di benaknya berdiri di
sana memunggungi pria itu. Di dunia ini ada orang-orang yang sudah cukup berbahagia
meski hanya bisa memandangi punggung orang yang mereka cinta. Wanita itu
tenggelam dalam firasatnya, dan pria itu dalam hati suatu hari akan
menyelamatkan wanita itu dari segala firasat yang terlajur merisaukan hatinya.
“Bahkan di dalam mimpiku
Aku mencari ke seluruh dunia
Dimana kau dicengkeram
Kau di mana?” – Ost. Goblin
Pria itu pernah
hadir, seperti angin yang berhembus di petang hari melewati pematang ladang sawah,
seperti rembulan yang menjaga jarak dari bumi, seperti langit malam yang tak
membiarkan kau menyentuh bintang-bintangnya. Dan wanita itu, cukuplah merasakan
angin yang berhembus itu saja, cukuplah berpura-pura mampu memeluk rembulan
itu, cukuplah tersita matanya sebab memandangi bintang-bintang di langit
sepanjang malam.
