Waktu itu, waktu kami belum asing
satu sama lain.
“Bagaimana hari ini?
menyenangkan?”
“Iya, alhamdulillah.”
“Coba cerita hari ini ngapain
saja?”
“Hari ini
asdfghjklzxcvbnmqwertyuiop. Kalau kamu ngapain saja seharian?”
“Aku tadi seharian
mnbvcxzasdfghjklpoiuytrewq.”
“Loh, kamu ndak shalat? (Dia
hanya menyebutkan makan, tidur, dan sebagainya.)”
“Loh, untuk apa aku sebutkan?
Shalat itu kewajiban. Tanpa harus aku sebutkan, shalat harus tetap dilakukan,
bukan?”
Ah, seandainya pada masa kini
orang-orang memiliki pemikiran yang sama tentang ini, tentang hal berharga yang
dilakukan tanpa harus diungkapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar