Alhamdulillah,
akhirnya tulisan ini selesai juga. Susah sekali mencari waktu yang tepat untuk
menulis. Sebab, menulis bagi saya butuh kenyamanan. Sayangnya, ide dan
inspirasi yang muncul selalu di saat yang tidak tepat. Selalu waktu lagi di
kamar mandi atau dalam perjalanan.
Alhamdulillah, Tulisan
kali ini insyaaAllah bermanfaat untuk kamu-kamu yang berniat mengambil jurusan
Sastra Inggris kalau kuliah nanti, atau yang keterima kuliah di jurusan Sastra
Inggris di tahun ini, atau ada yang mau pindah jurusan ke Sastra Inggris
mungkin setelah membaca tulisan ini? Hihi.
Seperti apa sih jurusan Sastra
Inggris?
Sastra Inggris
bukanlah sebuah jurusan yang seberat saintek tetapi juga tak semudah yang
dipikirkan kebanyakan orang. Sastra Inggris mempelajari berbagai dasar dalam
mempelajari Bahasa Inggris dan juga sastranya sendiri. Sastra yang dimaksud di
sini ialah kesusastraan Inggris yang mendunia. Kesusastraan di Inggris sana
yang telah lahir sejak dulu merupakan kerya-karya besar yang mendunia dan
melegenda. Banyak sekali cerita-cerita dari berbagai negara di dunia yang
terinspirasi dari karya-karya yang terdapat dalam kesusastraan Inggris pada era
dulu. Inggris sendiri memiliki begitu banyak tokoh yang melahirkan banyak karya
yang mendunia.
Sastra
Inggris mempelajari tokoh-tokoh tersebut juga karya-karyanya. Selain itu, di
beberapa mata kuliah tentang sastra lebih banyak peran kita untuk menganalisis
bacaan, dan selebihnya tentang pelajaran dasar seperti melatih kita dalam
berbicara, menulis, dan membacanya, tentunya dalam bahasa Inggris. Berikut ini
akan saya paparkan beberapa hal terkait perkuliahan di jurusan Sastra Inggris.
Yang saya akan saya coba paparkan terkait perkuliahan pada semester-semester
awal. Perlu diingat pula bahwa yang saya paparkan merupakan jurusan Sastra
Inggirs di perguruan tinggi tempat saya kuliah, sebab tiap perguruan tinggi
memiliki pembelajaran dan aturan yang berbeda-beda. Enjoy!
Mata kuliah seperti apa sih yang
diajarkan di jurusan Sastra Inggris?
Pada
semester awal terdapat mata kuliah seperti:
- Basic English Grammar, pada mata kuliah yang satu ini layaknya seperti mengikuti kelas bimbingan belajar, dimana kita diajarkan tentang grammar dasar.
- Listening stories, di mata kuliah ini kita menggunakan sebuah lab. Seperti namanya, pada kelas ini kita hanya disuruh untuk menyimak dengan baik apa yang speaker katakan. Terkadang juga membahas soal cara pelafalan. Dalam kelas ini dibutuhkan konsentrasi agar kita mampu memahami speaker.
- Narrative reading, menurut saya mata kuliah yang ini seperti mata kuliah Bahasa Indonesia versi Bahasa Inggrisnya. Teman-teman pasti bisa membayangkan seperti apa pelajaran Bahasa Indonesia di jaman sekolah dulu, bukan?
- Telling stories, ini adalah mata kuliah yang sangat hemat kertas. Hampir kertas tidak dibutuhkan dalam mata kuliah yang satu ini, karena di kelas ini kamu dilatih untuk berbicara. Kadang di waktu-waktu tertentu kamu hanya disuruh bercerita dengan temanmu tentang liburanmu, kadang hanya seperti itu kelasnya. Sangat ringan dan santai. Tetapi, di kelas ini banyak presentasi dan biasanya individu. Dosen ingin menilai kemampuan berbicara kamu. Biasaya kertas-kertas yang kita punya hanya dipenuhi konsep-konsep bagi anak-anak yang masih membutuhkan menulis konsep seperti saya ini. Beberapa anak terlalu pandai hingga tak perlu lagi membuat konsep.
- Vocabulary, seperti namanya di dalam kelas ini vocabularymu terus-menerus ditambahkan. Di kelas ini dosen memberi sebuah buku pada mahasiswanya yang isinya kita harus mencari arti dari vocab-vocab tersebut dan akan diadakan kuis setiap selesai satu bab. Kuisnya juga mudah karena soal yang keluar semuanya adalah dari buku tersebut.
- Writing stories, kelas yang satu ini cukup menyenangkan. Kamu akan disuruh menulis sesuatu tergantung tema yang diberikan dosennya pada hari itu. Lalu tugasmu akan ditukar dengan punya temanmu, kamu memeriksa lembar kerja temanmu itu. Kamu disuruh untuk memperbaiki pemakaian kata kerja, kata ganti, to infinitive, bahkan kata-kata yang pemakaiannya sepertinya tidak pantas dalam kalimat tersebut.
- General Linguistik, ini seperti pelajaran tentang berbagai teori kata. Dalam mata kuliah ini kita akan membongkar kata demi kata. Dari segi makna, pelafalan, pemakaian, hingga intonasi.
- General Literature, menurut saya ini seperti pelajaran narrative reading digabung dengan pelajaran writing stories.
- History of English Literature atau yang biasa disingkat HoEl. Pelajaran yang satu ini mengasyikkan, beberapa tugas adalah menonton film dan membuat reviewnya, selebihnya adalah presentasi dan harus banyak membaca karena kesusastraan Inggris begitu besar dan dalam.
Pada
semester-semester berikutnya, mata kuliah akan mengalami perubahan nama yang
tadinya seperti writing stories akan berubah menjadi factual writing, begitu
juga dengan mata kuliah lainnya akan berubah menjadi factual.
Bagaimana UAS yang dilakukan di
jurusan Sastra Inggris?
Saya
akan mencoba memaparkan beberapa model
UAS yang dilangsungkan di jurusan Sastra Inggris:
- Take home. Yap, UAS yang ini mengasyikkan. Wong dikerjainnya di rumah, bisa sambil nonton drama korea dan makan cemilan. Dikumpulkannya bisa lewat email atau di print out lalu dikupul di meja sang dosen, tergantung perintahnya apa.
- Makalah. Biasanya bentuknya perkelompok. Dan makalah ini adalah makalah yang sudah dipresentasikan di hari-hari kuliah, jadi seolah-olah mata kuliah tersebut tidak ada UAS-nya. Enak, bukan?
- Mengerjakan soal. Seperti pada mata kuliah Grammar dan Reading. Grammar, kamu cuma perlu belajar bab-bab rumus-rumus waktu begitulah dan lain-lain. Reading, kamu tidak perlu belajar karena kamu juga tidak tahu apa yang mau dipelajari, nanti teks bacaannya langsung dari dosen. Jawaban untuk soal reading, kamu hanya perlu menganalisis bacaannya untuk menemukan jawaban.
- Untuk mata kuliah Listening, kamu datang ke labnya dan tidak perlu juga belajar dari rumah. Ujiannya hanya listening. Tulis apa yang kamu dengar, sebelum ujian alangkah baiknya mengorek telinga dulu, dengan korek kuping ya bukan dengan garpu! #krik
- Ada juga yang modelnya adalah makalah, tetapi mengalami revisi terus-menerus karena terus-menerus salah.
Untuk soal ini, saya bercerita secara umum saja, ya.
- Dosen yang bawa perasaan. Dosen yang seperti ini biasanya dia punya rasa peduli yang sangat besar. Dia hafal detail kamu, dia peduli dengan kehadiran kamu di kelas. Dia akan menanyaimu di minggu berikutnya apabila di minggu sebelumnya kamu tidak datang.
- Dosen yang tidak menegur bila kelas ribut. Ia hanya menunggu sampai kelas hening.
- Dosen yang tetap tenang di kursinya meskipun kelas ribut saat presentasi. Tetapi, ia tak peduli. Ia membiarkan mahasiswa yang mau belajar untuk belajar, dan mahasiswa yang tidak serius belajar untuk bermain-main di kelas. Dosen tipe ini begitu santai, ia akan menilai mahasiswanya dari nilai-nilai mereka. Siapa yang nilainya bagus, berarti memperhatikan. Begitu juga sebaliknya.
- Dosen yang tidak akan mengijinkan masuk apabila mahasiswanya terlambat meski satu menit. Tetapi, ada juga dosen yang meskipun mahasiswanya terlambat satu jam tetap diijinkan masuk karena mahasiswa tersebut dinilainya tetap ingin belajar.
- Dosen yang tidak mempermasalahkan nilai. Remedial baginya tidak masalah, ia akan memberi kesempatan hingga tiga kali sampai nilai mahasiswanya bagus, yang penting tidak mencontek. Kejujuran nomor satu.
- Dosen pembenci kaum plagiat. Baginya, kegiatan plagiarisme adalah dosa besar dalam dunia pendidikan, dosa yang tidak semudah itu untuk diampuni. Sekali saja kamu didapati melakukan plagiarisme, kamu bisa diblacklist olehnya seumur hidup kamu.
- Dosen yang membiarkan mahasiswanya berpendapat, bahkan meski memakai bahasa Indonesia sekalipun padahal jururan kami adalah Sastra Inggris.
- Dosen yang membiarkan mahasiswanya mengeluarkan pendapat tetapi selalu disanggah dan ditanya balik olehnya. Adapun dosen yang membuat mahasiswanya takut mengeluarkan pendapat, karena sang dosen selalu membuat pernyataan yang membuat mahasiswanya serba salah dengan pendapatnya.
Bonus Tips and Trick, nih!
- Sediakan kamus di laptop kamu seperti kamus Cambridge dan wajib mendownload kamus offline di hp kamu.
- Selalu mendengarkan dosen apa lagi jika berkaitan dengan materi minggu depan, biasanya dosen akan mengatakannya di akhir pertemuan. Jika kita menyimak dengan baik, maka kita bisa membuat konsep untuk materi minggu depan terlebih dahulu sehingga saat masuk di kelas di minggu depan kamu sudah punya konsep untuk presentasi atau sekedar menjadi mahasiswa aktif di kelas.
- Selalu mengerjakan tugas tepat waktu dan tidak menumpuknya. Karena kehidupan mahasiswa memiliki banyak focus, maksudnya untuk mahasiswa macam saya. Fokus itu seperti fokus pada kuliah, organisasi, lingkungan tempat tinggal, atau bahkan pekerjaan dan goals lainnya.
- Perhatikan pertemuan paling pertama di kelas dengan dosen. Biasanya dosen akan menginformasikan tentang point-point yang ditawarkan di dalam kelas. Seperti point kehadiran, keaktifan, tugas, kuis, dan ujian semester. Di beberapa mata kuliah, nilai kuis lebih besar dari nilai ujian semester, maka dari itu kamu harus memperhatikan setiap berapa pekan kuis tersebut diadakan di mata kuliah tertentu.
- Pada semester awal, saya tidak mengikuti organisasi karena saya ingin tahu dahulu seperti apa dunia kuliah itu, seperti apa padatnya perkuliahan di jurusan saya.
- Hal yang tak bisa saya tahan adalah saya awal semester mengikuti beberapa UKM. Hal ini berakhir dengan saya menjadi anggota yang tidak aktif. Saya belum mampu menyeimbangi, mungkin bukan tak mampu, saya hanya tidak memahami konsekuensinya seperti apa. Jadi, sebagian orang memang bisa memiliki fokus yang cukup banyak, sebagiannya lagi tidak bisa. Jangan dipaksakan, beberapa orang yang memaksakan berakhir dengan kondisi jiwa yang menjadi tidak stabil alias stress.
- Dalam kehidupan mahasiswa, mengatur waktu adalah hal yang sangat penting. Bukan hanya itu, pandai memilih hal yang diprioritaskan juga menjadi salah satu kunci keberhasilan. Tak hanya dalam hal memilih kegiatan yang bermanfaat saja, tetapi juga memilih tempat makan, membeli barang kebutuhan, dan lain sebagainya. Soal yang satu ini juga terkadang tergantung selera serta bergantung pada penghasilan dan pengeluaran kamu sendiri.
Lalu bagaimana jika merasa salah
berada di jurusan ini?
Coba pikirkan. Waktu
itu tak bisa diulang. Kesempatan dan keberuntunganpun begitu. Untuk diri saya
sendiri, saya terlalu takut menghadapi risiko yang tak bisa saya jalani apabila
saya mengikuti ujian ulang dikarenakan saya tak membetahi jurusan ini. Ditambah
pula dukungan dan semangat yang diberikan oleh orang-orang sekitar untuk
bertahan. Apalagi jika sudah menemukan teman-teman yang cocok dan membuatmu
nyaman, haruskah kamu mengundurkan diri? Berpaling pada yang lain? Tetapi, jika
kamu merasa mampu, maka berpalinglah, berpindahlah pada suatu tempat yang
membuatmu nyaman. Tetapi, jikalau kaumerasa salah pilih lagi, pikirkan kembali
tentang waktumu, tenagamu, uangmu, semua hal yang sudah kamu keluarkan untuk
membayar itu semua. Sekarang, saya bertahan menjalani apa yang saya pilih. Untuk
kedepannya bagi seorang lulusan Sastra Inggris sangat luas bidang yang bisa
ditempuh, diantaranya kamu bisa menjadi seorang penerjemah, tour guide, dosen,
guru les, guru privat, bisa banget juga kuliah keluar negeri karena modalnya
emang harus bisa berbahasa Inggris! Dan tentunya bisa menjadi seorang blogger,
HEHEHE.
Tetapi, memang
sih, lakukanlah apa yang kamu suka, dan sukai apa yang kamu lakukan! Saya hanya
memberi sedikit motivasi supaya kamu bertahan. Toh, sebenarnya, tidak
selamanaya jurusan kuliah kamu yang menentukan pekerjaan kamu nantinya. Saya berpikir
kita ini hanya tengah belajar, mencari ilmu, mencari keridhaan-Nya,
membahagiakan orangtua, dan menjalani apa yang perlu dijalani di usia-usia kita
sekarang ini. Pikirkan dengan mudah, jangan terlalu banyak mau ini-itu jika tak
bisa imbangi. Jalani apa yang memang perlu dijalani. Tetapi, semua dikembalikan
pada diri kamu sendiri. Yaaaaaa intinya, jangan sampai salah pilih! Jangan sampai
meyesali! Kamu harus sudah membuat perencanaan untuk tahun-tahun yang akan
datang. Yang sudah bikin perencanaan aja terkadang takdirnya meleset. Aih,
sedih. Tetapi, tak apa. Toh, hidup selalu penuh kejutan. Terima kejutan dari
hidup dengan senyuman, bahwa kita menerima tantangan untuk menjalani kehidupan
yang meleset dari perencanaan. Siapa takut?!
Good luck!
i'm just thinking about how kind you are. hm. semangat kak kuliahnya:)
BalasHapusI don't know who you are but thank you very much ya! :) I don't know what class you are or even maybe college like me. But, good luck for youuu! :)
HapusWell.. this article makes everyone who read it motivated, i think.
BalasHapusGood luck for you.
thankyou! ;)
Hapus