26/08/17

Akhir Pekan Saya; Flu, Buku, dan Film!



Malamnya makan batagor.
Besok siangnya minum es campur.
Malamnya Mbak Mita nawarin Es cincau. ( Favoritku!)
Besok siangnya Mbak Nati ke kamar bawa sirup jeruk, setoples Cheetos, dan setepak makaroni goreng.
Malamnya Mbak Nur nawarin es burjo, lumayan tidak tergoda (karena sedang asyik makan nasi pakai ceker ayam dan kerupuk).
Tiba-tiba di meja ada oleh-oleh slondok dari Bu Ana, dan Mbak Fitri pulang-pulang bawa sekantong penuh es krim buat dibagi-bagi.


Di sisi lain itu adalah rejeki, tetapi di sisi lain itu adalah ujian.
Misalnya, kita diberi kekayaan. Sangat jelas itu rejeki, tetapi di sisi lain tak bisa dipungkiri juga bahwa itu adalah ujian, apakah seseorang akan tetap rendah hati atau justru sombong ketika diberi kekayaan?
Lagipula memberi rejeki bagi Allah adalah hal kecil, apa lagi mencabutnya.

And then.
Horeeee, welcome flu!
Mungkin Allah menyuruh saya untuk istirahat dulu. Sebelum nanti benar-benar masuk kuliah, dan waktu istirahat saya akan banyak tersita.

Libur kuliah saya tinggal seminggu lagi dan mungkin flu ini bakal mengisi sisa liburan saya. Senangnya, kemarin sudah beli beberapa buku untuk menghabiskan sisa liburan dan sudah copy sebelas film serta satu drama. Baca buku dan nonton film sembari cari uang. Itulah enaknya bisnis online.

Gara-gara Lee min Ho ikut wamil dan Kim Woo Bin tengah menjalani pengobatan terhadap penyakitnya, maka mendadak saya berpaling ke Park Seo-Joon. Tanpa sadar drama-drama milik saya sekarang didominasi oleh Park Seo-Joon.

Soal buku, kemarin beli tiga buah buku. Buku Sirkus Pohon by Andrea Hirata, Malam terakhir by Leila S Chudori, dan Norwegian Wood by Haruki Murakami.

Andrea Hirata berhasil membuat saya suka dengan novel-voel beerlatar belakang melayu, padahal biasanya saya bosan kalau baca novel melayu. Lalu, Leila S Chudori berhasil membuat saya menyukai novel dengan sejarah yang diselipkan di dalamnya. Jadi, Leila sepertinya ingin membuka fakta tentang sejarah yang sebenarnya, tetapi ia mengemasnya dalam sebuah novel. Zaman dahulu, banyak novel yang berbau sejarah peredarannya dilarang keras. Sedangkan, Norwegian Wood adalah novel yang selama ini saya incar, bolak-balik toko buku, dan selalu kehabisan. Akhirnya saya melupakannya. Tetapi, kemarin saya iseng saja mencari, dan senang sekali bisa mendapatkannya berada di tumpukkan buku di toko buku.

Ngomong-ngomong, Norwegian wood menjadi novel terjemahan pertama yang sudi  saya baca. Saya tidak suka membaca novel terjemahan, kalimatnya sukar untuk saya mengerti. Norwegian Wood ditulis oleh seorang penulis terkenal asal Jepang, Haruki Murakami. Dengar-dengar juga, penulisnya ini suka sekali denga The Beatles sampai akhirnya menjadikan sala satu judul lagu The Beatles menjadi judul buku yang ditulisnya. Selamat menikmati akhir pekan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar