Ya, saya juga
sama denganmu. Ketika melihat orang-orang di luar sana memamerkan seseorang
yang dicintainya. Tetapi, tak pantas kamu berkata aku ini bisa apa?
Ya, saya juga
sama denganmu. Ketika melihat orang-orang di luar sana menciptakan bahagia
versi mereka sendiri, sementara kamu sibuk menciptakan bahagia versi kamu
sendiri dengan memilih menjaga hatimu dari perasaan-perasaan yang tak
bertanggungjawab.
Ya, saya juga
sama denganmu. Tetap percaya pada suatu hari dimana kita akan seperti mereka
juga dengan kebahagiaan yang berbeda, karena kita mencinta sebab sang Pencipta
bukan mencipta bahagia itu sendiri lalu merusak rambu-rambu kehidupan yang ada.
Kita tidak seperti itu.
Ya, saya juga
sama denganmu. Tetap percaya bahwa suatu hari tidak akan lagi seorang diri
belanja kebutuhan sehari-sehari di supermarket, tidak akan lagi seorang diri
menikmati wifi di kafe-kafe guna blogging dan melakukan bisnis online, tidak
akan lagi seorang diri menyantap gulali di pasar malam, tidak akan lagi seorang
diri makan ayam bakar di gerobak Mas Yanto, tidak akan lagi seorang diri
memilih buku-buku di rak-rak toko buku, tidak akan lagi seorang diri ke
perpustakaan kota, tidak akan lagi seorang diri menikmati weekend di tenggara Tugu Yogya, tidak akan lagi seorang diri
jogging di Stadion Maguwo ataupun makan lotek seorang diri di warung Colombo,
tidak akan lagi seorang diri dalam berbagai perjalanan bahkan tidak akan lagi
seorang diri bersujud di atas sajadah di dalam kamar.
Dan suatu hari airmata
saya akan jatuh menyaksikan bahwa keyakinan yang kita punya adalah sama.
Melihat arah yang sama, menggenggam tujuan yang sama. Bagaimana rasanya
dicintai seseorang yang mencintaimu karena cintamu kepada Tuhanmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar