17/04/17

[Catatan Untuk Diri Sendiri]: Dosa – Dosa



“Sulit menerima nasihat-nasihat dari orang-orang yang tidak berada dalam kondisi yang sama dengan kita, usia yang mungkin juga berbeda, pandangan yang sudah jelas berbeda. Kita akan lebih mudah menerima nasihat ketika berkumpul dengan orang yang sejalan dengan kita, dengan orang-orang yang pernah memiliki masalah seperti kita, orang-orang yang sama-sama sedang mencari solusi seperti kita.” – Kurniawan Gunadi

Tiap orang punya dosa masing-masing. Terkadang, kita terlalu sibuk dengan dosa orang lain. Sampai-sampai lupa dengan dosa kita sendiri.
Tiap orang punya dosa masing-masing. Tetapi, menurut saya, orang lain tidak boleh menghakimi akan dosa-dosa orang lainnya. Sebab, kita pun tak tahu kebaikan apa yang pernah atau akan dilakukannya.
Tiap orang punya dosa masing-masing. Saya pun juga. Kamu boleh saja mengoreksinya, tetapi kamu tak pantas menghakiminya di depan orang lain.
Tiap orang punya dosa masing-masing. Ada yang menyimpannya tanpa ingin memperbaikinya, tetapi ada juga yang menyimpannya untuk ia gunakan menangis tiap kali bersujud di hadapan Tuhannya.
Tiap orang punya dosa masing-masing. Ketika ia memilih diam menyimpannya, tetapi kamu memberitakan pada yang lainnya, tahukah kamu bagaimana perasaannya? Bagaimana ia telah memendamnya, mungkin juga berjanji tak akan mengulanginya, tetapi kamu seakan-akan bisa menghakiminya di depan orang lain?

Awalnya, dia merasa bahwa semua adalah salah dirinya.
Meski tiap mengambil keputusan, dia selalu mengikutsertakan masa depan termasuk resiko dan pertanggungjawaban meski terkalahkan oleh niatnya.
Dia merasa tiba-tiba tak bahagia karena apa yang kamu lakukan.
Dia benci ketika seseorang membuatnya benci pada dirinya sendiri.
Dia ketakutan melihat dirinya sendiri.
Dia menyalahkan dirinya sendiri.

Tetapi, saat bertemu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh seseorang bernama Kurniawan Gunadi,
Dia kembali tenang. Dia akan membahagiakan dirinya dan berhenti menyalahkan diri sendiri.
Meski mungkin dia adalah yang salah, tetapi caramu pun tak akan menjadikannya benar.
Artinya, caramu adalah salah.
Dan kalian sama-sama salah.
Meski kamu merasa paling benar,
Tetap saja dalam matanya,
Kamu adalah salah.
Kamu salah karena telah membuat dia membenci diri sendiri.
Boleh saja saya berpendapat seperti itu, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar