Pernah bertemu dengan seorang
laki-laki yang menjaga dirinya kemudian menyukai seorang gadis, yang sayangnya
ada laki-laki di sebelahnya? Laki-laki itu bukan siapa-siapanya di mata Allah,
meski dunia mengatakan laki-laki itu adalah pacar sang gadis. Lalu laki-laki
yang menjaga dirinya itu tetap pada tempatnya. Tidak maju, tidak mundur. Diam di
atas sajadahnya. Menunggu sampai pada saat Allah memberikan sesuatu yang selama
ini dia pajatkan dalam doanya.
Pernahkah bertemu dengan laki-laki
sebaik itu? Sibuk menjaga dirinya sementara dia menyukai seorang gadis yang
mungkin menurut kami tidak pantas karena dia sedang riang bergandengan tangan
dengan laki-laki yang bukan siapa-siapanya? Tapi dia yakin pada pilihannya. Lalu
ketika kami tanya, “mengapa?” katanya, dia melihat kebaikan pada gadis itu,
hanya perlu dihidupkan dan mungkin saat ini hatinya sedang tertutup sebab
kekhilafannya.
Kami hanya bisa mendoakannya. Laki-laki
ini terlalu kuat pendiriannya. Lalu kami bertanya, apa yang dia doakan setiap
waktu? Katanya, dia mendoakan gadis itu terlepas dari laki-laki tadi lalu dia akan
segera memintanya untuk menjadi teman hidupnya. Kami terkejut. Kami tahu pasti,
kualitasnya mungkin pantas untuk mendapatkan yang jauh lebih baik. Lalu dia
tersenyum lagi. Dia bilang, perasaan itu fitrah dan setiap perasaan yang baik
akan mengantarkan kepada hal baik. Dia berharap cintanya bisa membawa gadis itu
pada kebaikan.
“Aku ingin
menyelamatkannya dan bisa bersama-sama dengannya di surga, gadis sebaik itu
tidak sepantasnya mendapat murka-Nya.”
Pernah bertemu dengan laki-laki
seperti itu? Kami pernah. Lalu apa yang terjadi kemudian? Hari ini dia akan
menikahi gadis itu. Seandainya gadis itu tahu apa yang terjadi jauh hari
sebelum hari ini, entah bagaimana perasaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar