“If you are
worried about a friend, listen to their problems and try to be sympathetic, and
be patient. Most importantly, try and help them find help. If you’re feeling
blue, don’t be panic – you need to try and understand your emotions. You are
not the first person to feel like this. Try writing things down in a diary or
talking to a friend. Perhaps writing a poem or song, drawing a picture or
listening to music will help you express and understand your emotions. But,
most importantly of all, do something you enjoy, whether it’s watching TV,
playing sport or just going for a walk.” – From Critical Reading Lesson
Saya sering
bertanya-tanya dalam hati tentang diri saya sendiri, tentang kesibukan saya,
tentang mengapa tetap menyempatkan diri untuk menulis.
Saya memilih
untuk tetap berjalan dalam kesibukan. Pendidikan, bisnis, komunitas, asrama,
hobi, semua perlu berjalan selaras. Memilih untuk menutup diri dari hubungan
yang mendalam, tetapi membuka diri untuk menerima teman sebanyak-banyaknya.
Mungkin pertemanan itu secara alami akan menyeleksi menyisakan satu orang yang
benar-benar akan menjadi teman seumur hidup.
Mencurahkan
segala penat atas kesibukan yang tiada henti membuat saya merasa semuanya
baik-baik saja. Tulisan saya adalah penyemangat untuk diri saya sendiri. Para
pembaca pun menjadi motivasi untuk terus menulis kebaikan lewat apa yang saya
alami, saya dengar, atau saya rasa.
Orang-orang
berhak menyukai atau pun membenci tulisan saya. Berdasarkan polling yang saya
buat lewat instagram story, memang ada rupanya di antara mereka yang memilih
agar saya tidak perlu menuliskan pengalaman saya. Sayangnya itu tak berpengaruh
karena 91% lainnya mendukung saya untuk terus menulis.
Saya tidak tahu
apa masalah mereka terhadap saya. Mereka berhak memilih selama ada pilihan
lain. Kemarin bersama beberapa teman di komunitas sempat berdiskusi tentang
orang-orang yang tidak asik. Orang-orang yang kehadirannya membuat suasana
menjadi tidak menyenangkan, orang-orang yang datang tak menggenapkan pergi pun
tak mengganjilkan, orang-orang yang tak berpengaruh sama sekali atas usaha dan
hadirnya. Saya pun berkomentar bahwa saya tipe orang yang bisa membenci
seseorang hanya dengan sekali tatap bahkan bila kami belum pernah berbicara.
Entahlah, ada orang-orang yang auranya saja tidak cocok dengan saya. Tetapi,
seperti di salah satu postingan yang pernah saya tuliskan bahwa saya akan
berusaha untuk menyukai orang itu, bagaimanapun ia selalu melakukan hal-hal
yang saya benci.
Terimakasih
untuk yang terus mendukung saya agar terus menulis. Jika ditanya pernah bosan,
pernah malas, pernah tak ingin menulis saja? Iya, pernah. Tetapi, ada saja
orang-orang yang datang dan membangkitkan diri saya kembali untuk menulis.
Seseorang pernah
menulis sebuah pesan status, “Jangan
membuang-buang waktu seseorang dengan hanya untuk melihat postinganmu yang
tidak bermanfaat.”
Berarti sebuah
ungkapan dari hati saya berlaku pula, “Jika
itu kebaikan, mengapa tak kau sampaikan?”
Wah saya salah satunya skwkw
BalasHapuswah.. kamu ikutan voting? siapa nih?
HapusWqwq ayo tebak siapa.
HapusSiapa ya :'D
Hapus