Tampilkan postingan dengan label Rekomendasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rekomendasi. Tampilkan semua postingan

11/04/20

#AprilProduktifDay11 : Ayam Bakar Pak Yanto Nagih!


Berbicara soal makanan, tidak akan pernah ada habisnya. Oleh karena itu, mari saya ceritakan satu saja makanan yang menurut saya cocok di lidah banyak orang yaitu Ayam Bakar Pak Yanto di Yogyakarta. Saya sudah berlangganan sejak Pak Yanto mengatakan, “Semoga ujian PTN-nya lulus ya, Mbak Nina!” sampai beliau mengatakan, “Wah, sudah semester berapa sekarang, Mbak Nina?”

Pak Yanto, pengusaha Ayam Bakar yang tak pernah lupa dengan pelanggannya. Hampir-hampir ia hafal semua nama pelanggan tetapnya. Saya perhatikan, setiap kali ada pelanggan yang baru saja tiba dan hendak memesan, Pak Yanto akan menyapanya terlebih dahulu dengan nama orang tersebut. Lalu, beberapa kali juga saya dapati para pelanggannya memesan sambil bercerita membuat pengakuan bahwa mereka sudah langganan Ayam Bakar Pak Yanto sejak masih sekolah, padahal saat itu saya melihat sang pelanggan seperti orang yang sudah bekerja. Wah, betapa berhasilnya Pak Yanto membuat para pelanggannya bertahan hingga saat ini, termasuk saya! (hahaha).


Penampakan Ayam Bakar Pak Yanto
( Pict from : Instagram @gembulfoodie )

Mengapa Ayam Bakar Pak Yanto dicintai banyak orang? Sebab Ayam Bakar Pak Yanto mempunyai daging ayam yang begitu empuk dengan bumbu yang berhasil meresap ke dalamnya. Disajikan dengan kremesan krispy yang garing dan beneran enak. Dalam sajiannya juga ayam bakar ini disajikan dengan dua jenis sambal yang berbeda; sambal bawang pedas dan sambal matang yang manis.

10/04/20

#AprilProduktifDay10 : Jelajahi Jawa Timur, Mulai Dari Banyuwangi, Yuk!


Kali ini saya ingin bercerita tentang tempat wisata yang sudah mainstream direkomendasikan dimana-mana, tetapi karena saya belum pernah ke sana jadi saya ingin menceritakannya saja di sini (hahaha). Aslinya, saya ingin sekali ke Nusa Tenggara, tetapi sebelum kesana, mungkin bisa terlebih dahulu mengexplore lebih dalam Jawa Timur sebagai pemanasan. Saya baru empat kali ke Jawa Timur, itupun bukan asli untuk jalan-jalan, tetapi karena transit di Surabaya, kunjungan HMJ jurusan ke salah satu PTN di Malang, ikut olimpiade di UNAIR Surabaya dan mengajar di salah satu sekolah dasar di kaki gunung Bromo.

Ketika mendengar kata “timur”, seolah yang terbayang di benak saya adalah berbagai cerita mistis yang pernah banyak beredar di media, utamanya Jawa Timur. Meskipun sama-sama di Jawa, tentu saja Jawa Timur sangat berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat, mulai dari logat bicara hingga adat istiadatnya.

Salah satu daerah dengan banyak cerita mistis di dalanya adalah Banyuwangi, meski begitu di Banyuwangi sendiri banyak terdapat surga dunia yang tersembunyi. Beberapa di antaranya adalah Pulau Tabuhan, hutan Djawatan, Teluk Ijo, Kawah Wurung, dan Baluran National Park.

Pulau Tabuhan
( Pict from : twitter @omdirects_ )

Saya suka pulau-pulau kecil dan kagum dengan mereka yang bsia bertahan hidup di pulau, jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota yang mana saya tidak bisa menjauhi kota karena seolah saya ditakdirkan memang untuk hidup di kota. Makanya kalau ke desa, saya suka norak, hehe.

12/04/19

Nikmati Belajar dengan Fasilitas Hotspot Cepat di Perpustakaan Kota Yogyakarta!


Yogyakarta adalah sebuah kota manis dengan berbagai kenangannya dan juga kota untuk pulang dengan segala rasa rindu yang dibuatnya. Namun, di sisi lain Yogyakarta juga mendapatkan julukan “Kota Pelajar” karena di berbagai sudutnya ada-ada saja ditemukan mereka yang tengah belajar. Tidak heran bila di antara bangku-bangku di sepanjang jalan Malioboro banyak terdengar percakapan mengenai mata kuliah atau riset, begitu juga di dekat tugu Yogyakarta pada malam-malam tertentu digelar perpustakaan jalanan untuk membaca buku gratis di sana, atau ada yang jauh-jauh datang ke Yogyakarta hanya untuk membeli buku tertentu atau mengikuti workshop tertentu.


Perpustakaan Jalanan di dekat Tugu Yogyakarta
Sumber gambar: Google

Sebagai seorang mahasiswa, tugas kuliah sudah menjadi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dibanding mengeluh, seharusnya mahasiswa di era sekarang perlu banyak bersyukur dengan banyaknya kemudahan bantuan dalam mengerjakan tugas yang disediakan oleh fasilitas umum. Salah satu fasilitas tersebut adalah hotspot dengan jaringan internet yang cepat yang biasanya disediakan di kampus-kampus untuk para mahasiswanya. Setiap harinya mahasiswa diberi jatah untuk mengakses hotspot kampusnya. Dengan fasilitas tersebut, sebagai mahasiswa yang cerdas tentu saja selain menggunakannya untuk mencari hiburan lewat sosial media, tetapi juga menggunakannya untuk keperluan mengerjakan tugas. Dalam mengerjakan tugas, mahasiswa dituntut untuk membutuhkan referensi bacaan, namun tak perlu berkeluh kesah panjang karena dengan adanya gadget dan jaringan internet maka referensi bacaan begitu mudah untuk ditemukan.

Terkadang saat mengerjakan tugas, ada-ada saja rasa bosan dengan suasana di kampus yang seperti itu-itu saja. Namun, Yogyakarta tak pernah kehabisan cara membuat orang-orang ketagihan belajar. Selain banyaknya perguruan tinggi yang berdiri dan berbagai komunitas yang bertumbuh di kota ini, fasilitas umum dengan hotspot yang memadai juga banyak tersedia dan mengimbangi kota yang menjadi favorit untuk mencari ilmu ini.

Bagi mereka yang bosan dengan suasana di kampus dan berharap ada tempat nyaman lainnya untuk mengerjakan tugas, mereka bisa mencari kenyamanan tersebut di perpustakaan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di daerah Kota Baru. Meski bangunannya tidak terlalu besar, tetapi persediaan bangku dan meja di sana cukup memadai. Menariknya lagi, perpustakaan ini menyediakan fasilitas hotspot secara gratis dengan jaringan internetnya yang begitu cepat. Selain tempatnya nyaman, full AC, tidak bising, perpustakaan ini juga memiliki koleksi buku yang cukup lengkap. Mulai dari koran, majalah, buku-buku fiksi seperti novel dan kumpulan cerpen, hingga buku-buku untuk referensi tugas kuliah para mahasiswa dan pelajar. Bagi mereka yang ingin mengerjakan tugas sambil berdiskusi, perpustakaan ini menyediakan ruang khusus untuk berdiskusi secara privasi. Selain itu, jaringan internet hotspot perpustakaan ini juga bisa dinikmati di luar ruangan, yakni di area outdoor yang dimana di sana sudah ditata meja dan kursi dalam gazebo untuk kenyamanan para pengunjungnya. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan ketiadaan stop kontak atau rol kabel karena perpustakaan sudah menyediakannya dengan jumlah yang cukup.

 
 Suasana di Perpustakaan Kota  Yogyakarta
Sumber gambar: Google

Perpustakaan selalu memiliki pemandangan menarik tersendiri, dimana di sana semua orang sedang berjuang dengan tugas mereka masing-masing. Berada di suatu tempat yang sama dengan pikiran masing-masing namun sama-sama menikmati fasilitas yang memudahkan perjuangan mereka. Tak ada tugas yang tak bisa diselesaikan, yang dibutuhkan adalah mulai mengerjakannya.

Alunan instrumental terdengar di penjuru ruangan perpustakaan, beradu dengan suara ketikan keyboard laptop atau gesekan pena di atas lembaran kertas. Begitu juga dengan berjalannya jaringan internet melalui hotspot yang tersebar ke seluruh penjuru ruangan atau di taman-taman perpustakaan tersebut.

Sudah seharusnya kualitas jaringan internet di ruang publik diperbaiki dan diperbanyak untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, termasuk para pelajar yang tengah bersemangat mencari ilmu untuk bekal masa depan. Jika bingung memilih tempat untuk belajar dan mengerjakan tugas, Perpustakaan Kota Yogyakarta bisa menjadi solusinya! Silahkan berkunjung, nikmatilah buku-buku dan jaringan hotspotnya yang cepat!

16/03/16

Palu, Kota Kecil dengan Berjuta Bukit!



Halo! Kali ini gue bakalan bawa kalian untuk menjelajahi sebuah kota kecil di daerah Sulawesi Tengah. Tepatnya, kota dimana Pasha Ungu terpilih sebagai wakil walikota, yeaaah. Kota apa lagi kalau bukan kota Palu. Yuk, lihat sisi mana saja yang berhasil gue jelajahi!




Kita udah mendarat di kota Palu, nih. Pertama, yuk ikut gue menjelajahi salah satu pantai di desa Loli, Palu. Pantai ini berhasil mengejutkan gue dengan kesederhanaannya sekaligus keluarbiasannya. Pantai ini pantai biasa seperti pantai pada umumnya, bahkan terlalu biasa. Tetapi, yang bikin pantai ini luarbiasa adalah suasana di sekitarnya. Pantai ini dikelilingi bukit-bukit, dan laut. Keadaan penduduk yang jarang serta masih asri tumbuh-tumbuhannya membuat seseorang yang ingin berlibur untuk mengasingkan diri bakal betah di sini!


11/08/15

Pecinta Seni? Saatnya Kamu ke Museum Affandi!

Mana suaranya pecinta seni? Khususnya seni lukis. Gue mau merekomendasikan salah satu museum yang amat luarbiasa. Museum ini berasa di Jl. Laksda Adisucipto no. 167, Jogjakarta. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 s/d 16.00 WIB, kecuali saat hari libur nasional.

Museum ini menampilan beraneka ragam lukis karya pelukis Affandi. Lukisan-lukisannya selalu mampu membuat yang melihatnya menganga. Sebelumnya, gue minta maaf, kalau yang gue share kebanyakan foto selfie gue. Maaf, yak.




08/08/15

Suka Tempat Bersejarah? ke Taman Sari Water Castle, dong!


Hi, kalian yang lagi berlibur di Yogyakarta! First, welcome in Yogyakarta. I know you akan segera fallin in love with this city. Sudah di Yogyakarta dan bingung mau kemana? Okay, ini adalah postingan yang pertama untuk tempat wisata di Yogyakarta yang gue rekomendasikan pada kalian.

Bagi kalian pecinta sejarah dan suka datang ke tempat-tempat bersejarah, boleh nih datang ke sini, buat yang cuma mau liat-liat dan jalan-jalan doang juga silahkan. Semoga tertarik ya, hihi.


Tempat bersejarah ini namanya “Taman Sari Water Castle”. Tempat ini berada di tengah-tengah daerah pemukiman penduduk. Hanya dengan membeli tiket Rp 5.000 per kepala, kalian sudah bisa masuk dan melihat-lihat sepuasnya.


"Kutinggalkan dia karena DIA"


Assalamualaikum muda-mudi. Makin hari, berusaha makin dewasa. Bukan beradegan dewasa, tetapi berpikir secara dewasa.

Waktu jaman-jaman masih sekolah dulu (yaelah baru aja lulus tahun ini), kadang merasa enak ya punya kekasih, ada yang ngasih perhatian. Padahal bego, kan kita punya orangtua, punya saudara, punya teman dan sahabat, itu secara umumnya, belum lagi yang bergaulnya kemana-mana.

Punya kekasih, enak, soalnya ada yang beliin coklat, ada yang ngasih boneka, ada yang pakein jaket, ada yang mayungin, ada yang ngeboncengin, pokoknya udah deh si cewe kayak ratu bener. Itu pacaran atau pembantu sama majikan coba.

Coklat mah beli sendiri aja, tuh cokkie-cokkie banyak di warung. Boneka minta aja sama bokap lo. Emang lo enggak punya tangan sampai-sampai mesti dipakein jaket dan dipayungin segala. Diboncengin? Hmm cowo lo tukang ojek? Lo bayar berapa?

Pernah enggak sih mikir,
“dosa enggak, ya?”
“Ini tuh salah. Ini tuh enggak bener.”
“gue tuh enggak boleh kayak gini.”
“Nanti kalau masuk neraka gimana?”
“Emangnya gue ini siapa bisa nahan pedihnya api di neraka?”

Dan pemikiran-pemikiran kacau lainnya yang membungkam mulut bahkan hati kita. Sedih enggak sih mikir kesalahan-kesalahan kita di masa lalu?

Yuk, berhijrah. Move up bukan move on. Kali ini gue rekomendasikan buat perempuan-perempuan muslimah, akhwat-akhwat, dan ukhti-ukhti sekalian, ini adalah sebuah buku yang berisi tentang kisah nyata yakni curahan hati manusia-manusia yang akhirnya meninggalkan kekasihnya karena DIA. Bukan hanya itu saja, buku ini juga menceritakan kisah-kisah ketika sahabat-sahabat nabi melamar wanita yang mereka cintai dan mendapatkan berbagai respon yang berbeda. Lantas bagaimana kisah-kisah tersebut? Baca buku ini aja, yuk.

It’s in Indonesia, Guys! [End]

Dari awal gue sudah bilang kan, ketika kita berkunjung ke pantai Bira, akan ada banyak tempat menarik lainnya yang bisa kita temui. Jadi, hari itu ketika kami pulang, kami berencana untuk mampir ke pantai Apparalang. Sebenarnya bukan pantai, sih. Lebih mirip tebing-tebing. Jalan yang dilalui untuk ke sana juga cukup berat dan jauh masuk ke pelosok. Tetapi, ketika kalian sudah sampai di ujung tebing, kalian akan tahu hasil yang kalian dapatkan. Usaha pergi ke sana dengan medan yang sulit, terbayar dengan suguhan pemandangan yang luar biasa. Ini masih di Indonesia, loh!



Ayam Bakar Alakadarnya [7]

Lelah seharian bukan berarti malam dilewati hanya dengan istirahat. Sayang loh, sudah jauh-jauh ke Bira hanya untuk tidur, wkwk. Malam menjelang, gue dan yang lainnya menyiapkan peralatan kami. Menurut lu, peralatan apakah yang kami siapkan?

Eng i eng... ini dia peralatan bakar membakar, wetz. Yoi, kita mau membakar. Bakar ayam tepatnya. Bergegaslah kami membawa bahan dan peralatan ke pinggir pantai. Ala-ala anak pramuka, kami mulai membuat api unggun. Kami juga menggelar tikar, bermain gitar, bermain kejar-kejaran, mengukir tulisan-tulisan di pantai yang mungkin nanti juga hilang terbawa ombak, dan juga berfoto agar moment ini tertangkap dengan baik dan menjadi abadi dalam ingatan kami masing-masing, aiiih sedap.



Amazing Sunset! [6]


Satu moment yang jangan sampai kalian lewatkan begitu saja adalah ketika sunset tiba. I found amazzzzing sunset at this place. And i want say take me back!!! 



Enjoy an Afternoon with Banana Boat [5]


Sore harinya enaknya ngapain, yah? Kayaknya seru ya main banana boat. Yuk ah main banana booth dulu! Yuhuuu!!!

Pelampungnya dikencangin ya, udah siap? Pegangan erat-erat, ya.  Ketika banananya sudah mulai ditarik dengan kencang oleh kapal, jangan lupa ya untuk berteriak, yippiiiii!!! Hati-hati sama ombaknya, wusssshhhh!! Setelah beberapa kali banana memutar mengarungi samudera, eaaa, siap-siap ya untuk dilemparkan ke laut. Tenang aja, kan sudah make pelampung. Dan..... satu.. dua.. tiga.. byurrrr!!! Basah semuanya...



03/08/15

Pulau Tanpa Penghuni & Kembaran Pantai Bira yang Memukau! [4]

Wah, rasanya masih pengen main sama penyu-penyu imut di penangkaran penyu tadi. Waktu yang semakin siang, membuat gue dan yang lainnya bergegas. Eits, jangan langsung balik ke pantai Bira, ya. Dekat dari penangkaran penyu tadi, terdapat sebuat pulau tanpa penghuni! So, gue dan yang lainnya bermaksud untuk menghuni pulau tersebut, ya sekitar 5-10 menit ajalah, ‘cause cuaca yang begitu terik membuat suasana menjadi silau dan tak nyaman untuk berlama-lama.



Main Sama Penyu? Siapa yang Enggak Mau! [3]

Sudah puas snorkeling, sekarang saatnya bermain dengan penyu-penyu lucu di penangkaran penyu, tentunya masih di Bulukumba. Penyu termasuk hewan yang cukup langka dan hampir punah. Lantas, gimana rasanya kalau kalian berkesempatan bermain dengan hewan langka yang satu ini?



It's Time to Snorkeling! [2]

Postingan-potingan berikutnya yang merupakan kelanjutan dari postingan ‘Welcome to Bira!’ akan gue beritahu kegiatan-kegiatan apa saja yang jangan sampai kalian lewatkan ketika sudah tiba di pantai Bira.


Kegiatan yang satu ini enggak bisa dilewatkan begitu saja. It’s time to Snorkeling! Yeay! Intip yuk gimana keseruan teman-teman yang tengah menikmati indahnya alam bawah laut di Bulukumba!



Welcome to Bira! [1]

Siapa bilang pantai-pantai eksotis di Indonesia hanya ada di Bali? Di Indonesia bagian lainnya juga banyak kok pantai eksotis lainnya. Bagi yang sudah pernah ke Bali atau bosan dengan Bali dan ingin mencoba pantai lainnya, gue rekomendasikan pantai yang satu ini. Cekidot.

Pantai Bira namanya. Terletak di daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jadi, bagi yang tinggal di luar pulau Sulawesi, kalian perlu otw ke Makassar dulu. Dari Makassar, dengan menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam barulah kalian akan sampai di daerah Bulukumba.


Pantai Bira dikenal sebagai pantai eksotis dengan pasirnya yang berwarna putih, sunset yang menawan, dan sunrise yang begitu indah. Yuk guys, intip kemegahan alam di Pantai Bira!