Pada hari itu, saya bermaksud hadir
dalam hari bahagia salah seorang sahabat yang tahap demi tahap berhasil
menyelesaikan langkah demi langkah menuju keberhasilan pendidikannya. Ruangan
mulai kosong, kami, orang-orang yang mengaku mencintainya mulai masuk hendak
memeluknya dan memberikan berbagai buket bunga serta membanjirinya dengan
ucapan selamat. Sampai pada perihal kegiatan berfoto bersama yang membosankan
akan tetapi selalu menjadi yang ditunggu-tunggu, kami pun melakukannya.
Tetapi, tahukah wahai pembaca? Di
sana, tepat di hadapan gedung yang penuh sorak bahagia anak-anak sebab di hari
bahagianya didatangi orang-orang tercinta mereka, dibanjiri bunga, coklat dan
hadiah lainnya, adalah sebuah gedung yang sedang hendak dibangun, berwira-wiri
para kuli bangunan itu di sana, pura-pura sibuk sambil sesekali diam-diam
mencuri pandang ke arah gerombolan anak-anak yang penuh sukacita itu.
Saya percaya, mata-mata itu tengah
bersinar dengan masing-masing harapan yang terpendam dalam benak entah
ditujukan pada siapa, mungkin anak, sanak-saudara, atau pun keluarga mereka nun
jauh di sana, sementara mereka tengah banting tulang membangun gedung
pendidikan atau kalau saya pikir-pikir itu lebih menyerupai masjid yang hendak
dibangun.
Mata-mata itu memancarkan doa,
harapan yang baik-baik, semoga tanpa diiringi rasa dengki karena semoga setiap
insan menerima bahwa porsi kebahagiaan tiap orang berbeda-beda, begitu pula
dengan waktunya. Sama halnya dengan kami-kami ini, yang ingin pula bergegas
untuk sampai di hari itu. Tetapi, teruntuk diri saya sendiri, tak pernah meninggikan
harapan untuk menerima berbagai hadiah seperti itu. Sadar diri, bahwa semakin
hari, teman-teman kian menipis kehadirannya, janji demi janji hanya coba untuk
saya dengar tanpa menagih, hingga tersisa mereka yang benar-benar ada untuk
mencintai.
Kembali lagi, jangan mengingat soal
diri sendiri! Di luar sana, begitu banyak orang yang hanya mampu hidup dalam
harapan dan doa. Maka dari itu, jadilah sebaik-baik harapan dan doa mereka agar
kelak keberhasilan kita bisa mengubah lebih baik hidup mereka.
Sering2ko publish tulisanmu haha
BalasHapusTerima kasih sudah main ke sini, Kak!
HapusDoakan semoga bisa istiqamah menulis kebaikan. :)