Jadi, begini
cerita yang tertulis dalam prosa itu, aku singkat saja ya.
Aku kuno, kau mungkin tidak.
Aku tak suka membaca buku sepertimu.
Aku tak suka melakukan perjalanan
menyeramkan macam naik gunung, tapi kau suka.
Aku lulusan kampus yang orang lokalpun tak
tahu dimana kampusku itu saking tak terkenalnya, tapi kau punya almamater yang
tinggi.
Agamaku pun belum begitu baik, tak
sepertimu. Aku tidak lemah lembut, kata-kataku keras. Mengapa kau cinta?
Aku bahkan tak suka minum kopi, tak sama
denganmu. Tentu aku tak bisa menemanimu minum kopi, seperti keseharianmu.
Lalu kau
berkata,
“Aku tidak sedang mencari teman minum
kopi atau membaca buku, tidak juga sedang mencari teman naik gunung. Aku mencari
teman hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa bersama menuju-Nya. Dan aku
tidak peduli dengan selain itu.”
Sumber gambar:
Tumblr.com



