Mau dibawa
kemanakah followers kita? Menurut saya, ini adalah PR untuk setiap
masing-masing diri. Keegoisan kecil yang berawal dari ketidaksadaran bahwa hidup
kita bukan seutuhnya milik kita. Kita dilahirkan di tengah sebuah keluarga,
tumbuh di tengah-tengah suatu keadaan dan lingkungan, berkembang di dalam
masyarakat, belum lagi kepopularitasan sebenarnya adalah suatu tanggungjawab
yang sangat tinggi.
Mau dibawa
kemanakah followers kita? Menurut saya, ini adalah PR besar utamanya teruntuk
para public figure yang memiliki akun
sosmed dengan follower selangit. Belum lama ini, seorang anak muda yang
mengawali karirnya lewat dunia musik hingga sukses berakting di suatu film yang
fenomenal membuatnya menjadi idola dan sosmednya diikuti jutaan orang, tentu
kebanyakan memang yang mengikutinya adalah anak-anak muda lainnya. Suatu hal
apapun yang diposting olehnya akan langsung meledak, tidak butuh waktu sehari,
dalam hitungan menit seantero raya heboh membicarakannya. Bukankah bila sudah
begini ia harus pahami betul posisinya? Pasalnya, diantara kita masih ada rasa
egois yang tak kita sadari, bahwa diri kita bukanlah milik kita seutuhnya. Public figure membuat dirinya dimiliki
pula oleh orang-orang yang mengikutinya.
Mau dibawa
kemanakah followers kita? Lantas, suatu hari, ia membuat sebuah postingan yang
tak layak untuk ia posting di hadapan publik. Tidak perlu menebak, karena
ledakan itu pasti terjadi dalam hitungan detik. Jumlah like dan comment
berebutan saling mengangkasa. Diperparah dengan dijadikannya highlight dalam berita-berita, mending
jika beritanya membuat kritik dan saran, tetapi yang saya dapati justru mereka
menelusuri lebih jauh bahkan memberitakan fakta-fakta yang saya pikir publik
tak perlu tahu. Apa kita sudah kekurangan bahan berita? Masih banyak hal
posiitif dan inspiratif lainnya dari seorang public figure yang bisa diberitakan dibandingkan hanya terus-terusan
menggali dan memberitakan hal-hal yang menjadi privasinya meskipun sangat jelas
para public figure memang mengumbarnya.
Mau dibawa
kemanakah followers kita? Saya turut prihatin dengan fenomena ini. Mari
sama-sama mengingat bahwa entah kita public
figure atau bukan, mari menjaga sikap kita di dunia yang nyata maupun maya.
Sejatinya di hadapan Allah semua manusia adalah public figure yang perlu menjaga sikapnya dan memiliki kesadaran penuh
bahwa suatu saat kita akan diminta pertanggungjawaban atas semua hal yang pernah
kita lakukan, entah di dunia nyata maupun di sosial media. Semoga sekarang atau
kelak, kita bisa menjadi sosok orangtua yang mampu menuntun anak-anak kita dan
berupaya menjadi teladan yang baik bagi mereka. Jadilah public figure yang menginspirasi dan membawa kebaikan bagi setiap
orang yang mengenalnya! “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits
ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar