25/05/17

[All About Life] : Shalat Jum'at



Rasanya adem tiap kali melintas di jalan di waktu-waktu shalat Ju’mat. Melihat seorang pria dengan wajah yang terbasuh air wudhu, pakaian yang rapi, dengan tatapan teduh berjalan menuju Masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Hari itu membuat saya teringat pada salah satu teman masa kecil saya. Sekitar 6 tahun yang lalu kami sempat kontak-kontakan. Kami cukup dekat dan kami juga sudah saling tahu tabiat dan latar belakang masing-masing. Waktu itu kami bercerita macam-macam. Saya bertanya tentang kabarnya dan bagaimana ia sekarang menjalani hidupnya. Waktu itu kami masih menjadi bocah SMP. Dia bilang pada saya bahwa dia bertambah nakal. Saya bertanya mengapa ia tambah nakal, katanya ia sering main motor, balapan, sempat beberapa kali kecelakaan. Dia dengan santainya menceritakan itu pada saya. Menurut saya itu memang kelakuan yang nakal, karena saat itu kami masih berusia sekitar 14 tahun. Cukup sedih sih mendengar dia yang seperti itu. Lalu dia menambahkan, “Lebih parah, Jum’at kemaren gua juga nggak ikut shalat Jum’at.” Begitu katanya.

Hari ini saya merenung.

Berarti di usia kami pada saat itu, ia sudah memahami bahwa shalat Jum’at adalah wajib bagi laki-laki, ia berkata seperti itu seolah ia menyesali perbuatannya bahkan ia mencap bahwa lalai karena  tidak melaksanankan shalat jumat termasuk dalam kenakalan yang dilakukan olehnya. Berbeda halnya dengan laki-laki muslim yang pada saat di jam-jam shalat Jum’at ia malah bersantai, tidak bersegera menjawab panggilan Allah, bahkan meremehkan kewajiban shalat.

Meski, saya tidak tahu alasan dia tidak pergi untuk shalat Jum’at itu karena apa, tetapi saya percaya bahwa dia menyesali perbuatannya.

Ah, sudah lama sekali kami tidak kontakan. Tapi, saya tahu dia sekarang kuliah dimana, dan mungkin dia tahu juga saya kuliah dimana. Saya percaya, suatu saat nanti kami bertemu kembali. Semoga benar-benar bisa menjadi teman lagi, sama seperti saat-saat zaman sekolah dasar dulu, kami jajan bareng, taruhan, pinjem gopek, main di padang ilalang, iseng pencet bel rumah orang, ngasal bikin sambal rujak buat adek-adek kelas, minta ongkos pulang sama guru, atau bahkan jalan kaki bareng karena tidak punya uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar