18/09/15

#Cerita dan Prosa Kurniawan Gunadi: Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak



Sebelumnya, terimakasih untuk (calon) teman asramaku, Faricha, karena telah membawa buku ini sampai ke tanganku. Merasa beruntung dapat menyentuh buku ini, dan lebih bersyukur ketika selesai membacanya.

Untuk mas Kurniawan Gunadi, kuhaturkan rasa salut yang luarbiasa karena telah menuliskan kumpulan cerita dan prosa yang menyentuh hati.

Beberapa postingaku ke depan akan mengulas cerita-cerita dan prosa dalam buku ini “Hujan Matahari”, tiap orang adalah hujan dan matahari bagi orang lain. Kau tinggal memilih, ingin menjadi hujan atau matahari itu?

Baiklah, kita kembali ke judulnya. Kamu baik, masa lalumu tidak.

“Perempuan lebih suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu.”

Setiap orang memiliki masa lalu baik itu masa lalu yang baik atau buruk. Setiap hal di masa lalu tidak pernah ada yang bisa diubah, masa depanlah yang bisa diubah. Percayalah, di dunia ini hampir semua orang memakai topeng. Termasuk kamu, untungnya aku tidak mudah percaya dengan topengmu.

Jika kamu memang mencintai dia, ceritakanlah masa lalumu dengan lengkap. Di dunia ini banyak sekali orang baik dan orang yang bisa menerimamu, pecayalah. Aku tidak ingin kamu membohongi dia. Bila di tengah perjalanan dia tahu siapa kamu sebenarnya, hal buruk bisa terjadi. Lebih baik tahu sejak awal, kan?

Manusia seperti kita ini pandai sekali bersikap manis, bersikap baik. Menyembunyikan diri di balik jas berdasi dan baju koko. Menyembunyikan dosa di balik kopiah dan gelang tasbih. Manusia selalu dilanda ketakutan, takut bila orang lain mengenalnya. Takut bila orang lain mengetahui aibnya. Hidup seperti itu sungguh memuakkan, bukan? Kamu sudah menjalaninya.


“Setidaknya aku tahu, sejahat apapun aku, Allah masih berkenan memanggilku untuk menyembah-Nya. Artinya, Dia masih memanggilku untuk Dia ampuni.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar