Ada yang lain
dari hari ini. Hari ini spesial sekali untuk saya. Hari ini saya sedikit
bersedekah ke polisi. Awalnya agak tidak ikhlas. Tiap orang yang habis kena
tilang emang suka gitu, enggak ikhlas, enggak mau mengakui kesalahannya. Ya,
padahal STNK dan SIM saya lengkap. Ya udahlah.
Karena suka yang
simple aja, saya tebus juga kesalahan saya hari itu. Lumayanlah hari itu jadi
ada pengeluaran. Timingnya pas banget lagi.
Habis itu saya
pulang, baru mau memasukkan motor, saya diminta tolongin untuk beli betadine
sama kain kassa. Ternyata teman saya habis kecelakaan, darahnya sampai tumpah
ke sepatunya, ke jaketnya, ke bajunya. Wajahnya lebam, kakinya luka-luka, darah
turun dari hidungnya. Yang ada di pikiran saya kala itu teringat rentetan kecelakaan
yang pernah menimpa saya, dari mulai lutut nafsu nyium aspal sampai
bisa-bisanya ada geseran di otak. Ya ampun, saya tidak pernah menduga akan
mengalami kecelakaan semengerikan itu.
Selesai
membelikan pesanannya dan mengobrol sedikit tentang apa yang terjadi dengan
dia, saya masuk ke kamar saya, merebahkan tubuh dan ingin menangisi diri
sendiri.
Bukankah
membayar denda tidak seberapa dibandingkan kecelakaan yang menimpa teman saya? Bukankah
uang hanyalah benda yang keluar-masuk dari dompet? Saya pun pulang dalam
keadaan perut kenyang, sampai di kamar merebahkan tubuh di kasur yang empuk,
sementara di tempat lain, di jalur Gaza sana, perut orang-orang kelaparan,
tidur mereka tak aman. Di daerah Suriah sana, orang-orang kehilangan nyawa
mereka karena pembantaian, anak-anak kesulitan bernafas karena serangan gas
kimia. Saya harus menangisi diri saya sendiri yang pandai mengeluh ini, saya
harus menangisi diri saya sendiri yang masih memikirkan hal-hal kecil yang tak
pantas saya keluhi.
Hari ini saya
membayar denda akibat kesalahan saya, tetapi beberapa hari lalu saya baru saja
gajian. Allah tahu bahwa hari ini saya akan kena musibah, maka Allah persiapkan
rejeki itu dari beberapa hari yang lalu. Allah tahu jika saya punya uang lebih
akan saya gunakan untuk apa, maka Allah siapkan berapa uang yang saya butuhkan.
Saya tuh suka terharu dengan kuasanya Allah, kamu teh makanya bergantung dan
bersandar sama Allah saja. Sekalipun kamu kena musibah, Allah teh sudah siapkan
hal-hal yang kamu butuhkan untuk menghadapi hal itu, termasuk hati yang kuat.
Selamat berserah kepada Allah, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar