“Sulit menerima nasihat-nasihat dari
orang-orang yang tidak berada dalam kondisi yang sama dengan kita, usia yang
mungkin juga berbeda, pandangan yang sudah jelas berbeda. Kita akan lebih mudah
menerima nasihat ketika berkumpul dengan orang yang sejalan dengan kita, dengan
orang-orang yang pernah memiliki masalah seperti kita, orang-orang yang
sama-sama sedang mencari solusi seperti kita.” – Kurniawan Gunadi
Tiap orang punya
dosa masing-masing. Terkadang, kita terlalu sibuk dengan dosa orang lain.
Sampai-sampai lupa dengan dosa kita sendiri.
Tiap orang punya
dosa masing-masing. Tetapi, menurut saya, orang lain tidak boleh menghakimi
akan dosa-dosa orang lainnya. Sebab, kita pun tak tahu kebaikan apa yang pernah
atau akan dilakukannya.
Tiap orang punya
dosa masing-masing. Saya pun juga. Kamu boleh saja mengoreksinya, tetapi kamu
tak pantas menghakiminya di depan orang lain.
Tiap orang punya
dosa masing-masing. Ada yang menyimpannya tanpa ingin memperbaikinya, tetapi
ada juga yang menyimpannya untuk ia gunakan menangis tiap kali bersujud di
hadapan Tuhannya.
Tiap orang punya
dosa masing-masing. Ketika ia memilih diam menyimpannya, tetapi kamu
memberitakan pada yang lainnya, tahukah kamu bagaimana perasaannya? Bagaimana
ia telah memendamnya, mungkin juga berjanji tak akan mengulanginya, tetapi kamu
seakan-akan bisa menghakiminya di depan orang lain?
Awalnya, dia
merasa bahwa semua adalah salah dirinya.
Meski tiap
mengambil keputusan, dia selalu mengikutsertakan masa depan termasuk resiko dan
pertanggungjawaban meski terkalahkan oleh niatnya.
Dia merasa
tiba-tiba tak bahagia karena apa yang kamu lakukan.
Dia benci ketika
seseorang membuatnya benci pada dirinya sendiri.
Dia ketakutan
melihat dirinya sendiri.
Dia menyalahkan
dirinya sendiri.
Tetapi, saat
bertemu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh seseorang bernama Kurniawan
Gunadi,
Dia kembali
tenang. Dia akan membahagiakan dirinya dan berhenti menyalahkan diri sendiri.
Meski mungkin dia
adalah yang salah, tetapi caramu pun tak akan menjadikannya benar.
Artinya, caramu
adalah salah.
Dan kalian
sama-sama salah.
Meski kamu
merasa paling benar,
Tetap saja dalam
matanya,
Kamu adalah salah.
Kamu salah
karena telah membuat dia membenci diri sendiri.
Boleh saja saya
berpendapat seperti itu, bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar