Setelah beberapa bulan berjalan dalam rumah baru, rumah yang awalnya begitu asing, rumah yang tidak terpikirkan sekalipun, yang pada akhirnya menjadi tempat pulang untuk waktu-waktu sekarang ini.
Ada banyak hal yang terjadi. Ada banyak percakapan yang tercipta. Ada berbagai keresahan yang menenangkan, sebab tahu bahwa semuanya akan dipikirkan bersama-sama.
Satu pelajaran yang telah kupetik dari perjalanan rumah tangga yang baru sangat sebentar ini ialah; betapa pentingnya memaafkan diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, sebelum suatu hari nanti hidup bersama dengan seseorang yang dimana membuat kita terus berupaya merawat perasaan padanya, memaafkan setiap kesalahannya, menerima apa-apa yang masih berproses menuju baik dalam dirinya.
Dahulu, seringkali membaca catatan yang nadanya selalu berulang; "Sembuhkanlah terlebih dahulu lukamu, sebelum kau membersamai seseorang baru yang datang ke dalam hidupmu.." Kini, sedikit memahami bahwa luka mungkin tidak selalu berarti disebabkan orang lain, tetapi juga luka-luka akibat kebodohan diri sendiri.
Maafkanlah diri kita dengan maaf yang baik. Maaf yang membawa diri pada kebaikan yang bertumbuh, bukan maaf yang mewajarkan dan membiasakan setiap salah.
Maafkanlah diri kita sebelum bertemu seseorang yang nantinya dengannya kita juga perlu berupaya untuk memaafkan salahnya. Bagaimana mungkin akan mudah memaafkan yang lain, jika kita sendiri masih bersusah payah untuk memaafkan diri sendiri? Bagaimana mungkin ingin bersama dalam merajut sakinah, namun kita sendiri masih sering mengorek luka-luka lama tanpa berusaha sedikitpun menyembuhkannya?
Untuk setiap hati yang baik, di sana hidup upaya untuk merawat kata maaf; untuk merawat cinta dalam rumah dimana tempat kita seharusnya pulang. ❤️
Yogyakarta, 21 Mei 2022 | 13.51

Tidak ada komentar:
Posting Komentar