09/08/18

Mau dibawa Kemanakah Followers Kita?


Mau dibawa kemanakah followers kita? Menurut saya, ini adalah PR untuk setiap masing-masing diri. Keegoisan kecil yang berawal dari ketidaksadaran bahwa hidup kita bukan seutuhnya milik kita. Kita dilahirkan di tengah sebuah keluarga, tumbuh di tengah-tengah suatu keadaan dan lingkungan, berkembang di dalam masyarakat, belum lagi kepopularitasan sebenarnya adalah suatu tanggungjawab yang sangat tinggi.

Mau dibawa kemanakah followers kita? Menurut saya, ini adalah PR besar utamanya teruntuk para public figure yang memiliki akun sosmed dengan follower selangit. Belum lama ini, seorang anak muda yang mengawali karirnya lewat dunia musik hingga sukses berakting di suatu film yang fenomenal membuatnya menjadi idola dan sosmednya diikuti jutaan orang, tentu kebanyakan memang yang mengikutinya adalah anak-anak muda lainnya. Suatu hal apapun yang diposting olehnya akan langsung meledak, tidak butuh waktu sehari, dalam hitungan menit seantero raya heboh membicarakannya. Bukankah bila sudah begini ia harus pahami betul posisinya? Pasalnya, diantara kita masih ada rasa egois yang tak kita sadari, bahwa diri kita bukanlah milik kita seutuhnya. Public figure membuat dirinya dimiliki pula oleh orang-orang yang mengikutinya.

Mau dibawa kemanakah followers kita? Lantas, suatu hari, ia membuat sebuah postingan yang tak layak untuk ia posting di hadapan publik. Tidak perlu menebak, karena ledakan itu pasti terjadi dalam hitungan detik. Jumlah like dan comment berebutan saling mengangkasa. Diperparah dengan dijadikannya highlight dalam berita-berita, mending jika beritanya membuat kritik dan saran, tetapi yang saya dapati justru mereka menelusuri lebih jauh bahkan memberitakan fakta-fakta yang saya pikir publik tak perlu tahu. Apa kita sudah kekurangan bahan berita? Masih banyak hal posiitif dan inspiratif lainnya dari seorang public figure yang bisa diberitakan dibandingkan hanya terus-terusan menggali dan memberitakan hal-hal yang menjadi privasinya meskipun sangat jelas para public figure memang mengumbarnya.

Mau dibawa kemanakah followers kita? Saya turut prihatin dengan fenomena ini. Mari sama-sama mengingat bahwa entah kita public figure atau bukan, mari menjaga sikap kita di dunia yang nyata maupun maya. Sejatinya di hadapan Allah semua manusia adalah public figure yang perlu menjaga sikapnya dan memiliki kesadaran penuh bahwa suatu saat kita akan diminta pertanggungjawaban atas semua hal yang pernah kita lakukan, entah di dunia nyata maupun di sosial media. Semoga sekarang atau kelak, kita bisa menjadi sosok orangtua yang mampu menuntun anak-anak kita dan berupaya menjadi teladan yang baik bagi mereka. Jadilah public figure yang menginspirasi dan membawa kebaikan bagi setiap orang yang mengenalnya! Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar