30/12/22

Bicara Kehidupan

 

Source: Doc. pribadi

Semakin menjalani hari demi hari, sepahamnya kita amat mengetahui bahwa dalam hidup ini lelah adalah sesuatu yang pasti. Masalah demi masalah berhasil kita jalani dengan solusi yang kita ketahui, tetapi bukan berarti ia berhenti. Masalah hanya berganti.

Seseorang pernah menulis dalam blognya, "Saya punya seni tersendiri dalam menikmatinya. Ketika sebuah masalah datang, entah bagaimana saya selalu membandingkan masalah hari itu dengan masalah hari kemarin atau sebelumnya.

Jika hari ini masalah yang saya dapat saya rasa lebih ringan dari hari kemarin, maka harusnya hari ini saya mampu menghadapi, memecahkan dan melewatinya.

Namun, andaikan masalah yang hari ini saya rasa yang paling berat daripada masalah-masalah kemarin, maka saya menganggap hari itu 'level kemampuan menghadapi masalah saya' naik."

Di sisi lain juga, saya sering mengafirmasi pada diri sendiri, "Aku punya Allah yang menciptakanku, kalau nanti aku lelah maka Allah juga yg akan menguatkanku.."

Pesan dari saya, hiduplah secara sadar. Hirup aroma pagi, list kegiatan kita hari ini, selesaikan yang prioritas terlebih dahulu. Dan paling utama, tolong jangan menyakiti diri sendiri. Kita selalu berharga, terutama di mata orang-orang yang menyayangi kita.

Melalui ini juga hendak mengucap terima kasih untuk Cici karena sudah memberikan salah satu yg berharga dalam hidupnya; waktu 48 jam lebih untuk bersama saya. Ini hal yang sulit terjadi dalam pertemanan kita; kamu yang sibuk dengan pekerjaanmu, juga saya yang telah memiliki teman hidup 24/7.

Terima kasih juga telah berjanji mengusahakan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya yang insyaaAllah akan selalu bermanfaat, entah sekedar sharing, melukis untuk healing, diskusi hal-hal receh tapi penting, atau makan-makan demi menyambung tali silaturrahmi.

Seperti apa yang terlukis; berharap suatu saat bisa berdiri di depan Ka'bah untuk menengadahkan tangan; bersyukur dan berdoa. Juga, lukisan satunya lagi, semoga hati bisa seluas itu seperti sedang menatap langit biru di tengah kebun bunga-bunga.. seperti di Surga.. Oh, tentu Surga Akhirat yang sebenarnya jauh lebih indah dari Surga Terbaik di bagian dunia mana pun.. :)


Yk, 2 Juni 2022 | 22.32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar