Kalau boleh dibilang yang bikin saya
sedikit beda dari kebanyakan orang adalah saya tidak minum kopi, di saat
orang-orang lain sering pamer secangkir kopi lewat story medsos mereka dengan berbagai pengambilan angle yang ciamik. Bukan karena saya tidak suka, tetapi mungkin saking sukanya
saya sama kopi sampai di suatu hari saya tak memperhatikan perut yang kosong
seharian dan langsung memesan segelas es kopi hitam yang menyebabkan rasa deg-degan dan sensasi berhenti bernafas.
Jika beruntung (cielah), kamu bisa menemukan cerita pilu saya bersama kopi di
salah satu tulisan saya di blog ini. Tetapi, sebenarnya banyak juga lho di luar
sana orang-orang yang memang tidak suka kopi, bukan karena alasan seperti saya,
tetapi karena mereka memang tidak suka rasa kopi atau minuman berkafein. Oleh karena
saya tidak mau lagi “gladi bersih sekarat” maka saya berhenti menyukai kopi. Lima
tahun terakhir ini saya hampir tidak pernah lagi minum kopi. Hikmah dari
kegagalan kebersamaan saya dengan kopi ini, saya jadi punya alasan untuk
menolak jika ada laki-laki yang berani ngajak saya ngopi, tanpa harus
membohonginya, hehe. “Maaf, saya nggak minum kopi.”
Sesungguhnya tulisan kali ini bukan
ingin menceritakan perihal kopi, tetapi hal lain yang lebih aneh dari diri
saya. Kamu tahu belalang, tidak? Iya, belalang yang suka loncat-loncat di taman
dan diburu-buru oleh anak-anak kecil yang jahil dan gabut, lalu setelah
ditangkap dipotek salah satu kaki belakangnya supaya tidak bisa loncat lagi dan
dimasukkan ke dalam plastik bening, jahat banget ya, tapi saya sudah bertaubat
melakukan hal itu karena sekarang sudah bukan anak kecil lagi dan nggak ada
waktu keleus buat nangkap belalang,
mending saya rebahan. Meskipun sudah bertaubat dari kenakalan tersebut, sekarang
justru saya memakan mereka dengan lahap!
Belalang goreng
Belalang goreng yang terkenal dengan
sebutan “walang goreng” ini enak banget, nggak bohong! Ketika dimakan krenyes.. krenyes. Rasanya kayak makan
keripik, lebih enak dari keripik malah! Ada rasa-rasa seafood-nya gitu dan berprotein tinggi. Dan ketika saya menguploadnya
lewat ig story, saya merasakan semua
memandang saya dengan jijik (hahaha). Soalnya bentuknya seperti.. maaf, kamu
tahu kan hewan imut berwarna coklat tua yang kalau terbang dapat
memporak-porandakan dunia? Mau gimana lagi, saya tetap suka!
Biasanya saya beli belalang goreng
di daerah menuju Gunungkidul. Selain di sana, saya tidak tahu beli dimana. Saya
membayangkan betapa manisnya bila seseorang menghadiahi saya setoples besar
belalang goreng pada saat saya ulangtahun (hahaha).
Ada yang pernah mencobanya juga? Bagaimana
rasanya? Apakah ketagihan atau justru menyesal sudah memakannya? (Hahaha)
Bandung, 6 April 2020
Jangan mengejek makanan kesukaan
saya!
*Pict from: https://www.tuguwisata.com/belalang-goreng/

Tidak akan ku ejek, karena aku juga menyukainya meskipun baru nyoba sekali tapi habis satu toples! God damn kita mmg sohib wkwkwkwk
BalasHapusKenapa nggak pernah bilang! :(
HapusAyo nanti jalan-jalanjke Gunungkidul cari walang goreng! (Kalau corona sudah pergi)
Haha typo. *Jalan-jalan ke
HapusKalau ada orang yang tidak suka kopi, ya saya salah satunya tapi memang enggak pernah suka kopi (kecuali buat maskeran hehe). Bener banget, bisa buat alasan nolak ngopi kalo ada cowok yg ngajak ehehehe
BalasHapusEh, seenak itukah? Jadi pengen nyobain walang goreng tapi masih belom tega:((
Yeayy dapat teman!
HapusEnakkk luv bangeeet
Pernah makan, terakhir kayakx waktu masih SD. Setelah itu belum pernah lg. Kalau liat gambarnya, seolah aku masih bisa merasakan bagaimana rasanya belalng goreng itu. Hehe
BalasHapusUdah lama banget ya hahahaha
HapusWalang Goreng = Warnai Langkahmu dengan Gowes Bareng.
BalasHapusSa'karepmu, mz.
HapusHehe aku jugaa suka smaa walang goreng, sedih banget kalo ke gunung kidul saya mau beli ngga boleh sama temen temen saya karna mereka jijikðŸ˜
BalasHapusMakanya ke Gunungkidulnya sama aku ajaa :') wkwk
HapusWah, kujuga nggak minum kopi! Keren sekali walang jd makanan favorit :") dominan rasanya spt apa, Nin? Aku nggak pernah berani coba makan belalang ._.
BalasHapusEnaaaaak pokoknyaa, kayak seafood gitu sih :') berani cobain duluuu ntar ketagihan lhoo wkwk
Hapusaku belum pernah makan walang goreng, tapi aku pernah makan walang yang kumasak sendiri, gak digoreng. dan rasanya asin karena cuma dikasih garam doang. haha
BalasHapusTambahin cabe, kak..
Hapus