“Kalau dia sudah berkata-kata, saya muak. Laki-laki
tapi kok tulisannya seperti itu.”
Saya
agak tertegun mendengar ucapannya. Saya menyadari bahwa kamu tidak bisa menilai
seseorang lewat tulisannya. Sama seperti halnya kamu menilai saya lewat
tulisan-tulisan saya yang kamu baca. Kamu mungkin bisa tahu apa yang saya rasa,
yang saya alami, yang saya pikirkan, tetapi kamu tidak bisa benar-benar menilai
diri saya. Sosial media tidak bisa mengungkapkan siapa kamu sebenarnya. Menurut
saya, sosial media isinya sebagian besar adalah pencitraan, menjadikan diri
kita seperti apa yang ingin dilihat orang lain. Bohong kalau kamu bermain
sosial media tanpa berpikir.
Mengenal
seseorang bukan lewat tulisan-tulisannya, tetapi dengan bepergian bersamanya, membuat
percakapan panjang dengannya atau tinggal bersamanya, itu yang pernah saya baca
dalam suatu buku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar