21/07/18

I am, in This Month


Saya berharap teman-teman saya memberi pengertian yang lebih teruntuk saya di bulan ini. Mungkin terlihat sedikit tidak bertanggungjawab. Saya sadar, saya salah di awal, begitu egois menyanggupi mengambil dua peran. Sebenarnya saya ingin melepas peran yang satunya, tetapi rupanya di sana sudah terjadi keterikatan. Saya tidak bisa pergi begitu saja.

Saya berharap teman-teman tidak berpikir bahwa saya meremehkan hal ini. Sudah banyak sekali hal yang saya tinggalkan di bulan ini untuk tercapainya satu hal yang sudah saya kejar sejak tiga tahun silam dan bulan ini adalah bulan terakhir dari itu semua, meski ke depannya perjuangan saya akan lebih panjang dan berat lagi.

Bahkan pada bulan ini pekerjaan saya sempat diambil alih oleh ya bisa dikatakan bos saya karena saya perlu fokus pada satu hal yang menurut saya berdampak jangka panjang, karena ternyata ada “bekerja untuk keabadian” yang lain selain dari “menulis”.

Saya tidak bisa merelakan waktu saya yang bisa saya gunakan untuk keabadian, justru malah saya gunakan untuk hal yang lebih duniawi. Saya tidak melakukan itu, saya berpikir lebih baik di luar sana orang-orang berpikir buruk tentang saya, daripada saya harus mengikuti mereka dan meninggalkan tujuan yang lebih abadi, lebih baik saya merelakan waktu saya lepas dari hal-hal duniawi untuk sementara waktu. Karena saya tidak tahu seberapa panjang umur saya, seberapa banyak kesempatan saya, maka saat umur dan kesempatan itu datang saya akan memusatkan perhatiaan saya untuk hal yang satu itu.

Banyak sekali tanggungjawab yang saya tinggalkan untuk sementara waktu, banyak sekali waktu yang yang saya relakan untuk tidak bergabung dengan teman-teman, tidak datang ke acara-acara seru muda-mudi di kota, dan hal-hal lain yang ingin saya lakukan. Lantas mengapa saya selalu saja sempat menuliskan seperti ini? Karena ini sungguh melegakan, menghilangkan ketegangan saya untuk sementara waktu.

Pada akhirnya saya percaya, ketika saya fokus, saya bisa meraih satu hal itu kemudian setelahnya saya akan berusaha bertanggungjawab atas semua urusan dan pekerjaan saya.

Saya tidak tahu apa yang dipikirkan orang-orang di luar sana tentang saya, satu-satunya cara saya agar tetap fokus adalah berprura-pura tidak peduli dengan  semua omongan yang datang.

Saya akan memberanikan diri merogoh kantong saya sendiri untuk membayar waktu yang hilang saat saya tidak bersama teman-teman, tidak bisa solid dalam tim, dan lain halnya. Saya akan mengeluarkan harta-harta yang saya punya untuk membayar waktu di dunia yang hanya singkat ini. Karena waktu yang saya punya amat berharga dan dalam waktu ini saya perlu menggunakannya untuk mencapai tujuan keabadian.

Mungkin pembaca tidak begitu paham, tetapi yang ingin berusaha saya katakan adalah gunakan waktu dengan sebaik-baik yang diprioritaskan. Jikalau keabadiaan lebih menarik untuk saya, maka saya memilih untuk membayar dunia, yang penting keabadiaan bisa saya peroleh.  Waktu lebih berharga dari hal-hal yang kita sering pikir lebih berharga.

Waktu saya juga terlalu berharga jika hanya untuk mendengarkan omongan-omongan yang tidak ingin saya dengarkan. Terima kasih untuk tema-teman yang menaruh pengertian teramat besar terhadap saya, yang benar-benar tahu saya seperti apa, kesibukan saya bagaimana, yang selalu bersabar dengan kepergian saya, dengan ketidakhadiran saya, yang selalu menunggu saya datang dan bergabung, terima kasih banyak hingga saya bisa berada di tahap ini, di tahap tercapainya keinginan saya sejak beberapa tahun yang lalu. Barakallah.

“Yaa Rabb, berkahi dan sayangilah mereka yang senantiasa membersamaiku sepanjang perjalanan ukhwah ini, sepanjang perjalanan cinta ini. Berkahilah mereka yang senantiasa meringankan bebanku, menasehati kelakuanku, bersabar menungguku, sabar dalam berteman denganku, ikut berbahagia atas kebahagiaanku, ikut bersedih atas lukaku. Aamiin.”


//Yogyakarta, 21 Juli 2018//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar