18/07/18

Alkisah


Alkisah ada seorang anak laki-laki yang rajin ke masjid. Saking rajinnya ke masjid, setiap ada anak perempuan yang menyukainya dan main ke rumahnya, ia selalu kabur ke masjid dengan mengatakan pamit untuk shalat ke masjid, ia tak ingin menemui anak perempuan yang main ke rumahnya.

Maka sampai dewasa, tak seorang teman perempuannya yang pernah dibawanya ke rumah. Hingga alkisah lagi di suatu hari ia mengatakan pada orangtuanya bahwa akan menikah. Orangtuanya heran, “Kamu mau nikah sama siapa? Wong bawa perempuan ke rumah saja ndak pernah.”
“Ya, pokoknya adalah.” Jawabanya percaya diri.

Hingga alkisah lagi, ia membawa foto si calon istri ke rumah. Bapaknya heran dan bertanya, “Kok cuma fotonya? Orangnya ndak dibawa ke sini?”
Ndak usahlah dibawa-bawa.” (belum muhrim soalnya)

Hingga alkisah lagi, mereka menikah. Esok paginya setelah hari pernikahan mereka, sang istri membuat segelas susu untuk suaminya. Sayangnya karena mati lampu, sang istri lupa memberi gula. Sang suami meminum, “Kok nggak manis, ya? Ya, enggak apa-apalah, sekali-sekali minum susu enggak pakai gula.”

Begitulah sepotong perjalanan kisah suami-istri yang karena keduanya, saya ada dan menuliskan kisah keduanya.


//Yogyakarta, 17 Juli 2018//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar