13/11/19

Setiap Manusia Terlahir Bersama Rejekinya


Pada ceramah yang tempo hari saya tonton, dikatakan oleh Syekh Sya’rawi bahwa Allah Swt. Berfirman: “Wahai anak Adam! Sungguh janganlah kalian takut kepada orang yang memiliki kekuasaan, selama kekuasaan-Ku masih ada dan berlangsung. Dan sungguh kekuasaan-Ku tidak akan pernah berakhir selamanya. Wahai anak Adam!! Jangan kalian khawatir dengan kesulitan rezeki, sedangkan ruang penyimpananku masih terisi penuh dan ruang penyimpanan-Ku tidak akan pernah habis selamanya. Wahai anak adam, Aku menciptakanmu untuk beribadah (menyembah-Ku), maka janganlah bermain-main dan aku telah menjamin rezekimu, maka janganlah bersusah-susahan.”

“Kalian terbiasa menyusahkan badan dan hati kalian dan kalian menyibukkan diri dengan hal itu, biarlah badan lelah namun hati kalian berpasrahlah, badan lelah namun hati pasrah bertawakal. Demi kekuasaan dan kemuliaan-Ku, jika kau ridho terhadap ketentuan-Ku atasmu, maka akan Aku bahagiakan jiwa dan ragamu. Dan engkau di sisi-Ku termasuk orang-orang yang baik lagi terpuji. Dan jika kalian tidak ridho dengan apa yang telah Aku berikan, demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menjadikan dunia menguasai kalian. Kalian akan memperebutkannya seperti binatang buas mencari mangsa di padang gurun yang tandus dan tidak akan ada apapun lagi bagi kalian kecuali yang telah Aku berikan kepada kalian.”

Kadang, suka mikir biaya bangun rumah mahal banget, belum untuk beli tanahnya dulu, urus sertifikat, dan lain sebagainya. Biaya sekolah TK swasta juga mahal banget karena pernah lihat datanya. Kadang suka mikir, kok ya orangtua suka belikan mainan anaknya banyak-banyak banget, mahal-mahal banget, padahal uangnya bisa untuk yang lebih penting dari sekedar mainan, ya mungkin nanti kalau saya sudah punya anak juga begitu kali ya, bawaannya pengen membahagiakan anak, pengen belikan beraneka macam mainan.

Oh iya, di antara jarak antara kampus dan kosan itu ada sekolah swasta elit meskipun tempatnya di jalanan sempit. Tiap lewat suka ngebatin, anak-anak SD ini kok ya jajan terus sampai pulang sekolah, jajannya sama kayak yang anak kuliahan beli sehari-hari. Saya menduga jajan mereka perhari bisa sampai lima puluh ribu lebih sendiri, ya wajar sih soanya ini SD mahal, terkenal dan bagus. Rata-rata berasal dari keluarga berada juga dan lulusannya memang tidak main-main. Beberapa kenalan saya yang juga alumni SD tersebut adalah orang-orang yang berkualitas dengan kinerja kerja yang bagus.


Suatu hari, di suatu perjalanan, saya iseng bertanya pada orangtua saya,

“Nanti kalau Nina sudah menikah nggak boleh minta uang ke orangtua lagi, ya?”

“Minta ke suami kamulah!”

“…”

“Jangan khawatir, setiap anak yang terlahir ke dunia sudah terlahir juga dengan rejekinya, begitu juga kamu.”


Ayah saya lalu menceritakan tentang kekhawatirannya yang sama dengan yang saya rasakan pada zaman beliau muda dulu. Beliau punya seorang teman yang mengalami disabilitas, yaitu tidak mampu melihat. Awalnya, ayah saya berpikir bagaimana kedepannya temannya ini akan hidup? Bagaimana nanti dia mencari nafkah? Bagaimana nanti hidup anak-anaknya? Tetapi, seiring berjalannya waktu, kuasa Allah menunjukkan itu semua. Temannya ini tetap bisa hidup, sebagaimana manusia lainnya yang memiliki keluarga. Karena rezeki dari Allah ada-ada saja caranya, bahkan lewat cara yang tidak kita sangka-sangka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar