18/09/15

#Cerita dan Prosa Kurniawan Gunadi: Keyakinan



Pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang menjaga dirinya kemudian menyukai seorang gadis, yang sayangnya ada laki-laki di sebelahnya? Laki-laki itu bukan siapa-siapanya di mata Allah, meski dunia mengatakan laki-laki itu adalah pacar sang gadis. Lalu laki-laki yang menjaga dirinya itu tetap pada tempatnya. Tidak maju, tidak mundur. Diam di atas sajadahnya. Menunggu sampai pada saat Allah memberikan sesuatu yang selama ini dia pajatkan dalam doanya.

Pernahkah bertemu dengan laki-laki sebaik itu? Sibuk menjaga dirinya sementara dia menyukai seorang gadis yang mungkin menurut kami tidak pantas karena dia sedang riang bergandengan tangan dengan laki-laki yang bukan siapa-siapanya? Tapi dia yakin pada pilihannya. Lalu ketika kami tanya, “mengapa?” katanya, dia melihat kebaikan pada gadis itu, hanya perlu dihidupkan dan mungkin saat ini hatinya sedang tertutup sebab kekhilafannya.

Kami hanya bisa mendoakannya. Laki-laki ini terlalu kuat pendiriannya. Lalu kami bertanya, apa yang dia doakan setiap waktu? Katanya, dia mendoakan gadis itu terlepas dari laki-laki tadi lalu dia akan segera memintanya untuk menjadi teman hidupnya. Kami terkejut. Kami tahu pasti, kualitasnya mungkin pantas untuk mendapatkan yang jauh lebih baik. Lalu dia tersenyum lagi. Dia bilang, perasaan itu fitrah dan setiap perasaan yang baik akan mengantarkan kepada hal baik. Dia berharap cintanya bisa membawa gadis itu pada kebaikan.

“Aku ingin menyelamatkannya dan bisa bersama-sama dengannya di surga, gadis sebaik itu tidak sepantasnya mendapat murka-Nya.”

Pernah bertemu dengan laki-laki seperti itu? Kami pernah. Lalu apa yang terjadi kemudian? Hari ini dia akan menikahi gadis itu. Seandainya gadis itu tahu apa yang terjadi jauh hari sebelum hari ini, entah bagaimana perasaannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar