Pada ceramah yang tempo hari saya
tonton, dikatakan oleh Syekh Sya’rawi bahwa Allah Swt. Berfirman: “Wahai anak Adam! Sungguh janganlah kalian
takut kepada orang yang memiliki kekuasaan, selama kekuasaan-Ku masih ada dan
berlangsung. Dan sungguh kekuasaan-Ku tidak akan pernah berakhir selamanya.
Wahai anak Adam!! Jangan kalian khawatir dengan kesulitan rezeki, sedangkan
ruang penyimpananku masih terisi penuh dan ruang penyimpanan-Ku tidak akan
pernah habis selamanya. Wahai anak adam, Aku menciptakanmu untuk beribadah
(menyembah-Ku), maka janganlah bermain-main dan aku telah menjamin rezekimu,
maka janganlah bersusah-susahan.”
“Kalian terbiasa menyusahkan badan dan hati kalian dan kalian
menyibukkan diri dengan hal itu, biarlah badan lelah namun hati kalian
berpasrahlah, badan lelah namun hati pasrah bertawakal. Demi kekuasaan dan
kemuliaan-Ku, jika kau ridho terhadap ketentuan-Ku atasmu, maka akan Aku
bahagiakan jiwa dan ragamu. Dan engkau di sisi-Ku termasuk orang-orang yang
baik lagi terpuji. Dan jika kalian tidak ridho dengan apa yang telah Aku
berikan, demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menjadikan dunia
menguasai kalian. Kalian akan memperebutkannya seperti binatang buas mencari
mangsa di padang gurun yang tandus dan tidak akan ada apapun lagi bagi kalian
kecuali yang telah Aku berikan kepada kalian.”
Kadang, suka mikir biaya bangun rumah
mahal banget, belum untuk beli tanahnya dulu, urus sertifikat, dan lain
sebagainya. Biaya sekolah TK swasta juga mahal banget karena pernah lihat
datanya. Kadang suka mikir, kok ya orangtua suka belikan mainan anaknya
banyak-banyak banget, mahal-mahal banget, padahal uangnya bisa untuk yang lebih
penting dari sekedar mainan, ya mungkin nanti kalau saya sudah punya anak juga begitu
kali ya, bawaannya pengen membahagiakan anak, pengen belikan beraneka macam
mainan.
Oh iya, di antara jarak antara
kampus dan kosan itu ada sekolah swasta elit meskipun tempatnya di jalanan
sempit. Tiap lewat suka ngebatin, anak-anak SD ini kok ya jajan terus sampai pulang
sekolah, jajannya sama kayak yang anak kuliahan beli sehari-hari. Saya menduga
jajan mereka perhari bisa sampai lima puluh ribu lebih sendiri, ya wajar sih
soanya ini SD mahal, terkenal dan bagus. Rata-rata berasal dari keluarga berada
juga dan lulusannya memang tidak main-main. Beberapa kenalan saya yang juga
alumni SD tersebut adalah orang-orang yang berkualitas dengan kinerja kerja
yang bagus.
Suatu hari, di suatu perjalanan,
saya iseng bertanya pada orangtua saya,
“Nanti kalau Nina sudah menikah
nggak boleh minta uang ke orangtua lagi, ya?”
“Minta ke suami kamulah!”
“…”
“Jangan khawatir, setiap anak yang
terlahir ke dunia sudah terlahir juga dengan rejekinya, begitu juga kamu.”
Ayah saya lalu menceritakan tentang
kekhawatirannya yang sama dengan yang saya rasakan pada zaman beliau muda dulu.
Beliau punya seorang teman yang mengalami disabilitas, yaitu tidak mampu
melihat. Awalnya, ayah saya berpikir bagaimana kedepannya temannya ini akan
hidup? Bagaimana nanti dia mencari nafkah? Bagaimana nanti hidup anak-anaknya?
Tetapi, seiring berjalannya waktu, kuasa Allah menunjukkan itu semua. Temannya
ini tetap bisa hidup, sebagaimana manusia lainnya yang memiliki keluarga.
Karena rezeki dari Allah ada-ada saja caranya, bahkan lewat cara yang tidak
kita sangka-sangka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar