01/09/17

"Tolong Maafkan Kami.."



Hari ini,
Ketika diberi nafas untuk bisa menikmati kampung halaman,
Mendengar suara takbir yang menggema,
Bersiap-siap menunggu bagian daging yang sebentar lagi tiba,
Dengan berseri-seri memikirkan kiranya akan dimasak apa,
Sembari menunggu, televisi menyala,
Puluhan film dalam laptop bisa dinikmati kapanpun,
Pun novel, terserah kapan saja ingin dibuka lembar demi lembarnya,
Memilah – milih playlist hendak memutar lagu apa,
Sesekali tersenyum dan tertawa, bercanda dengan para saudara,
Rasanya tak ada apa-apa,
Tak ada yang genting yang terjadi.


Sementara itu,
Di waktu yang sama,
Namun di belahan bumi lain,
Ketentraman yang dirasakan di sini hanyalah imajinasi di sana,
Rumah – rumah dibakar tanpa belas kasihan,
Wanita diperkosa, pria dan anak-anak dibantai tanpa perasaan,
Kelaparan, kepanikan, memikirkan bagaimana cara mempertahankan,
Katanya tak ada harapan,
Satu – satunya jalan,
Hanyalah menuju ke perbatasan,
Pun itu bila diterima warga negara lainnya.


Muslim Rohingya,
Tolong maafkan kami,
Yang masih sibuk dengan diri sendiri,
Lebih lama di depan televisi,
Ketimbang menengadahkan tangan mendoakan.


Tolong Maafkan kami,
Hanya mampu menyaksikan kepedihan ini diantara gadget-gadget kami,
Namun larut juga dalam iklan-iklan yang tak kalah menghebohkan,
Atau hal-hal viral yang sebenarnya tak perlu diviralkan.


Tolong maafkan kami,
Sebab kami hanya manusia yang seolah-olah berbeda bumi dengan kalian,
Seolah-olah otak kami tak sampai memikirkan cara menjangkau kalian,
Bahkan luka-luka di tubuh itu hanya sesaat menyayat di dada kami, selepas itu pergi entah kemana.

  
Tolong maafkan kami,
Semoga Allah mengganti kepedihanmu dengan Surga-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar