Tempo hari saya pernah menulis tentang mau
dibawa kemana followers dari seorang public figure. Kali ini ingin menambahkan
sedikit catatan untuk tulisan tersebut.
Memutuskan untuk menjadi public figure berarti
berani mengambil banyak risiko salah satunya bertanggungjawab terhadap siapa
saja yang mengikuti akunnya. Tidak peduli berapa followers kamu, kamu akan
selalu menjadi public figure bagi mereka yang mengenal atau mengikuti kamu.
Kesimpulannya entah siapapun kamu, public figure ataupun bukan, perkara akhlak
bukan hal yang remeh. Akhlak bukan pelajaran yang mudah. Ada banyak ilmu yang
dikaji di dalamnya dari berbagai aspek pula. Akhlak bukan kamu baik, lalu selesai.
Tetapi akhlak selalu berdampingan dengan ilmu. Ada pepatah yang mengatakan,
“berilmu sebelum beramal”.
Buka berarti kamu harus selalu melakukan pencitraan,
tetapi saya hanya ingin mengingatkan bahwa orang-orang melihatmu, dan kamu
tidak akan pernah tahu keburukan atau kebaikanmu yang mereka contoh dari
dirimu. Jadi, semoga selalu kebaikanlah yang kamu salurkan, yang kamu siratkan,
biarkan mereka menjadi baik dengan adanya akunmu, dengan adanya kamu di sosial
media. Diawali dengan berpikir memprioritaskan hal-hal baik dulu untuk dibagi
dibandingkan yang bersifat tiada guna atau justru hal-hal yang bisa membawa
pada keburukan.
Salam.
//Yogyakarta, 1 Januari 2019//