04/04/14

HELLO TORAJA! #1



Hoi hoi hoiiiiiii~~~

Gue habis pulang dari Tana Toraja nih, hehe. Pulangnya sudah sekitar beberapa minggu yang lalu, sih. Jadi, gue ke Tana Toraja sama teman-teman gue, naik bus dengan fasilitas lengkap, kecuali toilet. Bus yang gue tumpangi ada kulkasnya, Lcdnya, bisa karoke, ber-AC, bertirai, yah lumayan empuk kursinya, kursinya ada senderannya (yaiyalah kali..), no smoking jelasnya, bisa ngecass dan lain sebagainya.

Rencananya kita bakal melakukan perjalanan ini selama tiga hari, sudah termasuk perjalanan pulang dan pergi. Belum apa-apa gue sudah menghabiskan uang untuk membeli bekal, gue emang gitu, rada rempong kalau bepergian, yang namanya snack enggak boleh banget kelupaan.

Alhamdulillah, total tas gue cuma 2 tas, sebenarnya tiga tapi dicukup-cukupin dah tuh :( supaya enggak rempong dan supaya dikira sama orang-orang Nina naknya simple aja gitu, haha. Yaelah. Gue heran aja sama teman-teman gue yang cewek yang cuma bawa satu tas, itu beneran tuh enggak ada yang kelupaan? Gue enggak bisa banget cuma satu tas :( Ohhhh tidaaaak gue nyebarin kelemahan gueeeee.

Gue bersyukur banget dapat se-bus sama teman-teman yang asyik, gaul, seru gila, rameeee, cakep-cakep, HAHAHA. Betah banget.

Laflaffff mereka deh <3

Kita melewati banyak daerah, meninggalkan kota Makassar tercinta, Menuju kota Maros, kota Pangkep, kota Barru, dan kemudian kita sampai di Enrekang, yuuuuuuhuuuu kalian tahu di Enrekang ada apa? Ada gunung Nona. Bukan Jalan Gunung Nona yang ada di Makassar, ya. Kalau jalan Gunung Nona yang di Makassar sih itu tempat nongkrong gueeeee, HEHE. Yang ini adalah gunung Nona beneran! Sejuk banget!

Subhanallah <3

Haiiiii kita di Gunung Nona nih ;)

Lagi terkesima~

Ini Lady, teman sebangku gue di kelas dan di bus, cantik, kan?

Setelah dari Enrekang, kita capcyusss melanjutkan perjalanan. Sumpah ya, jalanannya berkelok-kelok. Belum sampai sepuluh detik udah belok lagi, begitu terus. Awalnya, anak cowok di bus gue pada cerewet makin lama makin enggak ada suaranya. Lu tahu kenapa? Mereka pada muntah-muntah, cemeeeeeen. Mereka mabok perjalanan. Yang awalnya penampilannya pada cakep-cakep, setelah muntah malah enggak karuan, WKWK. Berantakan. Kasihan. Yang paling gue kasihani adalah sopir sama keneknya. Kenapa? Karena teman-teman gue pada ngeluh semua, “PAAAAK KAPAAAAN SAMPAAAAI???? PAK, PENGEN PULANG AJAAA DEEEEH, HUAAAAH.” Adoh sudah sejauh ini-_-

 Muka mabok teman gue xD

Pada akhirnya, kita semua sampai juga di sebuah penginapan di Toraja bagian utara. Gue lupa nama penginapannya, yang jelas pemandangannya bagus banget. Nih.

Pemandangan di depan kamar gue~

Kamar gue berada di lantai dua, dilengkapi dengan 3 kasur empuk dan bersih, iyalah yah bersih, kalau kotor enggak bakal ada yang mau nyewa. Selain itu, kamar gue juga memiliki toilet dengan fasilitas bath up, closet, dan shower, tapi showernya enggak berfungsi, dan kamar gue memiliki balkon.

Malam pertama #eh, malam pertama gue saat gue berada di Toraja maksudnya, malam itu biasa aja, agak hening, soalnya gue sekamar dengan orang-orang yang rata-rata pendiam dan bukan teman-teman yang satu obrolan dengan gue, kecuali si Lady.

Lagi nyobain kasur baru ceritanya._.

Ternyata malam ini ada kejadian yang tak terduga. Ada salah seorang dari kelas lain pingsan Karena ditakut-takuti sama boneka pocong oleh sekumpulan anak-anak cowok yang dinilai nakal di kalangan kita. Yaaaa Ampun, katanya sih semua kamar terima ketukan itu, cuma mungkin yang pingsan itu kaget banget waktu buka pintu sampai pingsan begitu. Di kamar gue, semua orang cepat banget tidurnya. Tiap ada yang ketuk, kalau enggak ada salam, teman-teman di kamar gue enggak akan buka pintu. Apa lagi suara ketukan yang ganggu tidur, mereka pada bodo amat, termasuk gue. Sebenarnya gue orangnya peduli dan peka #cielah. Gue kalau enggak lagi tidur kalau tiba-tiba ada yang ketuk pintu pasti gue bukain, cuma waktu kejadian gue lagi tidur pulas bangeeeeet dan sialnya gue kebangun gara-gara suara teriakan cewek-cewek dari satu kamar ke kamar yang lain akibat usilan boneka pocong itu. Lu tahu kan gimana marahnya seseorang ketika sudah nyenyak banget tidur tiba-tiba kebangun karena hal yang enggak penting?

Akhirnya gue keluar, cari sumber masalah, dan berlalulalanglah, cowok-cowok jail tersebut, gue langsung teriak,

“INI APAAN SIH? AWAS AJA YA KALAU SAMPAI ADA KERIBUTAN LAGI, NGEGANGGU BANGET ORANG YANG LAGI TIDUR, AWAS AJA YAAA!!! ERRRGH!!!”

Gue banting pintu kamar dan berusaha memejamkan mata lagi. Gue berhasil tidur kembali sampai kebangun di esok paginya. Kalau penasaran sama hari kedua gue di Toraja, tunggu aja postingan gue selanjutnya, ya.. Daaaaaaaaaahhhh!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar