Hoi hoi
hoiiiiiii~~~
Gue habis pulang
dari Tana Toraja nih, hehe. Pulangnya sudah sekitar beberapa minggu yang lalu,
sih. Jadi, gue ke Tana Toraja sama teman-teman gue, naik bus dengan fasilitas
lengkap, kecuali toilet. Bus yang gue tumpangi ada kulkasnya, Lcdnya, bisa
karoke, ber-AC, bertirai, yah lumayan empuk kursinya, kursinya ada senderannya
(yaiyalah kali..), no smoking jelasnya, bisa ngecass dan lain sebagainya.
Rencananya kita
bakal melakukan perjalanan ini selama tiga hari, sudah termasuk perjalanan
pulang dan pergi. Belum apa-apa gue sudah menghabiskan uang untuk membeli
bekal, gue emang gitu, rada rempong kalau bepergian, yang namanya snack enggak
boleh banget kelupaan.
Alhamdulillah,
total tas gue cuma 2 tas, sebenarnya tiga tapi dicukup-cukupin dah tuh :(
supaya enggak rempong dan supaya dikira sama orang-orang Nina naknya simple aja
gitu, haha. Yaelah. Gue heran aja sama teman-teman gue yang cewek yang cuma
bawa satu tas, itu beneran tuh enggak ada yang kelupaan? Gue enggak bisa banget
cuma satu tas :( Ohhhh tidaaaak gue nyebarin kelemahan gueeeee.
Gue bersyukur
banget dapat se-bus sama teman-teman yang asyik, gaul, seru gila, rameeee,
cakep-cakep, HAHAHA. Betah banget.
Laflaffff mereka
deh <3
Kita melewati
banyak daerah, meninggalkan kota Makassar tercinta, Menuju kota Maros, kota
Pangkep, kota Barru, dan kemudian kita sampai di Enrekang, yuuuuuuhuuuu kalian
tahu di Enrekang ada apa? Ada gunung Nona. Bukan Jalan Gunung Nona yang ada di
Makassar, ya. Kalau jalan Gunung Nona yang di Makassar sih itu tempat nongkrong
gueeeee, HEHE. Yang ini adalah gunung Nona beneran! Sejuk banget!
Subhanallah
<3
Haiiiii kita di
Gunung Nona nih ;)
Lagi terkesima~
Ini Lady, teman
sebangku gue di kelas dan di bus, cantik, kan?
Setelah dari
Enrekang, kita capcyusss melanjutkan perjalanan. Sumpah ya, jalanannya
berkelok-kelok. Belum sampai sepuluh detik udah belok lagi, begitu terus. Awalnya,
anak cowok di bus gue pada cerewet makin lama makin enggak ada suaranya. Lu
tahu kenapa? Mereka pada muntah-muntah, cemeeeeeen. Mereka mabok perjalanan.
Yang awalnya penampilannya pada cakep-cakep, setelah muntah malah enggak
karuan, WKWK. Berantakan. Kasihan. Yang paling gue kasihani adalah sopir sama
keneknya. Kenapa? Karena teman-teman gue pada ngeluh semua, “PAAAAK KAPAAAAN
SAMPAAAAI???? PAK, PENGEN PULANG AJAAA DEEEEH, HUAAAAH.” Adoh sudah sejauh
ini-_-
Muka mabok teman gue xD
Pada akhirnya,
kita semua sampai juga di sebuah penginapan di Toraja bagian utara. Gue lupa
nama penginapannya, yang jelas pemandangannya bagus banget. Nih.
Pemandangan di
depan kamar gue~
Kamar gue berada
di lantai dua, dilengkapi dengan 3 kasur empuk dan bersih, iyalah yah bersih,
kalau kotor enggak bakal ada yang mau nyewa. Selain itu, kamar gue juga
memiliki toilet dengan fasilitas bath up, closet, dan shower, tapi showernya
enggak berfungsi, dan kamar gue memiliki balkon.
Malam pertama
#eh, malam pertama gue saat gue berada di Toraja maksudnya, malam itu biasa
aja, agak hening, soalnya gue sekamar dengan orang-orang yang rata-rata pendiam
dan bukan teman-teman yang satu obrolan dengan gue, kecuali si Lady.
Lagi nyobain
kasur baru ceritanya._.
Ternyata malam ini ada kejadian yang tak terduga. Ada salah seorang dari kelas lain pingsan
Karena ditakut-takuti sama boneka pocong oleh sekumpulan anak-anak cowok yang
dinilai nakal di kalangan kita. Yaaaa Ampun, katanya sih semua kamar terima
ketukan itu, cuma mungkin yang pingsan itu kaget banget waktu buka pintu sampai
pingsan begitu. Di kamar gue, semua orang cepat banget tidurnya. Tiap ada yang
ketuk, kalau enggak ada salam, teman-teman di kamar gue enggak akan buka pintu.
Apa lagi suara ketukan yang ganggu tidur, mereka pada bodo amat, termasuk gue.
Sebenarnya gue orangnya peduli dan peka #cielah. Gue kalau enggak lagi tidur
kalau tiba-tiba ada yang ketuk pintu pasti gue bukain, cuma waktu kejadian gue
lagi tidur pulas bangeeeeet dan sialnya gue kebangun gara-gara suara teriakan cewek-cewek
dari satu kamar ke kamar yang lain akibat usilan boneka pocong itu. Lu tahu kan
gimana marahnya seseorang ketika sudah nyenyak banget tidur tiba-tiba kebangun
karena hal yang enggak penting?
Akhirnya gue
keluar, cari sumber masalah, dan berlalulalanglah, cowok-cowok jail tersebut,
gue langsung teriak,
“INI APAAN SIH?
AWAS AJA YA KALAU SAMPAI ADA KERIBUTAN LAGI, NGEGANGGU BANGET ORANG YANG LAGI
TIDUR, AWAS AJA YAAA!!! ERRRGH!!!”
Gue banting
pintu kamar dan berusaha memejamkan mata lagi. Gue berhasil tidur kembali
sampai kebangun di esok paginya. Kalau penasaran sama hari kedua gue di Toraja,
tunggu aja postingan gue selanjutnya, ya.. Daaaaaaaaaahhhh!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar