Jika saya pada akhirnya memutuskan untuk
menuliskan ini berarti saya memutuskan pula untuk kembali mengenang diri saya
yang dulu. Melalui perjalanan menulis dalam sebuah blog, berarti terekam pula berbagai jejak dan pribadi tentang diri
dan hidup saya. Pada perjalanan menulis melalui blog ini pula, saya melihat bagaimana tulisan-tulisan saya terus
tumbuh menjadi lebih banyak dan mengalir hingga menyentuh banyak orang. Hal-hal
sederhana yang menyenangkan hati seorang narablog
atau blogger ialah saat orang-orang
meninggalkan jejak mereka di kolom komentar dengan tanggapan yang baik, penuh
rasa antusias dan kehangatan.
Dengan menulis melalui media blog, saya merasa percaya diri atau
tidak minder karena saya tidak mengetahui siapa saja yang pernah datang lalu membaca
tulisan-tulisan saya, dengan pula tersedianya kolom komentar anonim bagi mereka
yang tak ingin diketahui kehadirannya namun ingin meninggalkan jejak. Selain
dari itu, saya bisa mengenal orang-orang luar biasa yang menyempatkan waktunya
untuk membaca tulisan-tulisan sederhana saya, terlihat dengan jejak bernama
yang mereka tinggalkan di setiap tulisan atau berupa pesan-pesan yang masuk
melalui sosmed pribadi saya terkait postingan
yang saya tuliskan.
Banyak orang yang akhirnya berpaling dari kebiasaan
menulisnya karena jenuh dan bingung pada apa yang hendak mereka tulis.
Sebenarnya, di dunia ini banyak sekali yang bisa kita tulis, kita bukanlah kehabisan
ide, hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara memulai untuk menuliskan ide
tersebut. Setidaknya hal itu yang saya rasakan saat mulai mengenal blog pada tahun 2012, kala itu saya
masih duduk di bangku SMA. Dengan berapi-api, saya menuliskan banyak hal pada
kala itu. Sebagai anak muda, saya pikir wajar bila apa yang saya tulis kala itu
adalah segala tumpahan dari kegundahan hati. Ya, saya memulai blogging pada masa dimana saat itu ‘semua
orang pasti mengalami patah hati’, setidaknya itu yang terpikir oleh saya.
Lalu, mencari pelarian dengan mengoleksi berbagai video stand up comedy dari sang idola, saat itu adalah Kemal Palevi. Hampir
setiap malam saya menonton berulang kali penampilannya. Akhirnya, Kemal Palevi
berhasil menjadi bahan dalam tulisan yang saya ikuti dalam suatu blog competition. Hingga suatu hari
tidak disangka saya ditunjuk menjadi liaison
organizer untuk mendampingi Kemal Palevi saat ia menjadi bintang tamu suatu
acara di kota saya. Tentu dengan senang hati, kala di mobil waktu itu, saya
ceritakan pada Kemal bahwa ia pernah membalas mention saya dan bersedia membaca blog saya.
Dok. pribadi
Pada awalnya, blog adalah wadah bagi saya untuk melatih diri dalam menulis. Akan
tetapi, rupanya keputusan saya untuk menjadi seorang blogger mengantarkan saya pada pertemuan dengan orang-orang yang luar
biasa dan berbagai momen yang tak terlupakan.
https://rumahinspirasi.com
Tak bisa dipungkiri bahwa join ke suatu komunitas
blogger membuat saya bertemu dengan
para blogger hebat yang ramah-tamah.
Setiap setahun dua kali kami melakukan kopdar
regional, biasanya untuk memperingati ulang tahun komunitas atau mengadakan
buka puasa bersama. Kala itu, saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA, sementara
blogger yang lain kebanyakan telah
lanjut kuliah, maka hari itu saya dan seorang teman datang dengan masih
menggunakan seragam pramuka. Momen yang
manis, begitu saya mengenang.
Dok. pribadi
Jenderal kami waktu itu adalah kak Cacink, blog-nya didominasi ilustrasi. Ia adalah
seorang illustrator sekaligus storyboard artist dan juga comic artist. Beliau menjadi author dari @komikbaper dan @lunadanbarry.
Pada akhirnya jenderal kami yang dipanggil jenderal Cacink itu menikah dengan
sesama illustrator pula yang kini
menjadi author dari @komiknyinyi. Selain
itu, ada pula kak Fadli yang menjadi komikus dalam akunnya yang terkenal
@tahilalats. Sementara itu, seperti Kak Rera dan Kak Nada, keduanya sukses
menjadi owner suatu olshop yang diminati oleh ribuan followers, dan teman-teman yang lain
yang kesuksesannya tidak dapat saya ceritakan satu-persatu. Dalam hati dan
ingatan saya, mereka adalah orang-orang dengan karya-karya yang hebat dan hati
yang merendah.
Seiring berjalannya waktu, saya menyadari apa
yang saya tulis kebanyakan terlalu berlebihan untuk dicurahkan dalam blog, sebagai media publik. Kemudian,
mulailah saya mengontrol tulisan-tulisan saya hanya dalam bentuk karya sastra
seperti puisi, cerpen, cerbung, yang sebenarnya hampir semuanya berasal dari
kisah pribadi yang saya miliki, namun dikemas dan dipoles dengan sedemikian
rupa sehingga meskipun terinspirasi dari kisah pribadi, kerap kali apa yang
saya tuliskan tidak sedalam atau bahkan tidak sedangkal apa yang saya rasakan.
Hingga pada suatu hari, saat usia saya
bertambah, seseorang berdoa untuk saya, “Selamat ulang tahun ya, semoga menjadi
penulis yang memotivasi dan menginspirasi serta bermanfaat bagi pembacanya.
Aamiin.”
Sejenak merenung, akhirnya lahirlah beberapa
label baru dalam blog saya, seperti All
About Life yang menceritakan hal-hal kecil berharga yang seringkali tak
sengaja saya temukan di jalan dan kebanyakan orang tidak menyadarinya, ada pula
label Catatan Untuk Diri Sendiri
berupa tulisan untuk menyentil diri sendiri sebagai pengingat tentang hal-hal
yang kebanyakan orang lupa, juga label Writing
Motivation yang menceritakan kisah-kisah penyemangat untuk tetap menulis
dalam keseharian karena menulis mampu menjadi salah satu terapi jiwa, yakni
dengan menumpahkan segala emosi dan perasaan ke dalam rangkaian kata-kata, walau
seperti apapun hasilnya, kerap kali menimbulkan perasaan lega usai
menuliskannya.
Bahkan jika saya sudah kehabisan ide untuk
menulis, membuat review buku atau
film menjadi pilhan saya. Dengan membuat review
dari buku-buku yang baik, saya berharap pembaca tertarik membaca buku-buku yang
baik tersebut atau saya bermaksud menggambarkan sedikit tentang isi buku-buku
itu pada mereka yang tidak punya banyak waktu untuk membaca buku sehingga saya
menyajikan untuk mereka langsung tentang pokok-pokok kebaikan apa saja yang
disampaikan dalam buku tersebut atau pun dari suatu film.
Kebanggaan kecil lainnya, sebagai seorang blogger yang biasa saja dan mengagumi blogger-blogger hebat di luar sana
menjadi begitu sangat bahagia saat salah satu blogger panutan karena tulisan-tulisannya menginspirasi saya, beliau
memberikan jejak manis pada salah satu tulisan saya di blog, artinya waw dia
mengunjungi blog saya! Apa lagi saya tahu betul bahwa beliau adalah
perempuan dengan jam terbang amat sibuk. Saya memanggilnya Mbak Prima, beliau
merupakan salah satu Finalist World
Muslimah Award 2014 sebagai perwakilan dari Indonesia. Suatu hari yang
mengejutkan dalam hidup saya ialah akhirnya saya bertemu dengannya, terlebih ia
lah yang menghubungi saya dan mengajak bertemu. Dengan penuh rasa terhormat,
saya bersedia menerima tawarannya menjadi first
reader dari buku yang akan diterbitkannya kala itu.
Sejak awal perjalanan menjadi seorang blogger, berbagai lomba blog saya ikuti sebagai bentuk dedikasi
saya terhadap hobi menulis yang saya miliki, mulai dari bertema surat cinta
hingga impian. Dengan berbagai partisipasi tersebut, blogwalking menjadi hal yang menyenangkan di dunia para blogger dengan meninggalkan berbagai
jejak dalam setiap tulisan. Kami saling mendukung dan berbagi energi positif
dalam menulis. Suatu hari pada pertengahan kuliah, untuk pertama kalinya saya
memberanikan diri mengikuti suatu proyek tantangan menulis kebaikan selama 30
hari sepanjang bulan Ramadan yang diadakan oleh Muslimah Sinau. Saat itu, saya
hanya berpikir untuk menantang diri saya, apakah saya bisa konsisten menulis kebaikan
setiap hari sepanjang Ramadan di sela jadwal kuliah dan ibadah yang pasti padat.
Kala itu, setiap hari saya memosting satu tulisan ke blog, hingga pada berakhirnya proyek ini, saya terpilih menjadi
satu-satunya peserta terbaik dengan kekonsistenan dan kesesuaian tulisan saya
dengan tema-tema yang disusun oleh proyek menulis tersebut.
Dok. pribadi
Saya mengenal diri saya sebagai sosok yang kian
sibuk saja, tetapi hal ini tidak lantas membuat saya lupa dengan kebiasaan tulis-menulis,
apapun, sebab, mencurahkan segala penat atas kesibukan yang tiada henti membuat
saya merasa semuanya baik-baik saja, semuanya mampu untuk saya jalani karena
berbagai halnya adalah pilihan saya sendiri. Tulisan saya adalah sebagai
penyemangat diri, kehadiran pembaca menjadi salah satu motivasi untuk terus
menulis kebaikan lewat apa saja yang saya alami, saya dengar, atau saya rasa.
Jika ditanya pernah bosan, pernah malas, pernah ingin berhenti? Iya, pernah.
Tetapi, selalu ada saja orang-orang yang datang dan membangkitkan diri saya
kembali untuk menulis. Begitupun
dengan ide-ide yang mengalir, seolah saya memang ditakdirkan untuk
menampungnya, memeliharanya dalam bentuk rangkaian cerita penuh makna, hingga
semoga mampu menjadi kebaikan yang abadi.
Seseorang pernah menulis sebuah pesan status, ‘Jangan membuang-buang waktu seseorang
dengan hanya untuk melihat postinganmu yang tidak bermanfaat’ Lalu, terdengar ungkapan dari dalam hati saya,
‘Jika itu kebaikan, mengapa tak kita sampaikan?’
Sebagai seorang blogger, meski dengan blog
sendiri juga bisa berpenghasilan, tetapi resolusi 2019 saya adalah ingin coba merambat
ke berbagai web yang lebih luas untuk
membuat informasi dan cerita yang berkualitas, semisal kaskus, yang dimana
dengan duduk-duduk manis sambil menulis mampu menghasilkan, sehingga membuat
diri menjadi lebih mandiri sebagai seorang gadis, dengan itu belajar menabung
agar masa depan tidak miris dan semoga kelak segera menemukan seseorang yang
dengannya saya bisa menulis lebih banyak lagi hal-hal baik yang manis dan
berbagi banyak kebaikan dengan menulis sebagai blogger yang loyalis.
_______________________________________________________________________________________________
Tulisan ini diikut sertakan dalam Kompetisi
Blog Nodi
dengan tema:
“Bangga Menjadi Narablog di Era Digital”





Tulisannya bernaas. Keren!
BalasHapusReview Buku Eka Kurniawan: Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas #YangMahaSalah
Terima kasih, Kak!:D
HapusNyeii.. Ada poto ku. Wkwkwk
BalasHapusBtw waktu kopdar terakhir saya baru saja sarjana. *pamer
Semangat terus berkarya Nina..
Wihiyyyy ternyata Kak Mappang sudah tua yaaa :D
HapusTerima kasih kak Mappang! Semangat juga untuk menjalani hidup, ya!
tetap semangat dan menginspirasi yah kak :)
BalasHapusAamiin! Terima kasih banyak, Kak! :)
Hapus