Malamnya makan
batagor.
Besok siangnya
minum es campur.
Malamnya Mbak
Mita nawarin Es cincau. ( Favoritku!)
Besok siangnya
Mbak Nati ke kamar bawa sirup jeruk, setoples Cheetos, dan setepak makaroni
goreng.
Malamnya Mbak
Nur nawarin es burjo, lumayan tidak tergoda (karena sedang asyik makan nasi
pakai ceker ayam dan kerupuk).
Tiba-tiba di
meja ada oleh-oleh slondok dari Bu Ana, dan Mbak Fitri pulang-pulang bawa
sekantong penuh es krim buat dibagi-bagi.
Di sisi lain itu
adalah rejeki, tetapi di sisi lain itu adalah ujian.
Misalnya, kita
diberi kekayaan. Sangat jelas itu rejeki, tetapi di sisi lain tak bisa
dipungkiri juga bahwa itu adalah ujian, apakah seseorang akan tetap rendah hati
atau justru sombong ketika diberi kekayaan?
Lagipula memberi
rejeki bagi Allah adalah hal kecil, apa lagi mencabutnya.
And then.
Horeeee, welcome
flu!
Mungkin Allah
menyuruh saya untuk istirahat dulu. Sebelum nanti benar-benar masuk kuliah, dan
waktu istirahat saya akan banyak tersita.
Libur kuliah
saya tinggal seminggu lagi dan mungkin flu ini bakal mengisi sisa liburan saya.
Senangnya, kemarin sudah beli beberapa buku untuk menghabiskan sisa liburan dan
sudah copy sebelas film serta satu drama. Baca buku dan nonton film sembari
cari uang. Itulah enaknya bisnis online.
Gara-gara Lee
min Ho ikut wamil dan Kim Woo Bin tengah menjalani pengobatan terhadap
penyakitnya, maka mendadak saya berpaling ke Park Seo-Joon. Tanpa sadar
drama-drama milik saya sekarang didominasi oleh Park Seo-Joon.
Soal buku,
kemarin beli tiga buah buku. Buku Sirkus Pohon by Andrea Hirata, Malam terakhir
by Leila S Chudori, dan Norwegian Wood by Haruki Murakami.
Andrea Hirata
berhasil membuat saya suka dengan novel-voel beerlatar belakang melayu, padahal
biasanya saya bosan kalau baca novel melayu. Lalu, Leila S Chudori berhasil
membuat saya menyukai novel dengan sejarah yang diselipkan di dalamnya. Jadi,
Leila sepertinya ingin membuka fakta tentang sejarah yang sebenarnya, tetapi ia
mengemasnya dalam sebuah novel. Zaman dahulu, banyak novel yang berbau sejarah
peredarannya dilarang keras. Sedangkan, Norwegian Wood adalah novel yang selama
ini saya incar, bolak-balik toko buku, dan selalu kehabisan. Akhirnya saya
melupakannya. Tetapi, kemarin saya iseng saja mencari, dan senang sekali bisa
mendapatkannya berada di tumpukkan buku di toko buku.
Ngomong-ngomong,
Norwegian wood menjadi novel terjemahan pertama yang sudi saya baca. Saya tidak suka membaca novel
terjemahan, kalimatnya sukar untuk saya mengerti. Norwegian Wood ditulis oleh
seorang penulis terkenal asal Jepang, Haruki Murakami. Dengar-dengar juga,
penulisnya ini suka sekali denga The Beatles sampai akhirnya menjadikan sala
satu judul lagu The Beatles menjadi judul buku yang ditulisnya. Selamat
menikmati akhir pekan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar