Menjadi orang dewasa ternyata sedikit
merepotkan, sewaktu kecil bisa dikatakan bebas berteman dengan lawan jenis.
Ketika dewasa, berteman dengan lawan jenis sedikit-dikit ditanya, “itu siapa
yang nelpon? Tadi sama siapa? Diantar sama siapa? Dibawain obat sama siapa?
Kemarin yang ke rumah siapa?”
Saya menyadari semakin kita dewasa,
pertemanan antar lawan jenis memang harus dijaga. Sebagai orang dewasa yang berakal
harusnya sudah tahu batas-batasnya yang diperbolehkan dan tidak. Kita sudah
sama-sama tahu kok, tinggal kembali ke diri kita sendiri untuk melakukan hal
yang menurut kita baik untuk diri kita. Kita barangkali sudah dewasa, sudah
tidak suka diatur-atur maka dari itu harus bisa sadar sendiri, kalau tidak,
nanti Allah melalui caraNya yang tidak disangka baru menyadarkan kita.
Kangen jadi anak kecil, yang kalau
berteman dengan lawan jenis dianggap biasa saja, tanpa embel-embel perasaan,
setidaknya pada zaman saya kecil ya seperti itu. Sekarang menjadi orang dewasa
apa-apa cukup sulit. Banyak persahabatan antar lawan jenis yang justru berakhir
membawa perasaan. Makanya ada quote yang mengatakan bahwa tidak ada
persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan. Meski quote itu tidak sepenuhnya
benar, sih. Ada juga kok yang memang cuma bersahabat. Maksud saya gini lho, kalau
terlalu dekat berteman dengan lawan jenis kadang suka menimbulkan fitnah atau
tanda tanya, “Itu siapa kamu? Tadi kamu pergi
sama siapa?” Atau apalah.
Kalau jadi anak kecil, mana mungkin
ditanya seperti itu, tidak akan disangka apa-apa, murni berteman. Apakah ini bertanda bahwa kita sudah jadi
orang dewasa? Mulai membatasi pertemanan dan memilih pergaulan?
Ya setidaknya jika memang kita
berteman, bisakah saya tahu kabarmu? Bukankah kita berteman?