08/08/15

"Kutinggalkan dia karena DIA"


Assalamualaikum muda-mudi. Makin hari, berusaha makin dewasa. Bukan beradegan dewasa, tetapi berpikir secara dewasa.

Waktu jaman-jaman masih sekolah dulu (yaelah baru aja lulus tahun ini), kadang merasa enak ya punya kekasih, ada yang ngasih perhatian. Padahal bego, kan kita punya orangtua, punya saudara, punya teman dan sahabat, itu secara umumnya, belum lagi yang bergaulnya kemana-mana.

Punya kekasih, enak, soalnya ada yang beliin coklat, ada yang ngasih boneka, ada yang pakein jaket, ada yang mayungin, ada yang ngeboncengin, pokoknya udah deh si cewe kayak ratu bener. Itu pacaran atau pembantu sama majikan coba.

Coklat mah beli sendiri aja, tuh cokkie-cokkie banyak di warung. Boneka minta aja sama bokap lo. Emang lo enggak punya tangan sampai-sampai mesti dipakein jaket dan dipayungin segala. Diboncengin? Hmm cowo lo tukang ojek? Lo bayar berapa?

Pernah enggak sih mikir,
“dosa enggak, ya?”
“Ini tuh salah. Ini tuh enggak bener.”
“gue tuh enggak boleh kayak gini.”
“Nanti kalau masuk neraka gimana?”
“Emangnya gue ini siapa bisa nahan pedihnya api di neraka?”

Dan pemikiran-pemikiran kacau lainnya yang membungkam mulut bahkan hati kita. Sedih enggak sih mikir kesalahan-kesalahan kita di masa lalu?

Yuk, berhijrah. Move up bukan move on. Kali ini gue rekomendasikan buat perempuan-perempuan muslimah, akhwat-akhwat, dan ukhti-ukhti sekalian, ini adalah sebuah buku yang berisi tentang kisah nyata yakni curahan hati manusia-manusia yang akhirnya meninggalkan kekasihnya karena DIA. Bukan hanya itu saja, buku ini juga menceritakan kisah-kisah ketika sahabat-sahabat nabi melamar wanita yang mereka cintai dan mendapatkan berbagai respon yang berbeda. Lantas bagaimana kisah-kisah tersebut? Baca buku ini aja, yuk.


Kalian cuma perlu mengeluarkan Rp 39.000,- untuk memiliki buku yang satu ini. Satu demi satu halaman gue baca, ada kalanya gue pengen menangis ketika membacanya. Buku ini membuat gue ingat kesalahan-kesalahan gue yang lalu.

Salah satu kutipan sabda Nabi yang diselipkan di dalam buku ini dan begitu menohok perasaan gue adalah yang ini nih, “seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)

Spontan gue langsung istighfar. Dalam hidup kita bukankah sudah tak terhitung lagi berapa kali kita bersentuhan dengan yang bukan muhrim kita? Sengaja maupun tidak sengaja. Apa lagi yang  temannya banyak, apa lagi yang tiap ketemu ‘baku tabrak cezz’ istilahnya sih gitu kalau kata anak gaulnya Makassar, yang bisa diartikan ‘toss’ gitu loh.

Seorang filsuf matematika Yunani mengatakan, jika ingin mendapatkan seuatu bernilai 10, maka anda harus berusaha agar mendapatkan nilai 10 pula. Seperti halnya yang sudah tercantum dalam Al-Qur’an surah An Nuur ayat 26 yang artinya, “perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula.” Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan seperti apa yang kalian inginkan, perbaiki dulu akhlak kalian.

Buat yang perempuan, agar kalian diberi “pangeran” terbaik, tugas kalian hanya memantaskan diri dan meminta kepada Allah. Semakin sering mengadu dan dekat kepada Allah, maka Dia akan mengirimkan pangeran terbaik untuk kalian. Jangan ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh terbaik kalian. Bila sebelum subuh kalian selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia tega memberikan “pangeran” yang tak bermutu kepada kalian. Ngerti kan maksud gue? Berfirman Tuhanmu, “Berdo’alah kepada-Ku. Aku perkenankan bagimu.” (QS. 40:60)

“Walau ia digenggam kuat, andai ia bukan milik kita, ia akan terlepas juga. Dan meskipun ia ditolak ke tepi, jika ia untuk kita, ia akan datang juga. Itulah yang dinamai jodoh.” (from Rembulan di Pinggang Bukit, Susan Susanti.)

Artinya, jodoh kita sudah ada, cuy. Jadi, enggak usah pusing mikirin pendamping hidup kita. Masalah dalam hidup kan banyak, so, masih banyak hal lain yang kalian bisa urus.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” Gue terhenyak.


Gue tersentuh setelah berkali-kali membaca quotes tersebut. Agama Islam tuh membuat peraturan yang semata-mata emang untuk kebaikan kita sendiri. Untuk menjaga kita dari situasi-situasi yang buruk. Tapi, kita terkadang meremehkan hal-hal yang dibuat untuk menjaga diri kita. Astaghfirullahaladzim. Semoga Allah mengampuni kita semua dan senantiasa mencurahkan rahmat-Nya untuk kita. Aamiin.

Jika menanti adalah sebuah proses mendapatkan yang terbaik, lalu kenapa kita masih saja mau berjalan dengan orang yang tersedia? Semoga buku ‘Kutinggalkan dia karena DIA’ bisa menjadi buku yang bermanfaat dan menyadarkan kita untuk kembali ke jalan-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhai oleh ALLAH SWT. Aamiin.

Sumber gambar:
https://listiym.files.wordpress.com/2015/02/fullsizerender.jpg
https://instagram.com/p/3BZygrx0R_/?taken-by=wulanputeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar