25/03/22

#4 Rezeki Pertama


Pagi di hari ketiga kami di hotel, Kak Satriya mendapat kabar dari seorang teman yang menawarkan pekerjaan dokumentasi liputan. Tentu saja langsung diiyakan. Berbeda dari job-job sebelumnya, dimana biasanya Kak Satriya mengambil job sebagai fotografer dalam acara wedding, kali ini ia hendak dipekerjakan untuk peliputan suatu acara yang dilaksanakan oleh kementerian kehutanan dalam upaya edukasi kopi terhadap para petani di daerah Ciwidey, Jawa Barat.

Sementara saya menulis tulisan ini, Kak Satriya tengah berada di Ciwidey bersama tim yang diutus dari Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, dalam tim ini ikutserta ahli kopi, pengusaha coffe shop, professor, juga orang-orang hebat lainnya. Beberapa kali sepulang dari meeting, diceritakan olehnya tentang hal-hal menarik seputaran kopi ini.

Dan tentu saja, saya tidak sabar menantinya pulang. Tidak sabar menunggu oleh-oleh segudang cerita dan ilmu baru dari sana. Juga, sekeranjang buah stroberi kesukaan saya yang semoga sempat ia belikan.

Teringat pesannya di teras coffe shop tempat saya mengantarnya sebelum ia pamit pergi, “Jaga diri, ya. Kamu nulis aja biar nggak bosan, biar produktif.”

Dan lihat, aku sungguh-sungguh berbakti, kan? Kembali ke ruang ini dan menulis lagi. Kamu, cepat pulang.. cepat kembali..

*backsound lagu Firasat punya Marcell

Tidak ada komentar:

Posting Komentar