Assalamualaikum
muda-mudi. Makin hari, berusaha makin dewasa. Bukan beradegan dewasa, tetapi
berpikir secara dewasa.
Waktu
jaman-jaman masih sekolah dulu (yaelah baru aja lulus tahun ini), kadang merasa
enak ya punya kekasih, ada yang ngasih perhatian. Padahal bego, kan kita punya
orangtua, punya saudara, punya teman dan sahabat, itu secara umumnya, belum
lagi yang bergaulnya kemana-mana.
Punya kekasih,
enak, soalnya ada yang beliin coklat, ada yang ngasih boneka, ada yang pakein
jaket, ada yang mayungin, ada yang ngeboncengin, pokoknya udah deh si cewe
kayak ratu bener. Itu pacaran atau pembantu sama majikan coba.
Coklat mah beli
sendiri aja, tuh cokkie-cokkie banyak di warung. Boneka minta aja sama bokap
lo. Emang lo enggak punya tangan sampai-sampai mesti dipakein jaket dan
dipayungin segala. Diboncengin? Hmm cowo lo tukang ojek? Lo bayar berapa?
Pernah enggak
sih mikir,
“dosa enggak, ya?”
“Ini tuh salah. Ini tuh enggak bener.”
“gue tuh enggak boleh kayak gini.”
“Nanti kalau masuk neraka gimana?”
“Emangnya gue ini siapa bisa nahan pedihnya
api di neraka?”
Dan
pemikiran-pemikiran kacau lainnya yang membungkam mulut bahkan hati kita. Sedih
enggak sih mikir kesalahan-kesalahan kita di masa lalu?
Yuk, berhijrah.
Move up bukan move on. Kali ini gue rekomendasikan buat perempuan-perempuan
muslimah, akhwat-akhwat, dan ukhti-ukhti sekalian, ini adalah sebuah buku yang
berisi tentang kisah nyata yakni curahan hati manusia-manusia yang akhirnya
meninggalkan kekasihnya karena DIA. Bukan hanya itu saja, buku ini juga
menceritakan kisah-kisah ketika sahabat-sahabat nabi melamar wanita yang mereka
cintai dan mendapatkan berbagai respon yang berbeda. Lantas bagaimana
kisah-kisah tersebut? Baca buku ini aja, yuk.
Kalian cuma
perlu mengeluarkan Rp 39.000,- untuk memiliki buku yang satu ini. Satu demi
satu halaman gue baca, ada kalanya gue pengen menangis ketika membacanya. Buku
ini membuat gue ingat kesalahan-kesalahan gue yang lalu.
Salah satu
kutipan sabda Nabi yang diselipkan di dalam buku ini dan begitu menohok
perasaan gue adalah yang ini nih, “seseorang dari kamu lebih baik ditikam
kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak
halal baginya.” (HR. Thabrani)
Spontan gue
langsung istighfar. Dalam hidup kita bukankah sudah tak terhitung lagi berapa
kali kita bersentuhan dengan yang bukan muhrim kita? Sengaja maupun tidak
sengaja. Apa lagi yang temannya banyak,
apa lagi yang tiap ketemu ‘baku tabrak
cezz’ istilahnya sih gitu kalau kata anak gaulnya Makassar, yang bisa
diartikan ‘toss’ gitu loh.
Seorang filsuf
matematika Yunani mengatakan, jika ingin mendapatkan seuatu bernilai 10, maka
anda harus berusaha agar mendapatkan nilai 10 pula. Seperti halnya yang sudah
tercantum dalam Al-Qur’an surah An Nuur ayat 26 yang artinya, “perempuan-perempuan
yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk
perempuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik
untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan
yang baik pula.” Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan seperti apa yang
kalian inginkan, perbaiki dulu akhlak kalian.
Buat yang
perempuan, agar kalian diberi “pangeran” terbaik, tugas kalian hanya
memantaskan diri dan meminta kepada Allah. Semakin sering mengadu dan dekat
kepada Allah, maka Dia akan mengirimkan pangeran terbaik untuk kalian. Jangan
ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh terbaik kalian. Bila sebelum subuh kalian selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia
tega memberikan “pangeran” yang tak bermutu kepada kalian. Ngerti kan
maksud gue? Berfirman Tuhanmu, “Berdo’alah kepada-Ku. Aku perkenankan
bagimu.” (QS. 40:60)
“Walau
ia digenggam kuat, andai ia bukan milik kita, ia akan terlepas juga. Dan
meskipun ia ditolak ke tepi, jika ia untuk kita, ia akan datang juga. Itulah
yang dinamai jodoh.” (from Rembulan di Pinggang Bukit, Susan Susanti.)
Artinya, jodoh
kita sudah ada, cuy. Jadi, enggak usah pusing mikirin pendamping hidup kita.
Masalah dalam hidup kan banyak, so, masih banyak hal lain yang kalian bisa
urus.
“Sesungguhnya
tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah
akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” Gue
terhenyak.
Gue tersentuh
setelah berkali-kali membaca quotes tersebut. Agama Islam tuh membuat peraturan
yang semata-mata emang untuk kebaikan kita sendiri. Untuk menjaga kita dari
situasi-situasi yang buruk. Tapi, kita terkadang meremehkan hal-hal yang dibuat
untuk menjaga diri kita. Astaghfirullahaladzim. Semoga Allah mengampuni kita
semua dan senantiasa mencurahkan rahmat-Nya untuk kita. Aamiin.
Jika menanti
adalah sebuah proses mendapatkan yang terbaik, lalu kenapa kita masih saja mau
berjalan dengan orang yang tersedia? Semoga buku ‘Kutinggalkan dia karena DIA’
bisa menjadi buku yang bermanfaat dan menyadarkan kita untuk kembali ke
jalan-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhai oleh ALLAH SWT.
Aamiin.
Sumber gambar:
https://listiym.files.wordpress.com/2015/02/fullsizerender.jpg
https://instagram.com/p/3BZygrx0R_/?taken-by=wulanputeri


Tidak ada komentar:
Posting Komentar