02/01/19

Bayar Parkir


Padahal tadi perasaan tidak ada, deh, tiba-tiba nongol.
Padahal tidak membantu mengeluarkannya, tapi nagih.
Padahal tidak dijaga juga tidak apa-apa, di sini kan aman.
Padahal dulu tidak ada bayar parkirnya, sejak kapan di sini bayar parkir?
Padahal cuma mampir bentar beli garam, lebih mahal parkirnya.
Padahal cuma dibungkus, enggak makan di sini, tetap bayar parkirnya.
Padahal dibiarkan saja nyebrang sendiri, tapi nagih.

Sebuah saran dari saya untuk problema kita bersama yang sebenarnya sungguh sepele tetapi seringkali menciptakan keluhan dan rasa jengkel yang tiada henti untuk hal yang satu ini. Mari bayar saja parkir kita, renungi dan coba ingat kembali bahwa bapak juru parkir di rumah punya keluarga, uang parkir kita bisa jadi untuk keluarganya makan, anak-anaknya sekolah, dan kebutuhan lainnya. Terlepas dari bila ia ternyata tidak berkeluarga, ternyata untuk beli rokok, dan hal-hal lainnya yang tidak kita ketahui secara pasti. Pun bila ia seorang abang-abang, kita tidak tahu lika-liku hidupnya hingga ia harus menjadi seorang juru parkir, yang perlu  kita pikir bisa jadi ia juga membantu keluarga dan orangtuanya atau bahkan ia lah yang menjadi tulangpunggung bagi adik-adiknya. Tidak ada yang tahu lika-liku seorang juru parkir yang hanya kita kenal wajahnya saja dan kebiasaannya yang tiba-tiba ada saat kita hendak pulang lalu menagih bayar parkir yang tidak seberapa. Terlepas dari berapapun banyaknya penghasilan yang ia peroleh setiap harinya, bukan urusan kita.

Di ujung akhir bulan, saya menghitung total parkir yang selalu saya keluarkan tiap bulannya, tak pernah melebihi Rp 20.000 itu bukan jumlah yang begitu banyak, bukan? Entah dengan kalian yang sering nongkrong di luar, berarti banyak pula kesempatan kalian untuk bersedekah, memberi kesempatan juru parkir untuk mencari nafkah.

Terima kasih untuk segenap juru parkir, yang selalu ikhlas tanpa mematok harga parkir, yang selalu membantu menyebrang di jalan raya, yang membantu menarik motor, yang merapihkan susunan motor, yang menjaga agar motor-motor aman di tempatnya, yang dengan segala kardus atau papannya menutupi jok motor-motor dari panasnya sengatan matahari.

//Yogyakarta, 1 Januari 2019//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar