Sedang antri bayar makan di warung soto betawi.
“Mba, bayarnya sendiri-sendiri?”
“Gimana, Mas? Oh nggak, sekalian
aja semuanya.” Jawab saya sambil menahan tawa dalam hati.
Setelah itu, saya dan Kak Satriya
menuju parkiran sambil kubisiki ia, “Kak, bahkan orang tidak berpikir bahwa
kita pacaran. Masa dikiranya kita bayarnya sendiri-sendiri.”
‘Karena kita memang temenan ya, Kak? Teman hidup..’ batin saya sambil
tersenyum.
Lalu kami tertawa bersama. Kudekap
erat tubuhnya di atas motor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar