Air mata pertama yang jatuh di 2020 jatuh juga pada hari pertama
Melihat punggungnya terluka dengan luka yang menganga
Tetapi, ia diam saja tak meronta
Padahal pipi diri sendiri sudah basah tak karuan sebab melihatnya
Ingatan kembali pada ia yang telah tiada
Sudah hampir setahun lamanya
Selama ingatan mampir, diri tak pernah baik-baik saja
Dan kini, yang lainnya lagi dengan luka menganga, aku melihatnya bisa
apa?
Cepat-cepat disuruhnya aku keluar kamar
Sebab airmata terus berjatuhan
Hei, ini masih hari pertama
Tetapi, mengapa begitu menyakitkan melihatnya terluka?
Hening.
Maaf, kuceritakan printilan kesedihan ini di sini
Tak bisa kuceritakan pada orang lain
Tapi aku rasa aku bisa menceritakannya di sini
Entah kepada siapapun yang membaca tulisanku
Mungkin di antara pembacaku,
Adalah mereka yang sebenarnya aku inginkan untuk mendengar ceritaku
Hanya saja kisah belum sampai
Waktu belum menentukan
Dan jauhnya jarak tak terelakkan
Terima kasih sudah ke sini.
/Bandung, 4 Januari 2020/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar