Wah, rasanya
masih pengen main sama penyu-penyu imut di penangkaran penyu tadi. Waktu yang
semakin siang, membuat gue dan yang lainnya bergegas. Eits, jangan langsung
balik ke pantai Bira, ya. Dekat dari penangkaran penyu tadi, terdapat sebuat pulau
tanpa penghuni! So, gue dan yang lainnya bermaksud untuk menghuni pulau
tersebut, ya sekitar 5-10 menit ajalah, ‘cause cuaca yang begitu terik membuat
suasana menjadi silau dan tak nyaman untuk berlama-lama.
Pulaunya
benar-benar kosong, kosong dalam artian enggak ada penghuninya. Tetapi, banyak
kursi-kursi pantai yang berjejer serta pohon-pohon untuk berteduh. Yang
kesepian, dijamin tambah kesepian, deh! HAHA.
Jangan dulu
buru-buru balik ke pantai Bira, karena ternyata pantai Bira punya kembaran, loh.
Namanya pantai Bara! Letaknya bersebelahan dengan pantai Bira, sayangnya jika
ditempuh dengan berjalan kaki cukup jauh, jadi kita memanfaatkan keadaan, hehe.
Jadi, bapak-bapak yang nyetir kapalnya kita suruh untuk mampir dulu ke pantai
Bara. Eh, kok nyetir kapal, sih? Benar enggak sih penggunaan kalimatnya? Udahlah
yah, bodo amat. Yuk, langsung cusss ke pantai Bara, horeeee!
Seperti yang
kalian saksikan, pantai Bara cukup sepi dan tenang. Tetapi, ini enggak membuat
kita kesepian, justru berdecak kagum dengan keindahan pantai Bara ini. Pantai ini
dikelilingi bebatuan yang menyerupai bukit-bukit yang curam serta pepohonan
kelapa. Hamparan laut dengan pasir pantai putih berkilau membuat kita tak ingin
mengangkat kaki dari tempat ini. Ditambah pula pemandangan awan yang begitu
mempesona dipadukan dengan pemandangan laut yang memanjakan mata, membuat gue
dan yang lainnya berpikir, “gimana kalau kita bangun rumah di sini?” wkwk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar