![]() |
| Source: Tumblr |
Di
samping memori Candra, ada banyak cerita lain yang tidak kalah ramai. Hadir karena
sebuah alasan, pergi pun begitu meski tidak dijabarkan terang-terangan. Bunda
tidak tahu bahwa ada satu orang lagi yang selalu ada. Bukan sekedar selalu ada,
tetapi selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan oleh Mentari
dan selalu bertanya balik seolah perspektif Mentari adalah juga selalu penting
baginya.
Adalah
Kak Dito, satu-satunya stranger yang namanya ada dalam daftar ucapan terima
kasih di halaman skripsi Mentari. Bukan stranger, sih. Sejak banyak membantu
Mentari, Kak Dito sudah berubah jadi Ranger. Sebenarnya mereka sering
berpapasan bertahun-tahun di lingkungan fakultas, tanpa pernah berkenalan. Sampai
suatu hari Kak Dito menjadi satu-satunya harapan bagi Mentari dalam
menyelesaikan skripsinya. Selain jarak angkatan yang tidak terlalu jauh,
sehingga menurut Mentari, Kak Dito masih kuat ingatannya mengenai bahasan
skripsi, juga Kak Dito barangkali orang yang paling mudah untuk ditemui. Kak
Dito ialah orang yang menggunakan teori tugas akhir yang sama dengan Mentari.
Mentari butuh lebih banyak pemahaman untuk memahami, utamanya dari seseorang
yang sabar mengajari.
Hari-hari
mengerjakan skripsi tidak lepas dari hari-hari menghubungi Kak Dito. Lebih tepatnya
datang untuk merepotkannya. Anehnya Kak Dito selalu mau-mau saja diganggu
olehnya. Mentari dan Kak Dito bisa berbincang lama sekali, yang awalnya hanya
membahas persoalan tugas akhir, hingga akhirnya kemana-mana. Traveling,
fotografi, perlombaan, organisasi, dosen, kepribadian, media sosial,
volunteering, pendakian, podcast, desa-desa, kisah-kisah, bencana-bencana, film-film,
buku-buku, kelinci, kucing, suku Baduy, kereta api, negara Swiss, juga tentang
bahasan tesis kak Dito sendiri yang juga sedang berjuang menyelesaikan S2, apapun
itu, pernah ada dalam pembicaraan mereka, tetapi yang paling penting dari itu
semua adalah kesabarannya dalam menjelaskan dan seluruh wejangan-wejangannya
yang amat berguna untuk Mentari yang banyak tidak mengertinya.
11 Desember 2019
Kalau ada yang ditanyain, tanyain aja. Selow.
Kemaren gue ada sih buku-buku dari pdf, tapi
kalau teori-teori yang inti kayak Iser dan Creswell dari buku cetak semuanya,
buku pdf tambahannya aja. Pakai aja bukunya nih, sekarang udah nggak kepake
kok.
15 Desember 2019
Kalau ketemu dosbing lo, salamin ya! Bilang
aja dari Dito ganteng gitu.
25 Desember 2019
Nggak balik Bandung, Mentari? Kampus udah
libur belum, sih?
9 Januari 2020
Liburan-liburan gini nggak usah pusing
mikirin skripsi, pusingnya ntar aja pas masuk hahaha, yang penting kita punya
target aja, tapi ya kalau bsia dicil dan nggak bikin stress kenapa nggak hehe..
Ya lo bisa bikin cover skripsinya dulu kek,
atau curriculum vitaenya kek, yang penting nambah lembarnya.
Kalau lo di rumah mending nikmati liburan,
mumpung di rumah. Skripsiannya di Jogja aja, kalau ntar pusing juga kan banyak
temennya kalau di jogja mah hahaha, kalau di rumah pusing sendiri..
22 Januari 2020
Gimana? Contoh skripsinya udah ketemu?
26 Januari 2020
Lo udah balik Jogja, ya? Mantap! Semangat skripsi
hahaha
2 Februari 2020
Oi, Mentari. Udah jadi diagramnya, nih! Tinggal
masukin ke skripsi lo. Persis seperti yang lo minta. Ke Basabasi jam 4 sore,
ya! Sekalian bawa barang preloved lo yang mau disumbangin ke desa.
27 Maret 2020
Mentari, saran gue, dosbing lo itu jangan
dikejar deh. Ditunggu aja sambil nulis paling jadi tuh dua buku hahaha. Eh tapi
serius, kemungkinannya chat lo ketimbun. Emang lo udah selesai sampai bab
akhir?
10 April 2020
Gimana? Mam Dara udah selesai ngecek skripsi
lo? Revisi apa gimana?
Kalau emang lo ngejar deadline waktu untuk
daftar sidang, chat lagi aja. Toh emang urgent juga pasti beliau paham, biar
chat punya lo naik ke atas. Setelah tenggelam berhari-hari. Kasihan.
17 April 2020
Yang tabah ya Mentari. Sesungguhnya lebih
ribetan ngurus wisudanya daripada bikin skripsinya. Udah mah tahu sendiri, Pak
Joko bagian TU kelayapan terus wkwk.. jadi jalan terus, kerjain aja skripsinya.
Tau-tau kelar, terus ACC. Memang nggak semudah yang dibayangkan, tapi ketimbang
ngurus wisuda nanti lebih ribet. Percaya!
22 April 2020
Ri, harus berani! Tanyain langsung ke Mam
Dara, kira-kira kapan revisi punya lo bisa selesai, syukur-syukur beliau bisa
ngasih jawaban berupa waktu yang jelas. Jadi lo bisa tenang dan mengira-ngira
persiapan sidang lo. Terus lo chat Mamnya sambil kasih emot berlutut ya, oke? Hahaha..
24 April 2020
Woy, Mentari. Ada kabar nih buat lo! Kemaren
Mam Dara bales status gue di instagram, tapi jangan berisik, ya! Chat lo
gimana? Udah dibales belum sama beliau?
28 April 2020
Nggak usah takut sama prasidang. Prasidang cuma
15 menit, tapi kalau audiencenya nggak tahu diri bisa dua jam hahaha..
14 Mei 2020
Gimana kemaren prasidangnya? Lancar?
Mentari
menghela nafas. Masa-masa skripsinya terbayang-bayang lagi. Masa-masa yang itu
memang sudah usai, tapi Kak Dito masih ada. Selayaknya seorang kakak, ia sering
disibukkan mengirimkan berbagai informasi scholarship pada Mentari, juga
berbagai perlombaan menulis yang mungkin Mentari tertarik.
Chat
terakhir kak Dito padanya.
Ri, ikut lomba ini, gih! Hadiahnya ke Swiss,
nih!
Ada
orang-orang yang hadir dalam hidup memang datang dan pergi dengan meninggalkan
memori yang sepenuhnya baik, ada juga yang tidak. Hidup berjalan beriringan,
akan selalu ada yang baik, dan yang tidak baik, di mata masing-masing manusia. Lalu,
kita, apakah ingin menjadi tokoh protagonis atau antagonis dalam cerita hidup
seseorang? Kita tidak bisa memilih karena kita bisa saja menjadi protagonis dalam hidup
seseorang, tetapi menjadi antagonis dalam hidup seseorang yang lain.
Kak
Dito hadir sepaket dengan kebaikan hati dan kemampuannya membantu Mentari. Ia
tidak semata-mata hadir. Mentari yang mencarinya. Mentari ingat perkataan Banyu
pada Kica, yang membuat kita iri pada orang-orang yang berhasil bukanlah pada
keberhasilannya, tetapi pada tekad dan keinginan mereka, usaha dan perjuangan
mereka untuk menjadi orang yang berhasil.
Kalau
Mentari tidak punya tekad yang kuat pastilah ia tidak akan mengenal kak Dito,
tidak akan berani menghubungi Kak Dito, tidak akan ingin meminta tolong pada Kak
Dito. Tetapi sebagai manusia, ia sadar, ia selalu membutuhkan orang lain. Dan Kak
Dito ditakdirkan menjadi orang lain itu. Sampai detik ini, Kak Dito tetaplah
orang lain dengan perubahan status dari Stranger menjadi Ranger. Mentari berharap
tidak akan pernah lupa dengan jasanya.
Kak
Dito, laki-laki cerdas yang hidupnya disibuki banyak hal tapi masih mau
menyediakan waktu untuk mendengarkannya. Adalah Kak Dito, seseorang di balik
kecerdasan dalam satu paket; seorang anak ibukota yang fasih berbahasa Inggris, berani untuk terus melanjutkan pendidikannya, sambil bekerja di sebuah studio foto, jago memotret dan mengedit video, juga jago membuat desain, masih menyempatkan waktu untuk futsal seminggu sekali, dan yang terpenting dari itu semua adalah kebiasaannya berkeliling pelosok desa untuk mengamalkan ilmu yang dimilikinya pada anak-anak desa. Mentari
percaya, kalau orang bisa menjadi terbaik dalam satu sisi, akan ada sisi-sisi
lain darinya yang tidak kalah terbaik!
Kak
Dito, satu-satunya stranger yang namanya tertulis dalam daftar ucapan terima
kasih dalam skripsi milik Mentari. Kak
Dito bukan stranger, Kak Dito Ranger. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal
dengan penuh kesabaran, Kak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar