Padahal
tadi perasaan tidak ada, deh, tiba-tiba nongol.
Padahal
tidak membantu mengeluarkannya, tapi nagih.
Padahal
tidak dijaga juga tidak apa-apa, di sini kan aman.
Padahal
dulu tidak ada bayar parkirnya, sejak kapan di sini bayar parkir?
Padahal
cuma mampir bentar beli garam, lebih mahal parkirnya.
Padahal
cuma dibungkus, enggak makan di sini, tetap bayar parkirnya.
Padahal
dibiarkan saja nyebrang sendiri, tapi nagih.
Sebuah saran dari saya untuk problema kita bersama
yang sebenarnya sungguh sepele tetapi seringkali menciptakan keluhan dan rasa
jengkel yang tiada henti untuk hal yang satu ini. Mari bayar saja parkir kita,
renungi dan coba ingat kembali bahwa bapak juru parkir di rumah punya keluarga,
uang parkir kita bisa jadi untuk keluarganya makan, anak-anaknya sekolah, dan
kebutuhan lainnya. Terlepas dari bila ia ternyata tidak berkeluarga, ternyata
untuk beli rokok, dan hal-hal lainnya yang tidak kita ketahui secara pasti. Pun
bila ia seorang abang-abang, kita tidak tahu lika-liku hidupnya hingga ia harus
menjadi seorang juru parkir, yang perlu
kita pikir bisa jadi ia juga membantu keluarga dan orangtuanya atau
bahkan ia lah yang menjadi tulangpunggung bagi adik-adiknya. Tidak ada yang
tahu lika-liku seorang juru parkir yang hanya kita kenal wajahnya saja dan
kebiasaannya yang tiba-tiba ada saat kita hendak pulang lalu menagih bayar parkir
yang tidak seberapa. Terlepas dari berapapun banyaknya penghasilan yang ia
peroleh setiap harinya, bukan urusan kita.
Di ujung akhir bulan, saya menghitung total
parkir yang selalu saya keluarkan tiap bulannya, tak pernah melebihi Rp 20.000 itu
bukan jumlah yang begitu banyak, bukan? Entah dengan kalian yang sering
nongkrong di luar, berarti banyak pula kesempatan kalian untuk bersedekah,
memberi kesempatan juru parkir untuk mencari nafkah.
Terima kasih untuk segenap juru parkir, yang
selalu ikhlas tanpa mematok harga parkir, yang selalu membantu menyebrang di
jalan raya, yang membantu menarik motor, yang merapihkan susunan motor, yang
menjaga agar motor-motor aman di tempatnya, yang dengan segala kardus atau
papannya menutupi jok motor-motor dari panasnya sengatan matahari.
//Yogyakarta, 1 Januari 2019//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar