23/10/17

Jatuh Cinta Paling Aman




Sumber gambar: Tumblr


Jatuh cinta paling aman adalah jatuh cinta denganmu, seseorang yang mencintai kesendirian, aku tak perlu khawatir melihatmu berjalan di sisi pria lain. Seseorang yang meluapkan segala perasaannya lewat tulisan-tulisan, sehingga cukup bagiku dengan menyelami tulisanmu tanpa tenggelam untuk tahu segala hal yang kamu rasa.

Jatuh cinta paling aman adalah jatuh cinta denganmu, seseorang yang terkadang memandang dirinya berada di situasi yang salah, tetapi memilih bertahan dan menjalani. Seseorang yang senang minum mochaccino bertabur keju di Kafe Platinum dengan mata sibuk menatap buku yang terbuka di genggamnya. Seseorang yang senang membaca aneka ragam majalah di sofa lantai dua perpustakaan kota.

Jatuh cinta paling aman adalah jatuh cinta denganmu, seseorang yang senang berjalan sendiri ke minimarket membeli segala kebutuhan dan tak lupa susu kedelai botolan perlu masuk ke dalam keranjang belanja pula. Seseorang yang memilih berlari pagi sendiri, mengitari daerah yang pepohonannya rimbun. Seseorang yang menyanjung betul kesendirian yang dirasakannya. Aku tak perlu khawatir jika seseorang mengusikmu, kau seperti biasa menepis kehadiran, tersenyum pada kesendirian, memeluk diri sendiri seraya menghirup udara, menatap langit dengan berbinar seolah kau mampu terbang menjelajahinya.

Aku merasa aman sampai suatu saat kau menuliskan apa yang kupikirkan, kau menulis perihal ini, jatuh cinta paling aman. Dalam tulisanmu, kau bilang jatuh cinta paling aman adalah jatuh cinta pada seseorang yang menjadikanmu cinta pertamanya.

Darimana kau tahu jikalau kau adalah cinta pertama pria itu?

2 komentar:

  1. Kak, sy mau nanya, bgmna mnurut kakak tentang jatuh cinta beda usia. Mksdnya dianya(cowok) lebih muda dibanding wanitanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, tentang hal ini mari kita bicara soal kedewasaan. Tingkat kedewasaan setiap orang berbeda-beda dan tidak melulu berdasarkan usia.

      Tapi, kalau dilihat dari pengalaman teman-teman di sekitar saya, mereka yang menjalin hubungan dengan pria di bawah usia mereka cenderung lelah menghadapi prianya itu, mungkin karena di sini si pria masih bertingkah kekanak-kanakkan.

      Untuk jatuh cinta beda usia, bukankah usia tidak bisa disalahkan? :) toh, kebanyakan orang-orang tua kita terdahulu kebanyakan menikah dengan usia yang jauh berbeda dari pasangannya.

      Well, kalau saya pribadi sulit meletakkan perasaan saya pada lawan jenis yang tidak sebaya dengan saya, sebab jatuhnya nanti saya hanya menaruh perasaan padanya sebatas kakak atau adik saja. Tapi, tidak ada yang tahu kedepannya, perasaan manusia adalah hal yang paling mudah berubah di dunia ini. :)

      Hapus