19/07/19

Mata-Mata Itu, Penuh Harapan dan Doa


Pada hari itu, saya bermaksud hadir dalam hari bahagia salah seorang sahabat yang tahap demi tahap berhasil menyelesaikan langkah demi langkah menuju keberhasilan pendidikannya. Ruangan mulai kosong, kami, orang-orang yang mengaku mencintainya mulai masuk hendak memeluknya dan memberikan berbagai buket bunga serta membanjirinya dengan ucapan selamat. Sampai pada perihal kegiatan berfoto bersama yang membosankan akan tetapi selalu menjadi yang ditunggu-tunggu, kami pun melakukannya.

Tetapi, tahukah wahai pembaca? Di sana, tepat di hadapan gedung yang penuh sorak bahagia anak-anak sebab di hari bahagianya didatangi orang-orang tercinta mereka, dibanjiri bunga, coklat dan hadiah lainnya, adalah sebuah gedung yang sedang hendak dibangun, berwira-wiri para kuli bangunan itu di sana, pura-pura sibuk sambil sesekali diam-diam mencuri pandang ke arah gerombolan anak-anak yang penuh sukacita itu.

Saya percaya, mata-mata itu tengah bersinar dengan masing-masing harapan yang terpendam dalam benak entah ditujukan pada siapa, mungkin anak, sanak-saudara, atau pun keluarga mereka nun jauh di sana, sementara mereka tengah banting tulang membangun gedung pendidikan atau kalau saya pikir-pikir itu lebih menyerupai masjid yang hendak dibangun.

Mata-mata itu memancarkan doa, harapan yang baik-baik, semoga tanpa diiringi rasa dengki karena semoga setiap insan menerima bahwa porsi kebahagiaan tiap orang berbeda-beda, begitu pula dengan waktunya. Sama halnya dengan kami-kami ini, yang ingin pula bergegas untuk sampai di hari itu. Tetapi, teruntuk diri saya sendiri, tak pernah meninggikan harapan untuk menerima berbagai hadiah seperti itu. Sadar diri, bahwa semakin hari, teman-teman kian menipis kehadirannya, janji demi janji hanya coba untuk saya dengar tanpa menagih, hingga tersisa mereka yang benar-benar ada untuk mencintai.

Kembali lagi, jangan mengingat soal diri sendiri! Di luar sana, begitu banyak orang yang hanya mampu hidup dalam harapan dan doa. Maka dari itu, jadilah sebaik-baik harapan dan doa mereka agar kelak keberhasilan kita bisa mengubah lebih baik hidup mereka.

2 komentar:

  1. Sering2ko publish tulisanmu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah main ke sini, Kak!

      Doakan semoga bisa istiqamah menulis kebaikan. :)

      Hapus