16/03/16

Palu, Kota Kecil dengan Berjuta Bukit!



Halo! Kali ini gue bakalan bawa kalian untuk menjelajahi sebuah kota kecil di daerah Sulawesi Tengah. Tepatnya, kota dimana Pasha Ungu terpilih sebagai wakil walikota, yeaaah. Kota apa lagi kalau bukan kota Palu. Yuk, lihat sisi mana saja yang berhasil gue jelajahi!




Kita udah mendarat di kota Palu, nih. Pertama, yuk ikut gue menjelajahi salah satu pantai di desa Loli, Palu. Pantai ini berhasil mengejutkan gue dengan kesederhanaannya sekaligus keluarbiasannya. Pantai ini pantai biasa seperti pantai pada umumnya, bahkan terlalu biasa. Tetapi, yang bikin pantai ini luarbiasa adalah suasana di sekitarnya. Pantai ini dikelilingi bukit-bukit, dan laut. Keadaan penduduk yang jarang serta masih asri tumbuh-tumbuhannya membuat seseorang yang ingin berlibur untuk mengasingkan diri bakal betah di sini!



Gue sempat menguping beberapa pembicaraan. Ternyata, zaman dahulu, di Palu, jika ada orang meninggal, atau ada orang yang mau menikah dan ada peristiwa-peristiwa besar lainnya, penduduk setempat sering menjual tanah. Zaman dulu, dijualnya masih murah sekali, sekitar 3-5 juta saja. Makanya, banyak teman-teman orangtua gue yang banyak uangnya karena pada tahun 80-90an mereka sempat tinggal di Palu, dan membeli banyak tanah yang ditawari penduduk setempat. Tanah itu sekarang harganya sudah ratusan juta kalau mau dijual. Jadi, ceritanya ada orang di kantor bokap gue, jabatannya rendah banget, tapi ternyata dia tuan tanah di Palu! Tanahnya banyak, itu kalau mau dijual semuanya, mungkin dia bisa jadi milyader. Berkat tanah itu pula banyak yang bisa pergi umroh dan haji.



Selanjutnya, ikut bokap gue yuk! Kita menuju jembatan kembar, yeay! Kalau abang gue nyebutnya jembatan Mcdonald, soalnya bentuknya yang mirip lambang Mcdonald. Sebenarnya biasa aja, sih. Jembatan dimana-mana juga banyak. Tetapi, lagi-lagi pemandangan di sekitar jembatannya itu, loh. Ini tidak seperti pemandangan di bawah kolong jembatan Ibukota. Kolong jembatan di sini beda banget!


Kolong jembatannya indah, bukan? Angin yang semilir, penduduk yang tak padat, jalanan yang tak macet, panorama dimana-mana, bikin betah berlama-lama duduk di sini. Sayangnya, senja hampir lewat, saatnya melanjutkan perjalanan!


Hari mulai gelap, tapi kami masih belum ingin kembali ke rumah. Akhirnya, bokap memberi kesempatan untuk anak-anaknya menikmati kota Palu di malam hari. Aaaaah, senangnya!


Kota Palu merupakan kota yang tengah berkembang dan banyak mengalami kemajuan. Meskipun, gue akui di sini berbeda sekali dengan kota-kota lainnya. Setahu gue, sepanjang yang gue perhatikan, di Palu tidak ada toko buku seperti Gramedia, adanya Ramedia. Tidak ada Indomaret, adanya Andomaret. Penjual pecel lele bertebaran. Giant, Hypermart dan sejenisnya berdiri sendiri dengan bangunannya.


Tapi, tenang saja, meskipun tidak seperti kota-kota lainnya, Palu menyuguhkan keindahan tersendiri dibandingkan dengan kota lainnya. Kebosanan kalian akan terbayar dengan segala panorama yang ada. Jangan stay di rumah saja, selamat mengunjungi daerah-daerah lainnya di Indonesia! Salam traveler!



3 komentar:

  1. Aku teringat teori pertemuan lempeng yang minggu lalu dosenku ceritakan. Palu dan daerah disekitarnya-provinsi Sulawesi Tengah- adalah pertemuan 2 lempeng yang dulu terpisah. Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekarang, pernah bersatu dengan pulau Kalimantan yang ada di sebelah baratnya. Dan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara sekarang, dahulu bersatu dengan gugusan pulau utama Papua di sebelah timur.
    Akibat pergerakan ini, kedua bagian tadi terpisah dari pulau utamanya dan selama jutaan tahun akhirnya bertumbukan dan bertemu di daerah Sulawesi Tengah. Pertumbukan mereka tidak berhenti, hingga sekarang pertemuan mereka dapat kita rasakan walaupun dalam hitungan yang sangat kecil.
    Tumbukan-tumbukan itulah yang kemudian memaksa daerah yang bertemu untuk membentuk hamparan bukit-bukit yang indah, yang bisa jadi dalam jutaan tahun dari sekarang menjadi hamparan pegunungan tinggi walaupun tak setinggi pegunungan Himalaya di India.
    Kalau mau kulanjutkan, pertemua kedua lempeng itu adalah bagian paling tenggara lempeng Eurasia yang mencakup wilayah Eropa serta Asia dan bagian utara lempeng Indo-Australia yang mencakup benua Autralia serta hamparan kepulauan di sekitar pulau Papua.
    Aduh, jauh sekali aku membahas hal ini, aku belum yakin dengan jawabanku biar kucek lagi di referensi-referensi yang ada.
    Ah, sudahlah terlalu bersemangat diriku. Mungkin efek UTS menuntutku untuk lebih banyak membaca lagi.
    Selamat berkelana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelak ketika kau telah membalas postingan ini, ingatkan aku lewat chat untuk memperlihatkan animasi pertemuan lempeng tersebut.

      Hapus
    2. WIHHHHH IT'S SO A LONG STORY! :D THANKYOUUU FOR COMMENTED! XOXO

      Hapus