Bismillahirrohmanirrohim. Tiada pernah bermaksud meninggalkan ruang kecil ini. Ruang tempat dimana saya menghabiskan hari-hari saya untuk mengembangkan produktivitas, jam terbang, juga ruang dimana saya mencurahkan banyak hal di dalamnya bersama para pembaca yang mungkin tiada pernah saya mengenalnya.
Setahun ke belakang, saya melewati banyak hal yang tidak biasa dalam hidup saya, mengguncang batin saya sekaligus membuat saya teramat bersyukur karena Allah beri kemampuan bagi saya untuk memetik hikmah yang amat dalam ini. Perjalanan hidup yang mempertemukan saya dengan berbagai rasa, salah satunya hingga membuat batin saya terluka dan bertanya-tanya pada Allah, “Mengapa seperti ini?”
Namun, di lubuk hati terdalam saya selalu menyadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidup seorang manusia, ada rahasia dari-Nya yang belum sampai pada kita. Kala itu, saya berpikir bahwa jawaban pertanyaan dari batin saya mungkin akan begitu lama saya temukan, mungkin akan begitu panjang jalan yang harus saya tempuh. Saya menerima yang terjadi, tidak memaksakan keinginan, walau untuk pertama kalinya dalam hidup saya terluka sebegitunya.
Kini saya datang kembali berkunjung ke ruang ini dengan maksud untuk tasyakur binni’mah. Saya hendak kembali menuliskan perjalanan hidup saya sebagai upaya saya dalam mensyukuri nikmat dari Allah yang semoga ada satu-dua hal yang bisa diambil menjadi pelajaran maupun hikmah. Entah apa maksud Allah telah memberikan takdir seindah ini untuk hidup saya, tetapi perjalanan hidup saya menjadi sebuah perjalanan yang layak dituliskan, diabadikan, menurut sudut pandang saya. Mungkin seluruhnya tak bisa saya abadikan di ruang ini, sebab hanya kilasan-kilasan perjalanan saja yang hendak coba saya tuliskan.
Tulisan-tulisan yang kelak hadir juga sebagai upaya perwujudan cinta saya terhadap laki-laki yang telah berani-beraninya meminang seorang perempuan seperti saya yang keras kepala untuk tidak jatuh cinta sebelum waktunya, perempuan yang berdoa pada Allah bahwa apabila kelak suatu saat saya harus jatuh cinta maka tolong jatuhkanlah perasaan saya ini pada seseorang yang memang akan membersamai saya pada sepanjang hidup saya. Sebab, saya seorang perempuan yang tidak ingin perasaan saya menjadi kesia-siaan, tidak bertemu ujung titik yang pasti, atau harus selalu menebak-nebak apa yang akan terjadi.
Laki-laki itu dengan segenap keberaniannya melamar saya. Selayaknya nama yang disandingkan padanya, ia benar-benar seorang Satriya, seseorang yang saya hormati, saya kagumi. Seseorang yang menjadi tempat dimana saya bertanya banyak hal. Saya senang berdiskusi dengannya karena ia selalu punya jawaban atas setiap pertanyaan yang saya ajukan. Oleh karena itu, saya hendak membuka label baru dalam tulisan saya, yakni “cerita kita”.
Tulisan-tulisan yang kelak hadir semoga mampu menjadi pengingat bagi diri saya atas telah bergantinya status saya, juga pentingnya saya menyadari hak dan kewajiban saya sepenuhnya hingga saya tidak berhenti untuk terus belajar. Tulisan-tulisan yang kelak hadir semoga mampu menjadi pengingat bagi kita semua pada kekuasaan Allah, pada setiap takdir-Nya. Saya selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa takdir Allah pasti baik.
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Adh Dhuha [93] : 11)
With love,
Nina Mentari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar